• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Selasa, April 21, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

1.300 Akademisi Israel Memperingatkan untuk Mengakhiri ‘Sadisme’ Tel Aviv di Gaza 

by Adara Relief International
Mei 30, 2025
in Berita Kemanusiaan
Reading Time: 3 mins read
0 0
0
1.300 Akademisi Israel Memperingatkan untuk Mengakhiri ‘Sadisme’ Tel Aviv di Gaza 

Mahasiswa Palestina dan aktivis sayap kiri Israel melambaikan plakat selama upacara "Hari Peringatan Nakba" di kampus Universitas Tel Aviv di Tel Aviv pada 14 Mei (AFP/Jack Guez)

19
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Akhiri “sadisme” Israel di Gaza atau akan terjadi risiko “keruntuhan moral”. Demikian seruan 1.300 akademisi di Israel dalam sebuah surat yang mengejutkan tentang radikalisasi masyarakat Israel dan normalisasi kebencian terhadap Palestina.

Ditandatangani oleh profesor, peneliti, dan dosen Israel yang menilai pemerintah mereka melakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan, surat itu mengatakan bahwa kekerasan mengerikan dalam 19 bulan terakhir adalah “yang kita lakukan sendiri”.

Digelar di bawah spanduk “Bendera Hitam”, sebanyak 1.300 akademisi menyerukan akademisi Israel untuk segera memobilisasi diri demi menghentikan serangan terhadap warga Palestina di Gaza. Mereka memperingatkan bahwa keheningan dalam menghadapi kekejaman massal telah memungkinkan negara terus melakukan kekerasan yang mengerikan. “Kami tidak bisa mengklaim bahwa kami tidak tahu,” kata surat itu. “Kami sudah terlalu lama diam.”

Pernyataan itu mengutuk peran universitas-universitas Israel, yang sebelumnya menolak reformasi peradilan oleh pemerintah Benjamin Netanyahu tetapi sebagian besar tetap terlibat selama genosida yang sedang berlangsung di Gaza. Para penandatangan mendesak kepala lembaga akademis untuk menggunakan pengaruh mereka untuk menghentikan “perang penipuan yang semakin intensif” yang didorong oleh perintah untuk “pertukaran” dan penyelesaian, bukan penyelamatan tawanan.

“Genosida ini dengan sadar dan sengaja menempatkan para sandera pada risiko nyata,” kata Profesor Yael Hashiloni-Dolev dari Universitas Ben-Gurion. “Siapa pun yang membunuh ibu dan bayi kelaparan di Gaza juga merugikan para ibu dari para sandera … Kami berada di tengah-tengah keruntuhan moral.”

“Rasa malu dan menyalahkan harus diarahkan ke tempat mereka benar-benar berada,” kata Hashiloni-Dolev. 

Pada hari protes yang terkoordinasi itu, para akademisi menyatakan istilah “Black Tuesday,” ketika fakultas dan mahasiswa berpakaian hitam di beberapa kampus, berdiri dalam keheningan dan menggantung bendera. Di Universitas Tel Aviv, protes itu disambut dengan intimidasi oleh keamanan kampus dan konfrontasi fisik dari pihak yang berseberangan.

Profesor On Barak dari Universitas Tel Aviv menjelaskan bahwa “Bendera Hitam” merujuk pada doktrin hukum yang muncul setelah terjadi pembantaian Kafr Qasim pada 1956 ketika 48 warga Palestina dibantai oleh Polisi Perbatasan Israel. “Ini menandai saat ketika Israel dari seluruh spektrum politik mengakui kebutuhan untuk menginjak rem dan menahan diri.”

Dia meminta akademisi untuk membantu memanusiakan kembali warga Palestina, memperingatkan bahwa masyarakat Israel telah diprogram untuk membenci: “Ketidakpedulian yang meluas [terhadap warga Gaza] adalah hasil dari kampanye dehumanisasi intensif yang harus ditentang secara aktif.”

Profesor Ido Shahar dari Universitas Haifa mengatakan inisiatif itu muncul dari pertemuan mendesak antara mahasiswa dan dosen. Kelompok ini menyerukan deradikalisasi masyarakat Israel, yang menurut mereka telah menormalkan dan melegitimasi kekerasan terhadap Palestina melalui bertahun-tahun militerisasi, pendudukan, dan hasutan anti-Palestina.

Peringatan dari dalam elit akademik Israel menambah kecaman internasional yang berkembang atas genosida Gaza. Awal pekan ini, lebih dari 300 selebriti global – termasuk Dua Lipa, Benedict Cumberbatch, dan Gary Lineker, yang mengundurkan diri dari BBC atas penentangannya terhadap genosida Gaza – menandatangani surat terbuka yang menuntut Inggris mengakhiri keterlibatannya dalam agresi Israel.

Mereka bergabung dengan lebih dari 800 pengacara, hakim, dan akademisi hukum yang yang menilai pemerintah Inggris melanggar Konvensi Genosida. Sementara itu, 400 penulis terkenal, termasuk Zadie Smith dan Ian McEwan, mengecam kampanye Israel sebagai “genosida” dan mendesak tindakan internasional untuk menghentikannya.

Sumber: https://www.#/20250529-end-tel-avivs-sadism-in-gaza-or-risk-moral-collapse-1300-israeli-academics-warn/ 

Baca Juga

Malnutrisi dan Anemia Ancam Generasi Anak Gaza

Rekonstruksi Gaza Butuh Lebih dari 71 Miliar Dolar AS

https://www.middleeasteye.net/news/1300-israeli-academics-call-end-war-gaza-over-moral-collapse 

https://www.aljazeera.com/news/2025/5/28/we-cant-say-we-didnt-know-israeli-academics-demand-end-to-war-on-gaza 

ShareTweetSendShare
Previous Post

PBB Menolak Bergabung dengan Mekanisme Bantuan Gaza Oleh Israel yang ‘Melanggar Prinsip-Prinsip Kemanusiaan’

Next Post

Utusan PBB Palestina: Anak-Anak Gaza Mati Akibat Kelaparan dan Pengeboman

Adara Relief International

Related Posts

Citra Satelit Ungkap Ekspansi Militer Israel di Gaza
Berita Kemanusiaan

Citra Satelit Ungkap Ekspansi Militer Israel di Gaza

by Adara Relief International
April 21, 2026
0
17

Citra satelit terbaru menunjukkan kontras tajam antara mandeknya rekonstruksi sipil dan percepatan pembangunan militer Israel di Jalur Gaza. Ini terjadi...

Read moreDetails
Otoritas Al-Quds Peringatkan Serbuan Pemukim ke Masjid Al-Aqsa

Otoritas Al-Quds Peringatkan Serbuan Pemukim ke Masjid Al-Aqsa

April 21, 2026
12
Malnutrisi dan Anemia Ancam Generasi Anak Gaza

Malnutrisi dan Anemia Ancam Generasi Anak Gaza

April 21, 2026
11
Rekonstruksi Gaza Butuh Lebih dari 71 Miliar Dolar AS

Rekonstruksi Gaza Butuh Lebih dari 71 Miliar Dolar AS

April 21, 2026
12
Israel Terapkan Aneksasi di Tepi Barat

Israel Terapkan Aneksasi di Tepi Barat

April 21, 2026
11
Sistem Kesehatan Gaza di Ambang Kehancuran

Sistem Kesehatan Gaza di Ambang Kehancuran

April 20, 2026
17
Next Post
Utusan PBB Palestina: Anak-Anak Gaza Mati Akibat Kelaparan dan Pengeboman

Utusan PBB Palestina: Anak-Anak Gaza Mati Akibat Kelaparan dan Pengeboman

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]

    Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dermawan yang Hakiki; Memberi Tanpa Diminta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Palestine Situation Report 86

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

00:02:23

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630