• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Selasa, Januari 20, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home International

Yahudisasi Al-Quds, Adakah yang Peduli?

by Adara Relief International
September 18, 2016
in International
Reading Time: 4 mins read
0 0
0
Israel Resmikan Perang Cyber atas Boikot Israel
14
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Tidak banyak umat Islam yang tahu bagaimana kondisi Al-Quds saat ini. Ada beberapa kemungkinan penyebabnya. Pertama, memang tidak ada di media, dengan kata lain, dinilai tidak menarik atau memang di-design untuk menjauhkan isu ini dari masyarakat. Kedua, lenyapnya rasa peduli umat Islam terhadap masjid suci Al-Aqsha. Penyebab kedua ini semoga tidak terjadi kepada kita.

Baca Juga

Dukung Anak-Anak Gaza, Konten Kreator Ms. Rachel Dituduh Anti-Semit

Melebihi Tingkat Bencana, Lebih dari Setengah Pasokan Medis Gaza Tidak Tersedia

Kabar tentang proyek Zionis Israel yang akan meruntuhkan masjid Al-Aqsha memang sudah sejak lama kita dengar. Para penjajah itu ingin menggantinya dengan Kuil (Ilusi) Sulaeman. Tapi apakah kita telah mencari tahu, bagaimana kondisinya saat ini? Lalu, masihkan kita peduli dengan nasib mereka? Apakah proyek itu masih berjalan, atau jangan-jangan, masjid suci ketiga yang dimuliakan itu sudah roboh?

Secara global, misi besar Zionis Israel adalah melakukan Yahudisasi terhadap kota Al-Quds, kota yang didalamnya terdapat masjid suci Al-Aqsha. Bukan terancam secara fisik, tapi yahudisasi ini merambah hingga sektor demografi, sejarah, identitas kota, kurikulum sekolah-sekolah Palestina, hingga masih banyak lagi. Para penjajah itu sangat serius untuk mencaplok Al-Quds secara keseluruhan dari tangan umat Islam.
Dalam beberapa hari terakhir Yahudisasi di kota Al-Quds semakin menjadi. Permukiman ilegal penjajah Israel jumlahnya terus bertambah, mengitari rumah-rumah warga Palestina yang ada di sana. Satu demi satu rumah mereka dirobohkan, dengan cara itu perlahan-lahan orang-orang Palestina terusir hingga dipastikan tak ada lagi yang tinggal di sana.

Yahudisasi bukan saja urusan pembangunan ratusan unit permukiman ilegal Yahudi, namun juga sampai pada proyek penggalian di bawah areal masjid suci Al-Aqsha. Targetnya tidak lain adalah merapuhkan pondasi dari masjid suci itu, sehingga pada masanya nanti akan roboh dengan sendirinya. Sangat mudah bagi Israel untuk membuat goncangan menyerupai gempa, yang kemudian dapat berimbas kepada robohnya masjid Al-Aqsha.

Beberapa waktu lalu diberitakan, sekumpulan komunitas penduduk ilegal Yahudi tengah merancang pergelaran festival yang sangat tidak etis di kota Al-Quds. Perusahaan-perusahaan Israel pada hari Senin (28/8/2016) kemarin, mengumumkan rencana gila mereka dengan mengadakan festival minum anggur di atas areal perkuburuan Ma’manallah yang berada di Al-Quds selama dua hari, yaitu Rabu dan Kamis (1/9/2016).

Acara ini mendapat dukungan dari walikota Israel di Al-Quds, karena memang bagian dari proyek Yahudisasi mereka. Walhasil, mereka dengan bebas menggelar pesta arak, menari-nari dan bernyanyi-nyanyi dari malam hingga pagi. Mereka melakukan itu semua di kota Al-Quds, tak jauh dari masjid suci Al-Aqsha.

Menurut informasi dari media Israel, dalam pesta itu ada 120 jenis anggur yang dijajakan dari berbagai negara, mereka juga menampilkan artis-artis dunia untuk turut bernyanyi meramaikan acara yang menghinakan identitas Islam dan masjid Al-Aqsha di sana. Sampai-sampai pihak panitia menjual murah aneka macam makanan dan minuman dalam festival tersebut, dengan tujuan ribuan Zionis Israel berbondong-bondong dapat menghadiri acara yang melecehkan umat Islam ini.

Siapapun yang berkuasa dalam pemerintahan Israel, target utama mereka adalah meyahudisasikan Al-Quds. Baru-baru ini PM. Israel, Benjamin Netanyahu menyampaikan rencananya untuk membangun proyek skylift atau kereta gantung. Kereta tersebut akan melewati langit kota Al-Quds. Nantinya akan menjadi penghubung bagi 19 permukiman ilegal Yahudi yang akan dibangun di atas tanah wakaf umat Islam itu.

Ini pertanda bahaya. Karena dengan cara ini Israel menginjak-injak kedaulatan rakyat Palestina. Lembaga Tertinggi Islam di Al-Quds mewanti-wanti proyek ini. Karena bertujuan untuk memunculkan karakter Yahudi di kota Al-Quds dan melenyapkan kesakralan dari warisan umat Islam disana. Rute dari Skylift itu akan melewati makam gerbang Al-Asbath, komplek pemakaman muslim, istana peninggalan Umayyah yang semua itu adalah milik umat Islam.

Seperti yang pernah diutarakan oleh penulis asal Lebanon, Beshare Merhej di halaman situs raialyoum.com beberapa waktu lalu. Ia mengatakan kondisi Yahudisasi di Al-Quds sudah sangat membahayakan. Pertama, melalui sektor agama dan budaya, kedua, mengubah struktur demografi di Al-Quds.

Dari sektor agama dan budaya, Israel berkonsentrasi untuk melenyapkan masjid Al-Aqsha dan menggantinya dengan Kuil (ilusi) Sulaeman. Disamping terus melakukan penggalian di bawah masjid, mereka juga bersikeras menerapkan pembagian waktu penggunaan masjid. Cara ini pernah diterapkan Israel terhadap masjid Al-Ibrahimi. Sayangnya umat Islam diam melihat kondisi di masjid yang berada di Al-Khalil itu, dimana jadwal penggunaan masjid tersebut diatur oleh penjajah Israel. Ada pembagian waktu untuk muslim dan Yahudi. Mungkin Israel menilai cara itu sukses dan
berjalan tanpa hambatan, sehingga membuat mereka yakin cara serupa dapat diterapkan di Al-Aqsha.

Hal lainnya adalah yahudisasi terhadap situs-situs bersejarah milik umat Islam, termasuk dengan mengubah nama-namanya. Sebagai contoh Baab Al-Hadid mereka sebut menjadi Terowongan Hahdash dan Baab Al-Khalil disebut Terowongan Yafu, serta nama pintu-pintu lainnya yang mereka ganti nama aslinya dengan istilah Ibrani.

Masih menurut Beshare, dalam sektor demogarafi, Israel berencana menyingkirkan penduduk Palestina dari Al-Quds. Target mereka orang-orang Palestina yang berada di kota itu tidak lebih dari 20%. Diantara cara yang mereka lakukan adalah melalui jalur pendudukan. Caranya dengan membangun berbagai permukiman ilegal sehingga Al-Quds dapat menampung lebih banyak lagi orang Yahudi.

Kita perlu mengelus dada dengan kondisi Yahudisasi di Al-Quds saat ini. Seperti pemaparan Menlu Indonesia, Ratno L.P Marsudi dalam wawancaranya dengan merdeka.com pada Maret 2016 lalu yang menjelaskan, kondisi di Al-Quds semakin memprihatinkan. Dari jumlah penduduk, kini orang Palestina yang menempati Al-Quds hanya tinggal 36,8 persen. Akses pendidikan tinggal 41 persen, dan jumlah orang Palestina di kota itu yang berada di bawah garis kemiskinan mencapai 75 persen.

Cara lainnya menurut Beshareh adalah mencabut KTP orang Palestina di Al-Quds dan menggantinya dengan kartu Biru yang menandakan statusnya sebagai pemukim dan bukan warga negara. Sejak tahun 1967 hingga 2013 jumlah kartu Biru yang sudah diterapkan oleh Israel ini sebanyak 14.306 buah, sehingga memaksa mereka hidup tanpa identitas dan tinggal di pengungsian.

Selanjutnya dengan cara merobohkan rumah-rumah warga. Targetnya hanya ada 14% saja rumah-rumah di Al-Quds yang ditempati oleh orang Palestina. Israel tidak memberikan surat izin bangunan kepada warga Palestina, yang dengan itu mereka beralasan dapat merobohkan rumah orang Palestina secara semena-mena. Sejak tahun 1967 hingga 2013 terdapat 1700 rumah warga Palestina yang dirobohkan sehingga menyebabkan 8.382 orang yang menghuninya menjadi pengungsi.

Data yang dipaparkan ini dalam tulisan ini masih sangat sedikit. Karena yahudisasi terjadi secara merata di Al-Quds di tengah sibuknya umat Islam dengan urusan mereka masing-masing. Warga Al-Quds harus bertahan sendiri mempertahankan warisan umat Islam berupa tanah dan masjid suci Al-Aqsha. Kalau kondisinya seperti ini, nampaknya kita pun harus berbuat jauh lebih masif lagi. Menyadarkan umat akan kondisi terkini mereka, sehingga dapat memberikan bantuan dalam beragam bentuk. Kalau umat ini terus diam, maka jangan salahkan kalau ketika kita bangun di pagi hari, dan kita mendapati berita masjid Al-Aqsha telah mereka robohkan.

Muhammad Syarief

Divisi Kajian ASPAC For Palestine

ShareTweetSendShare
Previous Post

80 Ribu Jamaah Shalat Iedul Adha di Masjid al-Aqsha

Next Post

Tim Kemanusiaan Indonesia Masih Sulit Tembus Aleppo

Adara Relief International

Related Posts

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar
Berita Kemanusiaan

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

by Adara Relief International
Januari 15, 2026
0
21

Surat kabar Israel Haaretz melaporkan bahwa Amerika Serikat berpotensi mendanai pembangunan pabrik baru kendaraan tempur lapis baja di Israel dengan...

Read moreDetails
Usai Dibebaskan, 10 Tawanan Gaza Dilarikan ke RS Al-Aqsa

Usai Dibebaskan, 10 Tawanan Gaza Dilarikan ke RS Al-Aqsa

Desember 30, 2025
19
Dukung Anak-Anak Gaza, Konten Kreator Ms. Rachel Dituduh Anti-Semit

Dukung Anak-Anak Gaza, Konten Kreator Ms. Rachel Dituduh Anti-Semit

Desember 8, 2025
18
Melebihi Tingkat Bencana, Lebih dari Setengah Pasokan Medis Gaza Tidak Tersedia

Melebihi Tingkat Bencana, Lebih dari Setengah Pasokan Medis Gaza Tidak Tersedia

Desember 8, 2025
13
Pohon Natal Kembali Bersinar di Betlehem

Pohon Natal Kembali Bersinar di Betlehem

Desember 8, 2025
17
Hampir Setahun Israel Menangkap Dokter Abu Safiya, Gaza Desak Tindakan Internasional

Hampir Setahun Israel Menangkap Dokter Abu Safiya, Gaza Desak Tindakan Internasional

Desember 8, 2025
18
Next Post
Tim Kemanusiaan Indonesia Masih Sulit Tembus Aleppo

Tim Kemanusiaan Indonesia Masih Sulit Tembus Aleppo

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antara Sastra dan Peluru (2): Identitas, Pengungsian, dan Memori Kolektif dari kacamata Darwish dan Kanafani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630