Kantor Media Pemerintah Gaza mendesak otoritas Mesir untuk segera membuka perlintasan perbatasan Rafah guna mentransfer 6.000 warga Palestina yang terluka untuk menerima penanganan medis di luar negeri.
“Pada hari Ahad, jumlah korban luka-luka di antara warga Palestina mencapai lebih dari 58.000, termasuk 6.000 orang yang mengalami luka kritis dan sekitar 5.000 luka serius,” demikian kantor tersebut mengatakan, seperti yang dilaporkan oleh Middle East Monitor (MEMO).
Kantor tersebut menekankan bahwa rumah sakit di Gaza tidak mampu mengobati sejumlah besar warga Palestina yang terluka. Saat ini, hanya 10 hingga 20 orang terluka yang diizinkan untuk dipindahkan keluar dari Gaza setiap harinya, dan jumlah kecil ini memperparah penderitaan para korban yang jumlahnya meningkat ratusan setiap harinya.
Kantor tersebut juga mendesak Mesir untuk memperbaiki mekanisme persetujuan pemindahan para korban, sehingga jumlah korban yang dipindahkan dapat mencapai ratusan hingga ribuan. Mereka juga mendesak AS dan komunitas internasional untuk menghentikan genosida yang Israel lakukan terhadap rakyat Gaza.
sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








