• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Senin, Januari 19, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Artikel

Penyerbuan Desa Turmus Ayya: Ketika Aula Pernikahan Menjadi Pemakaman dan Pengantin Kehilangan Kebahagiaan

by Adara Relief International
Juli 6, 2023
in Artikel, Sorotan
Reading Time: 5 mins read
0 0
0
Penyerbuan Desa Turmus Ayya: Ketika Aula Pernikahan Menjadi Pemakaman dan Pengantin Kehilangan Kebahagiaan

Aula Pernikahan Berubah menjadi Aula Pemakaman

110
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

21 Juni 2023 seharusnya menjadi hari yang membahagiakan bagi keluarga Ahmad[1]. Bagaimana tidak, hari itu seharusnya menjadi tanggal pernikahan salah satu anggota keluarga mereka. Akan tetapi, yang terjadi justru sebaliknya. Hari itu menjadi tanggal yang tidak akan terlupakan, sebab kebahagiaan mereka dalam sekejap dihancurkan oleh penyerbuan pemukim Israel terhadap desa mereka, Turmus Ayya.

“Pernikahan itu seharusnya berlangsung di Turmus Aya Grand Hall. Tapi perayaan terpaksa dibatalkan karena ruangan itu berubah menjadi aula pemakaman bagi syuhada,” kata paman dari mempelai, Osama Ahmad (42), kepada Al Jazeera. Ia menambahkan bahwa upacara pernikahan tetap dilangsungkan, namun hanya dengan prosesi singkat di rumah mempelai pria dan hanya dihadiri oleh pasangan mempelai dan segelintir kerabat. “Tidak ada nyanyian, tidak ada kegembiraan”, kata Osama. “Pengantin pria diam dan sedih sepanjang waktu. Dia bersedih untuk desanya, negaranya, dan untuk para syuhada,” tambahnya.

Sebelum penyerangan terjadi, sekitar belasan kerabat perempuan dari kedua mempelai sedang bersiap-siap di sebuah salon kecil yang dibuka sekitar setahun lalu oleh keluarga Ahmad di pekarangan rumah mereka. Beberapa saat kemudian, puluhan pemukim secara tiba-tiba berdatangan kemudian langsung menghancurkan salon dengan batu dan membakarnya dengan melemparkan bom molotov, menurut saksi mata.

Salon keluarga Ahmad yang hancur akibat bom molotov (Al Jazeera)

“Terus terang, saya tidak sedikit pun merasa bahwa kami akan bisa selamat atau keluar hidup-hidup,” kata Marwa Ahmad, salah satu wanita yang berada di dalam salon selama penyerangan. “Kami melihat pemuda bertopeng – ada sekitar 100 orang. Mereka mengepung rumah, kemudian mulai melempari batu dan membakar salon,” katanya. “Mereka juga berusaha mendobrak pintu dan berhasil masuk ke dalam rumah,” tambahnya.

“Kami bersembunyi ke lantai tiga. Dari sana, kami memantau para pemukim melalui kamera. Mereka membakar empat mobil kami, satu demi satu. Kemudian sekelompok pemuda Palestina datang untuk menolong kami melalui pintu masuk lain. Para pemukim mencoba mencari kami dari arah yang berbeda, tapi syukurlah, para pemuda Palestina segera tiba dan membawa kami keluar. Kami melompati pagar tinggi menggunakan kursi kemudian berjalan sekitar 15 menit di jalan tanah yang datar, di bawah pepohonan dan duri, sampai kami mencapai daerah yang aman.”

Luay Ahmad, saudara dari pemilik salon, juga mengungkapkan kengeriannya saat para pemukim menyerbu salon. Ia mengatakan bahwa anak-anaknya saat itu berada di dalam rumah, tak lama setelah para pemukim membakarnya. “Kami melihat pohon terbakar, anak-anak menangis dan orang-orang berlarian. Kami tidak dapat melihat jauh ke depan karena banyaknya asap di dalam rumah. Kami segera mengeluarkan wanita dan anak-anak dengan menyeret mereka melewati pagar setinggi 3 meter (10 kaki), kemudian kami mulai memadamkan api,” kata Luay kepada Al Jazeera. “Kami berhasil mengendalikan api dengan bantuan para pemuda, tetapi sudah ada begitu banyak kehancuran. Pemadam kebakaran baru tiba beberapa jam kemudian,” katanya.

Rumah yang hancur akibat serangan pemukim di Turmus Ayya (Al Jazeera)

Keluarga Ahmad telah kehilangan setidaknya 300.000 shekel Israel ($81.400) untuk biaya salon dan peralatan di dalamnya. Rantai dan gelang emas yang diberikan oleh keluarga mempelai wanita kepada mempelai pria “semuanya telah meleleh dalam api”, tambah Luay. Luay mengatakan, jika bukan karena pintu internal yang menghubungkan salon ke rumah, para wanita di dalamnya pasti akan terbunuh. “Para pemukim datang ke sini untuk membunuh,” katanya. “Itu adalah situasi mengerikan yang sulit untuk dijelaskan. Ini adalah hari yang tidak akan pernah saya lupakan.”

Serangan Terbesar di Tepi Barat

Serangan pemukim di Desa Turmus Ayya yang terletak di Tepi Barat adalah salah satu yang terbesar dalam beberapa bulan terakhir, ungkap Al Jazeera. Ini adalah bagian dari peningkatan tajam dalam serangan pemukim bersenjata dan terkoordinasi di Tepi Barat sejak Oktober 2022, yang dilakukan di bawah perlindungan tentara Israel. Bentuk serangan termasuk di antaranya penembakan, serangan pembakaran, lemparan batu dan serangan fisik dengan pipa dan benda tajam lainnya.

Serangan di Turmus Ayya dimulai pada Rabu sore tanggal 21 Juni 2023. Lebih dari 400 pemukim Israel mengobrak-abrik desa, membakar rumah, mobil, dan ladang serta meneror penduduk setempat. Rekaman yang beredar di media sosial juga menunjukkan sekelompok pemukim bertopeng, seperti yang menyerang rumah keluarga Ahmad, melemparkan batu ke penduduk dan rumah penduduk setempat, sementara asap tebal mengepul di udara.

Video serangan pemukim dan pembakaran kendaraan di Turmus Ayya

Baca Juga

In Honor of Resilience (2): Sepenggal Kenangan dari Syuhada Gaza, Mereka yang Melawan dengan Tulisan, Lukisan, dan Aksi di Lapangan

Ketika Isra’ Mi’raj Memanggil Umat untuk Kembali kepada Al-Aqsa

تغطية صحفية: “مشاهد بطولية لتصدي الأهالي لاعتداءات المستوطنين في بلدة ترمسعيا برام الله”. pic.twitter.com/XKPnogLdXg

— وكالة شهاب للأنباء (@ShehabAgency) June 21, 2023

تغطية صحفية: “مستوطنون يحرقون منازل للفلسطينيين ترمسعيا شمال شرق رام الله”. pic.twitter.com/o6GDtWlzPb

— وكالة شهاب للأنباء (@ShehabAgency) June 21, 2023

Pejabat kesehatan Palestina melaporkan bahwa seorang warga Palestina tewas akibat serangan tersebut. Korban yang terbunuh itu bernama Omar Qattin (27), yang menurut kesaksian penduduk adalah ayah dari dua anak kecil dan bekerja sebagai tukang listrik di kotamadya setempat. Sementara itu, 12 penduduk lainnya dilaporkan luka-luka, sedikitnya empat orang terluka oleh tembakan, termasuk satu yang dilaporkan dalam kondisi serius, menurut Kementerian Kesehatan Otoritas Palestina.

Mengenai korban yang terbunuh, Omar Qattin, saksi mata mengatakan bahwa Qattin saat itu sama sekali tidak berada di dekat pasukan Israel. “Dia hanya berdiri di sana. Dia adalah orang yang lugu dan baik hati. Dia tidak membawa batu, dia sama sekali tidak bersenjata, bahkan dia berjarak setidaknya setengah mil jauhnya dari militer,” kata Khamis Jbara, tetangganya. “Dia biasa bekerja dari jam 6 pagi sampai jam 6 sore. Dia adalah pria yang tenang,” tambahnya.

Omar Qattin, pria Palestina yang meninggal akibat serangan pemukim di Turmus Ayya (Shehab Agency)

Beberapa jam setelah serangan pada Rabu sore di Turmus Ayya, puluhan pemukim juga menyerang Desa Urif di Tepi Barat. Rekaman yang beredar menunjukkan seorang pemukim bertopeng di Urif menyobek sebuah Al-Qur’an kemudian membuang halaman-halamannya ke tanah. Sehari setelahnya, media Palestina melaporkan bahwa para pemukim juga berusaha menyerang Desa Jalud. Rekaman di media sosial menunjukkan pemukim dan warga Palestina saling melempar batu di daerah tersebut. Di Tepi Barat, Israel juga dilaporkan telah menggunakan pesawat tak berawak (drone) untuk menyerang penduduk. Teknologi tersebut baru digunakan kembali tahun ini setelah 20 tahun.

Pada Sabtu, puluhan pemukim, dengan perlindungan tentara Israel, juga menyerbu rumah-rumah warga Palestina dalam tindakan yang mereka sebut sebagai “pogrom” terorganisasi. Puluhan pemukim mengamuk di desa Umm Safa, di Tepi Barat, meneror penduduk setempat. Rekaman video dari serangan itu telah tersebar secara online yang menunjukkan gerombolan pemukim berkeliling dan menembakkan peluru ke arah rumah-rumah Palestina. Kanal media Palestina Arab48 mengatakan bahwa setidaknya 10 rumah dan tujuh kendaraan hancur akibat serangan di Umm Safa.

Selain menyerang desa-desa lainnya di Tepi Barat, serangan pemukim di Desa Turmus Ayya juga masih berlangsung hingga Minggu, 25 Juni 2023, atau lima hari setelah serangan pertama diluncurkan. Kelompok pemukim Israel pada Minggu pagi membakar tanaman di Turmus Ayya, hanya dalam hitungan hari setelah desa itu menjadi sasaran amukan yang menyebabkan setidaknya 30 rumah dan 70 kendaraan terbakar.

Sejak tahun lalu, Israel secara terbuka memprakarsai kampanye Break the Wave, yang memungkinkan mereka melakukan serangan militer hampir setiap hari di Tepi Barat dan meningkatkan tindakan tembak-mati, juga disertai dengan penangkapan massal. Hal tersebut mengakibatkan tahun 2022 menjadi tahun yang paling mematikan bagi warga Palestina di wilayah pendudukan sejak Intifada Kedua dua dekade lalu.

Sejak awal tahun ini, pasukan dan pemukim Israel telah membunuh setidaknya 171 warga Palestina, termasuk 26 anak-anak. Sebanyak 135 kematian telah dicatat di Tepi Barat dan Al-Quds (Yerusalem) Timur dan 36 lainnya di Jalur Gaza. Dengan banyaknya jumlah pembunuhan warga Palestina oleh pasukan dan pemukim Israel yang tercatat selama lima bulan pertama tahun 2023 saja, akankah dunia internasional tetap membiarkan tahun ini kembali menjadi tahun yang paling mematikan bagi penduduk Palestina seperti tahun lalu?

 

Salsabila Safitri, S.Hum.

Penulis merupakan Relawan Departemen Penelitian dan Pengembangan Adara Relief International yang mengkaji tentang realita ekonomi, sosial, politik, dan hukum yang terjadi di Palestina, khususnya tentang anak dan perempuan. Ia merupakan lulusan sarjana jurusan Sastra Arab, FIB UI.

Sumber:

https://www.aljazeera.com/features/2023/6/29/no-singing-no-joy-how-settlers-ruined-a-palestinian-wedding

https://www.aljazeera.com/news/2023/6/25/israeli-forces-say-will-clamp-down-on-settler-terrorism

https://www.middleeasteye.net/news/israeli-settlers-rampage-through-palestinian-villages-fifth-day

https://www.timesofisrael.com/armed-settlers-opened-fire-during-rampage-in-west-banks-turmus-ayya-footage-shows/

https://www.bbc.com/news/world-middle-east-65973383

  1. Seluruh nama disamarkan untuk alasan keamanan ↑

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

Tags: ArtikelPalestinaSerangan
ShareTweetSendShare
Previous Post

BBC: “Pasukan Israel Senang Membunuh Anak-Anak”

Next Post

Bahaya! Kasus TBC pada Anak di Bogor Naik Drastis

Adara Relief International

Related Posts

Lukisan karya Maram Ali, seniman yang suka melukis tentang Palestina (The New Arab)
Artikel

In Honor of Resilience (2): Sepenggal Kenangan dari Syuhada Gaza, Mereka yang Melawan dengan Tulisan, Lukisan, dan Aksi di Lapangan

by Adara Relief International
Januari 19, 2026
0
21

“Harapan hanya dapat dibunuh oleh kematian jiwa, dan seni adalah jiwaku — ia tidak akan mati.” Kalimat tersebut disampaikan oleh...

Read moreDetails
Ketika Isra’ Mi’raj Memanggil Umat untuk Kembali kepada Al-Aqsa

Ketika Isra’ Mi’raj Memanggil Umat untuk Kembali kepada Al-Aqsa

Januari 19, 2026
20
Kubah As-Sakhrah pada Senja hari. Sumber: Islamic Relief

Isra Mikraj dan Sentralitas Masjid Al-Aqsa dalam Akidah Islam

Januari 19, 2026
23
Lukisan karya Maram Ali, seniman yang suka melukis tentang Palestina (The New Arab)

In Honor of Resilience (1): Sepenggal Kenangan dari Syuhada Gaza, Mereka yang Bersuara Lantang dan Berjuang Mempertahankan Kehidupan

Januari 14, 2026
25
Sebuah grafiti dengan gambar sastrawan Palestina, Mahmoud Darwish, dan penggalan puisinya, “Di atas tanah ini ada hidup yang layak diperjuangkan”. (Zaina Zinati/Jordan News)

Antara Sastra dan Peluru (2): Identitas, Pengungsian, dan Memori Kolektif dari kacamata Darwish dan Kanafani

Januari 12, 2026
87
Banjir merendam tenda-tenda pengungsian di Gaza (Al Jazeera)

Banjir dan Badai di Gaza: Vonis Mati Tanpa Peringatan

Januari 7, 2026
59
Next Post
Bahaya! Kasus TBC pada Anak di Bogor Naik Drastis

Bahaya! Kasus TBC pada Anak di Bogor Naik Drastis

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantuan Sembako Jangkau Ratusan Warga Sumbar Terdampak Banjir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630