• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Selasa, Januari 20, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Artikel

Belajar dari Gaza, Kota Para Penghafal Al-Qur’an

by Adara Relief International
Desember 29, 2021
in Artikel, Jelajah, Tema Populer
Reading Time: 3 mins read
0 0
0
Belajar dari Gaza, Kota Para Penghafal Al-Qur’an
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Belajar dari Gaza, Kota Para Penghafal Al-Qur’an

Tujuh tahun ke belakang, acara “Hafidz Indonesia” yang ditayangkan oleh stasiun televisi swasta mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Ia menjadi salah satu acara yang digemari keluarga Indonesia. Hal ini berpengaruh pula terhadap visi pendidikan anak dalam keluarga, yaitu untuk memiliki anak yang mampu menghafal dan memahami Al-Qur’an.

https://drive.google.com/drive/u/0/folders/1mPP18dF6KdtfaJW5siciK4OC1Owaa_JH

Dalam memenuhi kebutuhan tersebut, banyak sekolah yang menawarkan hafalan Al-Qur’an sebagai salah satu program unggulan. Lembaga Al-Qur’an mulai menjamur dengan menawarkan berbagai metode. Begitu pula dengan pelatihan-pelatihan Al-Qur’an yang semakin umum untuk diikuti berbagai kalangan. Bahkan, banyak beasiswa diberikan kepada mereka yang menghafal Al-Qur’an.

https://drive.google.com/file/d/1Z0cv89B8B1yI4R8DsrAlifm8aFM8s6V6/view?usp=sharing

Banyak keluarga yang semakin menyadari bahwa Al-Qur’an merupakan salah satu pintu keberkahan. Mereka berharap di rumahnya terdapat penghafal Al-Qur’an, sehingga akan hadir kebaikan yang berlipat bagi tempat tinggal mereka. Kebaikan yang berlipat tak hanya berupa materi, melainkan hadirnya ketenangan di jiwa.

Ternyata, ada sebuah kota di belahan bumi luas ini yang sejak dahulu senantiasa menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an kepada anak mereka. Kota apakah itu?

Ia Gaza, kota yang dijuluki kota penghafal Al-Qur’an. Apa yang membuat Gaza digelari julukan tersebut?

Baca Juga

In Honor of Resilience (2): Sepenggal Kenangan dari Syuhada Gaza, Mereka yang Melawan dengan Tulisan, Lukisan, dan Aksi di Lapangan

Ketika Isra’ Mi’raj Memanggil Umat untuk Kembali kepada Al-Aqsa

  1. Hampir seluruh penduduknya menghafal Al-Qur’an
    Kota Gaza memiliki prinsip, “1 Keluarga, 1 Penghafal Al-Qur’an”.
    Hal inilah yang menjadikan mereka bersemangat dan berlomba-lomba menghafal al-Qur’an. Pada 2019, lebih dari 700 orang diwisuda karena berhasil menyelesaikan hafalan 30 Juz. Saat ini, total penduduk Gaza yang sudah hafal Al-Qur’an adalah sekitar 50.000 orang. Sementara, sekitar 300.000 penduduknya sedang menghafalkannya.  Angka ini menunjukkan tingginya perhatian warga Gaza untuk menghafal Al-Quran
  1. Para pemimpin Gaza adalah penghafal Al-Qur’an
    Sejak di blokade pada peristiwa Nakbah 1948, Gaza terus melahirkan para penghafal Al-Qur’an, tak terkecuali para pemimpinnya. Karena bagi rakyat Gaza, Al-Qur’an merupakan ruh utama perjuangan mereka.
  1. Para muslimah penghafal Al-Qur’an
    Ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya. Agaknya, hal inilah yang menjadi jawaban kenapa anak-anak Gaza memiliki kemampuan menghafal Al-Qur’an dengan cepat. Ibu mereka adalah penghafal Al-Qur’an. Bukan hal yang istimewa jika di Gaza terdengar pengumuman ada seorang ibu, bahkan lansia sekalipun, menjadi penghafal Al-Qur’an. Bagi rakyat Gaza, menghafal Al-Qur’an bukanlah soal usia, melainkan tentang seberapa tinggi kemauan.
  1. Para tawanan penghafal Al-Qur’an
    Himpitan, tekanan, dan siksaan, tidak pernah memupus semangat rakyat Gaza yang ditawan untuk terus menghafal. Mereka memenuhi penjara dengan lantunan tilawah dan setoran hafalan. Tak terhitung jumlah tawanan yang memiliki sertifikat hafalan, sebab sejatinya yang dibatasi oleh jeruji penjara hanya fisik mereka, sementara kecintaan mereka terhadap Al-Qur’an melewati segala keterbatasan yang sedang dialami.
    Dr. Ahmad Bahar yang merupakan wakil Parlemen Gaza  mengatakan, “Palestina bangga memiliki 100 ribu tentara yang semuanya telah hafal Al- Qur’an”
  1. Anak-anak Palestina penghafal Al-Qur’an.
    Muhind, seorang anak Palestina yang belum menginjak usia 10 tahun, mampu menghafal Al-Qur’an selama 26 hari. Tidak jauh berbeda dengan Ahmad, temannya, yang berhasil menghafalkannya selama 27 hari.

Kecintaan warga Gaza terhadap Al-Qur’an, sungguh membuat tercengang. Seluruh penduduknya menghafalkannya, tidak peduli usia dan dari kalangan mana mereka berasal. Dalam kondisi yang serba terbatas, yaitu blokade yang tidak berkesudahan, sulitnya akses terhadap berbagai fasilitas, juga diputuskannya hubungan dengan dunia luar, mereka mampu menghadirkan semangat untuk terus menghafalkan Al-Qur’an. Bahkan, dalam kondisi paling mengerikan sekalipun, saat diteror oleh bom, mereka melantunkan Al-Qur’an untuk mengurangi ketakutan. Mereka juga menjadikan Al-Quran sebagai trauma healing bagi segala hal-hal buruk yang mereka alami.

Dari Gaza kita belajar bahwa kesulitan sebesar apa pun, bukanlah halangan untuk menghafal Al-Qur’an. Kota yang sedang mereka tinggali, memang dipenuhi teror dan jauh dari kata nyaman, tetapi keberkahan hidup, tidak dapat diukur hanya dengan hal-hal yang terlihat. Optimisme rakyat Gaza akan masa depan negara mereka yang tengah dijajah, terpancar dari senyuman mereka di tengah segala himpitan. Optimisme itu dapat sesungguhnya dapat dimulai dari rumah kita, dari kita sendiri.

 

Penulis
Izzatur Rifdah Ismail, Lc.
Penulis merupakan anggota Departemen Penelitian dan Pengembangan Adara Relief International yang mengkaji tentang realita anak dan perempuan Palestina.
Ia telah menyelesaikan pendidikan strata 1 di Lipia dan sedang menempuh pendidikan tafsir di Universitas Quran Omdurman, Sudan.

 

 

Tags: Palestina
ShareTweetSendShare
Previous Post

Rifqa El-Kurd, Pohon Melati Palestina #5

Next Post

Pembunuhan Lima Warga Palestina di Jenin dan Al Quds

Adara Relief International

Related Posts

Lukisan karya Maram Ali, seniman yang suka melukis tentang Palestina (The New Arab)
Artikel

In Honor of Resilience (2): Sepenggal Kenangan dari Syuhada Gaza, Mereka yang Melawan dengan Tulisan, Lukisan, dan Aksi di Lapangan

by Adara Relief International
Januari 19, 2026
0
23

“Harapan hanya dapat dibunuh oleh kematian jiwa, dan seni adalah jiwaku — ia tidak akan mati.” Kalimat tersebut disampaikan oleh...

Read moreDetails
Ketika Isra’ Mi’raj Memanggil Umat untuk Kembali kepada Al-Aqsa

Ketika Isra’ Mi’raj Memanggil Umat untuk Kembali kepada Al-Aqsa

Januari 19, 2026
20
Kubah As-Sakhrah pada Senja hari. Sumber: Islamic Relief

Isra Mikraj dan Sentralitas Masjid Al-Aqsa dalam Akidah Islam

Januari 19, 2026
25
Lukisan karya Maram Ali, seniman yang suka melukis tentang Palestina (The New Arab)

In Honor of Resilience (1): Sepenggal Kenangan dari Syuhada Gaza, Mereka yang Bersuara Lantang dan Berjuang Mempertahankan Kehidupan

Januari 14, 2026
25
Sebuah grafiti dengan gambar sastrawan Palestina, Mahmoud Darwish, dan penggalan puisinya, “Di atas tanah ini ada hidup yang layak diperjuangkan”. (Zaina Zinati/Jordan News)

Antara Sastra dan Peluru (2): Identitas, Pengungsian, dan Memori Kolektif dari kacamata Darwish dan Kanafani

Januari 12, 2026
112
Banjir merendam tenda-tenda pengungsian di Gaza (Al Jazeera)

Banjir dan Badai di Gaza: Vonis Mati Tanpa Peringatan

Januari 7, 2026
59
Next Post
Pembunuhan Lima Warga Palestina di Jenin dan Al Quds

Pembunuhan Lima Warga Palestina di Jenin dan Al Quds

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antara Sastra dan Peluru (2): Identitas, Pengungsian, dan Memori Kolektif dari kacamata Darwish dan Kanafani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630