• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Kamis, Februari 19, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

135 Jenazah Warga Gaza Dikembalikan dari Israel dalam Kondisi Tanda Penyiksaan dan Mutilasi

by Adara Relief International
Oktober 22, 2025
in Berita Kemanusiaan
Reading Time: 2 mins read
0 0
0
135 Jenazah Warga Gaza Dikembalikan dari Israel dalam Kondisi Tanda Penyiksaan dan Mutilasi
16
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Sedikitnya 135 jenazah warga Palestina dikembalikan dari Israel ke Jalur Gaza dalam kondisi mengenaskan dengan tanda-tanda penyiksaan dan mutilasi, sebagaimana dilaporkan The Guardian pada Senin (20/10). Selain itu, seorang tawanan lanjut usia asal Gaza juga dilaporkan meninggal dunia setelah setahun ditahan di penjara Israel.

Temuan ini menambah kekhawatiran atas penyiksaan sistematis terhadap para tawanan Palestina, termasuk mereka yang ditawan di kamp penahanan Sde Teiman di Gurun Negev, fasilitas yang telah lama dikenal karena praktik penyiksaan dan perlakuan tidak manusiawi.

Menurut laporan lembaga hak asasi, para tawanan di Sde Teiman mengalami pemukulan, penyiksaan fisik dan seksual, bahkan dipaksa telanjang dalam suhu dingin. Beberapa saksi juga melaporkan adanya tawanan yang diamputasi anggota tubuhnya, sementara foto-foto dari kamp menunjukkan tawanan dalam posisi terborgol dan dibelenggu di dalam kandang, sebagian ditutup matanya dan dipakaikan popok.

Kementerian Kesehatan Gaza menyebutkan bahwa 135 jenazah tersebut dikembalikan sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat. Setiap kantong jenazah berisi dokumen berbahasa Ibrani yang menunjukkan bahwa jenazah-jenazah itu sebelumnya disimpan di fasilitas Sde Teiman, ungkap Direktur Kementerian Kesehatan Gaza, Dr. Munir al-Bursh.

Direktur Kompleks Medis Nasser di Gaza, Dr. Eyad Barhoum, mengatakan bahwa proses identifikasi masih berlangsung karena jenazah dikembalikan tanpa nama, hanya dengan kode. Ia menegaskan banyak di antara jenazah tersebut menunjukkan tanda-tanda penyiksaan berat, termasuk tangan terikat ke belakang, tali di leher, memar, dan luka tembak.

Direktur Departemen Tahanan di Physicians for Human Rights Israel, Naji Abbas, menyebut temuan ini “mengerikan, tapi tidak mengejutkan,” karena sesuai dengan laporan lembaganya selama dua tahun terakhir yang mengungkap adanya penyiksaan dan pembunuhan sistematis di penjara Israel, khususnya di kamp Sde Teiman.

Abbas menegaskan bahwa jumlah tawanan Palestina yang meninggal di penjara Israel kini mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya, sementara bukti penyiksaan serta kelalaian medis sudah sangat jelas. Ia menyerukan agar penyelidikan internasional independen segera dilakukan untuk meminta pertanggungjawaban Israel atas kejahatan ini.

Sde Teiman, yang sebelumnya digunakan sebagai tempat penyimpanan jenazah warga Gaza, sejak pecahnya perang pada Oktober 2023 telah diubah menjadi kamp penahanan massal. Salah satu korban, Mahmoud Ismail Shabat (34 tahun) dari Gaza utara, ditemukan dengan kaki remuk akibat dilindas tank dan bekas jerat di lehernya.

Laporan dari saksi dan tenaga medis Palestina menunjukkan bahwa sekitar 1.500 jenazah warga Palestina masih ditahan di Sde Teiman, banyak di antaranya diduga merupakan korban penyiksaan dan pembunuhan dalam penjara.

Sementara itu, tawanan lanjut usia, Jamel al-Ajrami (69 tahun), dilaporkan meninggal di Penjara Negev setelah satu tahun ditahan tanpa perawatan memadai. Ayah enam anak asal Gaza itu meninggal di rumah sakit setelah dipindahkan dari penjara dalam kondisi kritis, yang menurut kelompok hak asasi disebabkan oleh penyiksaan dan pengabaian medis.

Baca Juga

Hanya 29% Kepatuhan Israel yang Tercatat dalam Pembukaan Penyeberangan Rafah

Dewan Perdamaian Janjikan $5 Miliar untuk Rekonstruksi Gaza

Sejak agresi Gaza dimulai pada Oktober 2023, ribuan warga Palestina telah ditangkap dari Tepi Barat dan Jalur Gaza. Sekitar 9.100 orang masih ditawan, meskipun hampir 2.000 tawanan Palestina dibebaskan dalam kesepakatan gencatan senjata terakhir.

Perlakuan Israel terhadap para tawanan semakin memburuk setelah agresi dimulai, bahkan menteri-menteri sayap kanan Israel secara terbuka membanggakan kondisi kejam di penjara, termasuk pembatasan makanan dan perlakuan tidak manusiawi.

Sumber: The New Arab

 

ShareTweetSendShare
Previous Post

Tentara Israel Tutup Lembaga Amal Palestina untuk Anak Yatim di Hebron

Next Post

Garis “Kuning” Gencatan Senjata di Gaza: Batas Tak Kasatmata yang Menjadi Garis Kematian

Adara Relief International

Related Posts

Ramadan di Gaza: Antara Kehancuran dan Kelangsungan Hidup
Berita Kemanusiaan

Ramadan di Gaza: Antara Kehancuran dan Kelangsungan Hidup

by Adara Relief International
Februari 18, 2026
0
16

Untuk tahun ketiga berturut-turut, Jalur Gaza menyambut Ramadan di tengah genosida terang-terangan dan konsekuensi kemanusiaan serta ekonomi yang belum pernah...

Read moreDetails
Israel Akan Tetapkan Tanah di Tepi Barat sebagai “Milik Negara”

Israel Akan Tetapkan Tanah di Tepi Barat sebagai “Milik Negara”

Februari 18, 2026
13
Hanya 29% Kepatuhan Israel yang Tercatat dalam Pembukaan Penyeberangan Rafah

Hanya 29% Kepatuhan Israel yang Tercatat dalam Pembukaan Penyeberangan Rafah

Februari 18, 2026
13
Dewan Perdamaian Janjikan $5 Miliar untuk Rekonstruksi Gaza

Dewan Perdamaian Janjikan $5 Miliar untuk Rekonstruksi Gaza

Februari 18, 2026
13
Indonesia Akan Kirim 1.000 Tentara ke Gaza pada Bulan April

Indonesia Akan Kirim 1.000 Tentara ke Gaza pada Bulan April

Februari 18, 2026
15
Israel Tangkap 22.000 Warga Tepi Barat Sejak Awal Genosida

Israel Tangkap 22.000 Warga Tepi Barat Sejak Awal Genosida

Februari 13, 2026
24
Next Post
Garis “Kuning” Gencatan Senjata di Gaza: Batas Tak Kasatmata yang Menjadi Garis Kematian

Garis “Kuning” Gencatan Senjata di Gaza: Batas Tak Kasatmata yang Menjadi Garis Kematian

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

    Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Senjata Terlarang Israel “Lenyapkan” Ribuan Warga Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630