• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Sabtu, April 18, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Akibat Apartheid Tanah, Pertanian Palestina dan Israel Bagaikan Langit dan Bumi

by Adara Relief International
Maret 30, 2023
in Berita Kemanusiaan, Hukum dan HAM
Reading Time: 3 mins read
0 0
0
Akibat Apartheid Tanah, Pertanian Palestina dan Israel Bagaikan Langit dan Bumi
36
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Petani Palestina, Samer Karaja dan rekan-rekannya, memutuskan membangun sumur karena itu satu-satunya cara untuk mendapatkan air untuk pertanian mereka. Tembok apartheid Israel menjulang di dekat lahannya, memutus akses air dan listrik di daerah mereka. Meskipun bekerja keras, mereka tidak bisa mengaksesnya. Mereka tidak diperbolehkan membawa peralatan yang layak karena tentara Israel tidak mengizinkan alat berat berada di dekat tembok. Mereka juga tidak dapat membangun gudang untuk menyimpan air yang mereka bawa dari luar lokasi—dan bahkan jika mereka bisa, membeli air sebanyak itu sangatlah mahal.

Terlepas dari kondisi itu, Karaja dan tiga pemuda Palestina lainnya yang memulai pertanian Ard Alyaas memilih untuk menanam tanaman yang tidak membutuhkan banyak air. Dalam beberapa tahun pertama beroperasi mereka harus beradaptasi dengan cepat. Berada di Saffa, yang berada di Area C Tepi Barat, berarti mereka menghadapi pembatasan ekstra seputar pergerakan, pembangunan, dan penggunaan tanah.

Sekitar dua pertiga lahan subur di Tepi Barat terletak di Area C, yang berarti sebagian besar sektor pertanian di kawasan itu diambil alih oleh permukiman ilegal atau tunduk pada pembatasan ketat. Sebaliknya, pertanian Israel, baik di permukiman maupun di seberang Palestina, mendapat manfaat dari subsidi besar-besaran, pengalihan sumber daya, penekanan pada teknologi mahal yang kadang-kadang didanai oleh hibah Barat, tenaga kerja yang eksploitatif, dan kebebasan penuh akses ke pasar domestik dan internasional.

Bahkan dalam menghadapi eksploitasi sistemik dan kekurangan sumber daya, kata Karaja, dia dan rekan-rekannya terus mendapat dukungan dari masyarakat, yang memberi mereka motivasi untuk terus bertahan. Adanya masalah dalam hal pengairan membuat para petani memutuskan untuk fokus pada gandum, kacang polong, dan buncis, karena semua tanaman itu dapat bertahan hidup hanya berdasarkan curah hujan.

Sekitar 60 mil barat daya Saffa dan lima mil dari Gaza, sebuah peternakan Israel memperlihatkan situasi yang sama sekali berbeda: mereka berkembang secara finansial, menggunakan teknologi mahal untuk mencapai hal-hal yang luar biasa. Mereka memberi tahu para pengunjung bahwa mereka telah mencapai hal yang mustahil sebelumnuya; menanam tanaman di gurun Naqab. Pertanian Salad Trail, dijalankan oleh ahli agronomi Uri Alon, menarik banyak turis, acara TV Israel, dan jurnalis asing untuk memamerkan praktik inovatifnya.

Pariwisata, yang merupakan salah satu tujuan utama Salad Trail, merupakan sektor utama perekonomian Israel. Menurut Statista, 4,5 juta orang melakukan perjalanan ke wilayah tersebut pada tahun 2019, sementara sekitar 6% dari semua pekerjaan di negara tersebut terkait dengan pariwisata. Sementara itu, lima mil jauhnya dari Salad Trail, penduduk Gaza terancam di bawah ambang kelaparan ekstrem akibat tidak bisa bertahan hidup dengan kondisi pertanian mereka.

Di Gaza, para petani yang diblokade harus menghasilkan panen yang cukup untuk hampir 2 juta orang yang tinggal di sana, terlepas dari berbagai situasi. Mulai dari herbisida yang disemprotkan oleh pasukan Israel hingga aturan ekspor yang ketat, petani Gaza bekerja dalam keadaan paling ekstrem. Akibatnya, menurut laporan PBB tahun 2017, petani Palestina di Gaza tidak dapat mengakses sekitar 35% lahan pertanian karena pemberlakuan zona penyangga yang diberlakukan oleh Israel. laporan UNCTAD memperkirakan bahwa sektor pertanian di Gaza telah kehilangan sekitar 46% nilainya sejak tahun 2000, dan sekitar 68% penduduk di Gaza mengalami kerawanan pangan.

Karaja dan rekan-rekannya sesama petani Palestina selalu memperhitungkan dampak pendudukan dan apartheid terhadap pekerjaan mereka, kemudian membuat penyesuaian dengan petani setempat. “Kami memiliki hubungan yang berbeda dengan tanah,” kata Karaja, “dan kami percaya bahwa tanah kami selalu dapat menyediakan kebutuhan jika kami menghidupkannya kembali. Adalah tanggung jawab kami untuk menghidupkan kembali tanah kami dan melindungi hubungan kami dengannya.”

Sumber:

https://mondoweiss.net

***

Baca Juga

Serangan Berlanjut, 8 Warga Gaza Terbunuh di Tengah Krisis Bantuan

Marwan Barghouti Alami Penyiksaan Berulang di Penjara Israel

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

Tags: ApartheidPalestinaUpdate Palestina
ShareTweetSendShare
Previous Post

‘Kita dalam Bahaya Sekarang’: Vanuatu Deklarasikan Darurat Iklim

Next Post

Nyawa Tawanan Palestina Terancam di Penjara Israel karena Aturan Ini

Adara Relief International

Related Posts

Serangan Berlanjut, 8 Warga Gaza Terbunuh di Tengah Krisis Bantuan
Berita Kemanusiaan

Serangan Berlanjut, 8 Warga Gaza Terbunuh di Tengah Krisis Bantuan

by Adara Relief International
April 16, 2026
0
18

Sedikitnya delapan warga Palestina terbunuh dan 29 lainnya terluka dalam serangan terbaru pasukan Israel di Jalur Gaza dalam 24 jam...

Read moreDetails
Marwan Barghouti Alami Penyiksaan Berulang di Penjara Israel

Marwan Barghouti Alami Penyiksaan Berulang di Penjara Israel

April 16, 2026
18
Laporan: Ribuan Anak Palestina Ditawan, Alami Kekerasan dan Kondisi Buruk

Laporan: Ribuan Anak Palestina Ditawan, Alami Kekerasan dan Kondisi Buruk

April 16, 2026
23
Pejabat Gaza: Bantuan Tak Tepat Sasaran, Bayi Terancam Tanpa Listrik

Pejabat Gaza: Bantuan Tak Tepat Sasaran, Bayi Terancam Tanpa Listrik

April 16, 2026
14
UNESCO Adopsi Resolusi Dukung Palestina, Soroti Perlindungan Warisan Budaya

UNESCO Adopsi Resolusi Dukung Palestina, Soroti Perlindungan Warisan Budaya

April 16, 2026
15
754 Warga Gaza Terbunuh di tengah Gencatan Senjata

754 Warga Gaza Terbunuh di tengah Gencatan Senjata

April 15, 2026
37
Next Post
Nyawa Tawanan Palestina Terancam di Penjara Israel karena Aturan Ini

Nyawa Tawanan Palestina Terancam di Penjara Israel karena Aturan Ini

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]

    Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dermawan yang Hakiki; Memberi Tanpa Diminta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantuan Sembako Jangkau Ratusan Warga Sumbar Terdampak Banjir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Eskalasi dan Agresi; Dalih Israel untuk Mengambil Alih Kendali Masjid Al-Aqsa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

00:02:23

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630