Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy meminta pemerintah daerah (pemda) untuk menyisihkan APBD untuk program pengurangan angka stunting dan penghapusan kemiskinan ekstrem di wilayahnya. Hal itu diungkapkan Muhadjir Effendy saat Roadshow Dialog Stunting dan Kemiskinan Ekstrem secara daring pada Selasa (28/3).
“Jadi, ini mohon betul-betul mendapatkan perhatian serta menyinergikan semua sumber-sumber dana yang ada dari berbagai pihak ini untuk dioptimalkan pemanfaatannya agar angka stunting Provinsi Sumatera Selatan bisa di bawah satu digit dan miskin ekstremnya nol persen pada tahun 2024 nanti,” ungkap Muhadjir dalam keterangannya yang dikutip di Jakarta, Jumat (31/3).
Muhadjir menilai, upaya tersebut mampu menekan angka stunting hingga di bawah satu digit di setiap daerah, termasuk Sumsel. Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, angka stunting di Provinsi Sumsel sebesar 18,6%. Angka tersebut mengalami penurunan sebanyak 6,2%, dari angka 24,8% pada tahun 2021.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Sumsel, Edward Candra mengatakan, pihaknya melakukan beberapa pendekatan mulai dari melakukan delapan aksi konvergensi penurunan stunting, hingga penerapan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GMSP). Adapun GMSP merupakan gerakan yang mengajak masyarakat menjadi petani pemula dengan menanam sejumlah komoditas pangan di pekarangan rumah. Sejumlah bantuan seperti bibit dan sarana tanam juga diberikan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel.
Pejabat Bupati Ogan Komering Ulu Teddy Meilwansyah mengatakan penanganan stunting yang dilakukan sudah dimulai dari sektor yang paling hulu yaitu para remaja putri dan ibu hamil. “Mulai dari masa remaja putri melalui pemberian tablet tambah darah serta pemberian makanan tambahan bergizi dan berprotein tinggi kepada para ibu hamil, diharapkan stunting di wilayah kami dapat semakin turun,” tuturnya.
Hal yang sama juga dilakukan oleh Kabupaten Musi Rawas Utara. Pencegahan stunting dilakukan lewat kegiatan Antenatal Care (ANC) Gedor Desa bersama dinas kesehatan melakukan pemeriksaan Ultrasonografi (USG) dan pelayanan kesehatan lainnya pada ibu hamil yang dilakukan oleh dokter spesialis dan terlatih ke desa-desa terpencil.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








