Militer Israel mengatakan pasukannya telah menembak dan membunuh tiga pemuda Palestina yang menembaki tentara di Tepi Barat. Hal ini menjadikan peristiwa tersebut sebagai pertumpahan darah terbaru dalam gelombang kekerasan selama setahun belakangan di wilayah tersebut. Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan bahwa para korban tewas pada Minggu (12/3) di dekat kota Nablus dan mengidentifikasi mereka sebagai Jihad Mohammed al-Shami (24), Uday Othman al-Shami (22), dan Mohammed Raed Dabeek (18).
Tentara Israel mengatakan bahwa orang-orang bersenjata melepaskan tembakan ke posisi tentara di dekat persimpangan Jit di sebelah barat Nablus, sehingga tentara menanggapi mereka dengan “tembakan langsung”. Tentara Israel menyatakan bahwa tiga pemuda bersenjata dilumpuhkan selama baku tembak dan seorang pemuda bersenjata tambahan menyerahkan diri kepada pasukan, dan tidak ada tentara Israel yang terluka. Para tentara, anggota unit pengintai infanteri elit Golani, menyita tiga senapan M-16 dan sebuah pistol yang digunakan oleh warga Palestina, kata perwakilan tentara.
Kekerasan Masih Terus Berlanjut
Ketegangan antara pasukan Israel dan pemukim dengan penduduk Palestina telah meningkat selama setahun terakhir. Pasukan Israel telah menangkap ribuan warga Palestina di Tepi Barat dan membunuh lebih dari 200 warga Palestina, baik itu warga sipil maupun pejuang. Lebih dari 40 warga Israel dan warga negara asing tewas dalam serangan selama periode yang sama.
Serangan Israel menjadi lebih mematikan tahun ini sejak pemerintah sayap kanan ekstrem berkuasa di bawah pimpinan Benyamin Netanyahu, memberdayakan kelompok pemukim di Tepi Barat, yang baru-baru ini mengamuk di Kota Huwara dalam serangan yang diberi label “pogrom”. Permukiman Israel adalah ilegal menurut hukum internasional, meski demikian terdapat 600.000 dan 750.000 pemukim Israel di Tepi Barat dan Al-Quds Timur.
Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Lloyd Austin, menyatakan keprihatinan tentang kekerasan pemukim Yahudi terhadap warga Palestina saat berkunjung ke Israel pada Kamis. Dalam konferensi pers bersama dengan timpalannya dari Israel, Yoav Galant, Austin mengatakan komitmen kuat Washington terhadap keamanan Israel tetapi memperingatkan terhadap tindakan yang dapat memicu lebih banyak ketidakamanan.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








