• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Selasa, Januari 20, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home International

Mengenal Lebih Dekat Tawanan Termuda di Dunia, Syadi Farah (13 tahun)

by Adara Relief International
Juli 9, 2017
in International
Reading Time: 4 mins read
0 0
0
Mengenal Lebih Dekat Tawanan Termuda di Dunia, Syadi Farah (13 tahun)
14
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Al-Quds Terjajah, Pusat Informasi Al-Quds.

Dikelilingi para tawanan lainnya, tidak ada yang tampak darinya kecuali senyuman. Mengira bahwa ini hanya salah satu adegan pertunjukkan drama di sekolah, padahal ini adalah sebuah kenyataan.

Syadi Farah didakwa atas tuduhan upaya penusukan. Namun ia tetaplah kanak-kanak yang selalu menyenandungkan cintanya pada Al-Aqsha.

Tragedi kekerasan terhadap anak Palestina menyatu dalam potret Syadi Farah (13 tahun), tawanan termuda di dunia.
Penguasa Zionis penjajah tidak menggubris alasan bahwa Syadi masih anak-anak.

Syadi ditangkap sejak 29 Januari 2015, saat ia kembali dari sekolahnya di kawasan Kafr ‘Aqb. Ia diinterogasi dengan kasar dengan dalih dan tuduhan dusta penjajah bahwa ia berniat melakukan penusukan. Syadi hanya ditemani kawan sekolahnya Ahmad Za’tari.

Pesan Cinta

Dari balik jeruji, Syadi mengirimkan surat cinta dan rindu pada ibunya yang merasakan pedihnya kehilangan putranya, siang dan malam. Surat tersebut berisi ucapan selamat milad dari seorang anak pada ibunya, namun bukan ucapan selamat biasa.

Bocah tawanan tersebut mengatakan dalam suratnya, “Untuk ibu dan keluargaku. Semoga kebaikan tercurah bagi kalian sepanjang tahun ini, walaupun kali ini aku jauh dari Ibu. Aku ingin Ibu tetap tegar, mengangkat kepala seperti pohon kurma yang tidak tergoyahkan angin bahkan diguncang sekalipun. Ibu, jangan bersedih karena ini semua adalah ujian dari Allah.”

Baca Juga

Dukung Anak-Anak Gaza, Konten Kreator Ms. Rachel Dituduh Anti-Semit

Melebihi Tingkat Bencana, Lebih dari Setengah Pasokan Medis Gaza Tidak Tersedia

Sang Bocah mengakhiri surat yang huruf-hurufnya menyiratkan kesedihan karena berjauhan dengan keluarga akibat ketetapan penguasa penjajah Zionis atas nama keadilan dengan ungkapan, “Jangan gusar dengan apa yang terjadi, Ibu. Hari ini aku berdiri di depan cermin berusaha melepas hal-hal buruk dalam diriku agar aku mendapatkan potensi terbaikku.”

Syadi tidak lupa menitipkan salam rindu dan cinta kepada keluarga dan teman-temannya, dan menutup suratnya dengan, “Aku mencintaimu, Ibu.”

Kerinduan di Bulan Ramadhan

Ditangkapnya Syadi menghalangi kebersamaannya dengan keluarga untuk merasakan kebahagiaan di bulan Ramadhan. Hal yang menambah kerinduan mereka dari hari ke hari. Kerinduan karena rasa kehilangan orang-orang di Kawasan Samir Amis Al-Quds Utara pada kehangatan suaranya yang biasa terdengar di saat sahur.

Kenangan Indah yang bertambah bagi Syadi di bulan Ramadhan adalah ketika Ibunda Syadi Farah mengatakan pada koresponden Pusat Informasi Palestina, “Kami merindukan Syadi yang biasanya membawa sari kurma India dan almond di tangannya. Juga kesigapannya membersamai para anak muda lainnya dengan drum dan pengeras suara untuk membangunkan sahur, hingga akhirnya ia pulang usai sholat Subuh.”

Penundaan Proses Pengadilan

Bocah kecil ini juga harus berhadapan dengan interogasi brutal di dalam penjara. Sejak awal mereka -Syadi dan tawanan lainnya- diinterogasi dengan menggunakan metode interogasi terburuk yang melanggar hak mereka. Sipir penjara melepaskan baju keduanya lalu menyiramkan air dingin ketika cuaca sedang dingin.

Mahkamah Pusat di Al-Quds menunda sidang atas kasus Syadi hingga 7 Desember yang akan datang. Tujuannya agar ia dan keluarganya geram. Mereka juga memaksakan agar ada pengakuan dengan cara menyiksa mental dan fisik.

Ibunda Syadi menjelaskan putranya ditangkap di Jalan I Al-Quds yang terjajah, di dalam terminal bersama temannya, Ahmad Azza’tari. Lalu mereka dipindahkan ke pusat interogasi Almaskubiyah dan menuding keduanya dengan tuduhan memiliki pisau dan melakukan upaya penusukan. Syadi diinterogasi tanpa ditemani pengacara atau keluarga.

Diantara metode interogasi yang digunakan -jelas ibunda Syadi- dimana putranya mendapatkan perlakuan yang melanggar hukum saat dipaksa mengaku, adalah mereka melepaskan bajunya dan menempatkannya di bawah AC dan dibiarkan lama dengan alat penurun suhu.

Dipastikan bahwa Syadi bersikukuh menolak tuduhan atas dirinya. Ia mengatakan kepada para interogator, “Kalian memaksa saya terus, saya tidak tahu apa-apa dan tidak ada apapun di tangan saya. Coba lihat di video tidak ada apapun di tangan saya.”

Kondisi Penahanan yang Sulit

Setelah masa interogasi dan penahanan di Almaskubiyah selama 5 (lima) hari, penguasa zionis memindahkannya ke lembaga khusus tahanan anak di Palestina Utara, tepatnya di Kota Tamra, Jalil A’la, yang menampung tahanan pelanggaran pidana dan kasus susila.

Senyuman yang Menantang Tembok Penjara

Usia penghuni penjara ini beragam. Mulai dari 15 tahun ke atas. Hal ini sangat berpengaruh terhadap kehidupan Syadi dan menyebabkan tekanan tersendiri pada jiwa Syadi yang selama ini hidup bersama keluarga dan saudara-saudaranya.

Syadi sangat tidak cocok berada di lingkungan kriminal sebab alasan penahanannya adalah faktor keamanan, berbeda dengan tahanan lainnya.

Mahkamah pusat Zionis menggunduli Syadi, dan ini menjadi siksaan dan penderitaan pada jiwa Syadi yang sangat menyayangi rambutnya.

Ibunda Syadi mengatakan pada koresponden Pusat Informasi Palestina, “Yang kami khawatirkan adalah siksaan yang akan bertambah setiap harinya dan berdampak buruk bagi hidupnya.” Hal ini karena sidang terhadapnya dilakukan bertahap hingga 15 kali dengan penundaan untuk masing-masing sidang.

Di sela-sela kunjungan, sang Ibunda memperhatikan Syadi selalu tersenyum meskipun kondisi penahanannya buruk.
Syadi hanya bisa dikunjungi satu pekan sekali dengan biaya dari keluarga. Hal yang menambah derita dan menambah beban biaya yang besar hingga berpengaruh pada kunjungan mereka, demikian Ibunda Syadi bertutur.

Keunggulan Akademik dan Olahraga

Mengenai pembatasan kegiatan olahraga senam oleh penjajah terhadap tahanan, Ibunda Syadi mengatakan, “Sebagai keluarga kami sangat menderita karena dipisahkan dengan Syadi dari rumah. Dia anak yang sangat berpotensi, sangat cerdas dan unggul di bidang sains. Dia anggota Perkumpulan Duta Seni dan Tari Tradisional Palestina dan ia juga menyukai senam.”

Militer Zionis penjajah berupaya secara hukum untuk menangkap anak-anak dan menghadapkannya pada mahkamah untuk kemudian memenjarakan mereka dengan vonis berat. Hal ini akan merusak masa depan dan merenggut kesucian masa kanak-kanak mereka. Ini merupakan pelanggaran atas Konvensi Hak Asasi Manusia dan Undang-Undang Internasional yang mewajibkan perlindungaan anak dan hak-hak mereka.

Beberapa survei dan laporan di lapangan menunjukkan penguasa Zionis menahan hampir 400 anak. Mereka hidup dalam kondisi kesehatan dan kemanusiaan yang mengenaskan. Sebagian mereka sedang menunggu putusan berat hingga vonis penjara seumur hidup. Diantara mereka berusia kurang dari 14 tahun. Mereka ditahan dengan kondisi mengenaskan, ditambah berbagai penyiksaan.

Saat ini Syadi memasuki tahun kedua sejak ditangkap tanggal 29 Desember 2015. Dalam kondisi tahanan yang cukup berat, tidak mengahalangi Syadi Farah berprestasi. Ia berhasil meraih nilai 98% (mumtaz) nilai ujiannya yang ia lakukan dari dalam penjara dan ia juga sukses dalam menghafal Al-Quran dan menjadi yang pertama berhasil menghafal Al-Quran sebanyak 30 juz di bulan Ramadhan.

Semoga Allah segera sudahi penderitaannya dan membebaskannya.

(Diterjemahkan oleh Bannasari/Kabid Kajian Adara)

ShareTweetSendShare
Previous Post

Halal bi Halal Adara Relief International

Next Post

Donasi untuk Suriah

Adara Relief International

Related Posts

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar
Berita Kemanusiaan

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

by Adara Relief International
Januari 15, 2026
0
21

Surat kabar Israel Haaretz melaporkan bahwa Amerika Serikat berpotensi mendanai pembangunan pabrik baru kendaraan tempur lapis baja di Israel dengan...

Read moreDetails
Usai Dibebaskan, 10 Tawanan Gaza Dilarikan ke RS Al-Aqsa

Usai Dibebaskan, 10 Tawanan Gaza Dilarikan ke RS Al-Aqsa

Desember 30, 2025
19
Dukung Anak-Anak Gaza, Konten Kreator Ms. Rachel Dituduh Anti-Semit

Dukung Anak-Anak Gaza, Konten Kreator Ms. Rachel Dituduh Anti-Semit

Desember 8, 2025
18
Melebihi Tingkat Bencana, Lebih dari Setengah Pasokan Medis Gaza Tidak Tersedia

Melebihi Tingkat Bencana, Lebih dari Setengah Pasokan Medis Gaza Tidak Tersedia

Desember 8, 2025
13
Pohon Natal Kembali Bersinar di Betlehem

Pohon Natal Kembali Bersinar di Betlehem

Desember 8, 2025
17
Hampir Setahun Israel Menangkap Dokter Abu Safiya, Gaza Desak Tindakan Internasional

Hampir Setahun Israel Menangkap Dokter Abu Safiya, Gaza Desak Tindakan Internasional

Desember 8, 2025
18
Next Post
Ada Spirit Palestina di Garut

Donasi untuk Suriah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antara Sastra dan Peluru (2): Identitas, Pengungsian, dan Memori Kolektif dari kacamata Darwish dan Kanafani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630