Jakarta — Adara Relief International turut berpartisipasi dalam Women Festive dan Halal Move Expo, yang digelar di Krakatau Grand Ballroom TMII pada Sabtu, 2 Agustus dan Ahad, 3 Agustus. Agenda yang diprakarsai oleh Fenita Arie ini menjadi ruang bagi perempuan Indonesia untuk saling menguatkan dan menginspirasi.
Gerakan Satu Rumah Satu Aqsa
Dalam kesempatan ini, Adara kembali menghadirkan Gerakan Satu Rumah Satu Aqsa, sebuah gerakan memasang gambar Al-Aqsa di rumah untuk meningkatkan kepedulian masyarakat Indonesia dalam memperjuangkan Al-Aqsa dan Palestina.

Pengunjung berkesempatan mendapatkan poster dan postcard gratis di booth Adara yang berisi pesan edukasi tentang Palestina. Harapannya, langkah kecil ini dapat menumbuhkan semangat besar dalam mendukung kebebasan dan kemerdekaan Palestina.
Edukasi di Booth Adara
Bersama Gerai Adara, Adara menggelar booth di Halal Move Expo. Di booth ini, pengunjung berkesempatan untuk mengenal program edukasi dan bantuan Adara.
Edukasi kepalestinaan yang dijalankan Adara menjadi salah satu fokus utama, dengan berbagi informasi tentang program bantuan yang tengah dibutuhkan Gaza serta literasi tentang Masjid Al-Aqsa.

Sementara itu, Gerai Adara menawarkan aneka merchandise Palestina yang keseluruhan keuntungannya akan disalurkan untuk Palestina. Merchandise yang dipasarkan meliputi hijab Al-Aqsa, tas, hingga jam gantung dan gelang asli dari pengungsian Palestina di Yordania yang diberdayakan oleh Adara.
Kehadiran booth ini juga membuka ruang dialog, sehingga pengunjung mengetahui bahwa langkah kecil mereka melalui edukasi dan donasi dapat ikut berdampak nyata bagi saudara-saudara kita di Palestina.
Podcast Cerita Untungs: Keteguhan Perempuan Palestina
Salah satu segmen paling berkesan dalam acara ini adalah Podcast Cerita Untungs, bersama Ir. Maryam Rachmayani, Direktur Utama Adara Relief International dan dipandu langsung oleh Arie K Untung, seorang presenter ternama Indonesia.
Bertema “Keteguhan Perempuan Palestina: Saat Iman Menjadi Sumber Kekuatan Jiwa”, podcast ini mengajak peserta menyelami kisah-kisah nyata perempuan Gaza yang tetap teguh meski hidup di tengah agresi.

“Satu hal yang mereka perjuangkan, Al-Quds dan Al-Aqsa. Meski raganya di Gaza, tapi tujuan mereka untuk membebaskan Al-Aqsa. Aqidah yang kuat membuat mereka tetap teguh, karena telah tertanam bahwa Al-Aqsa milik mereka,” tegas Maryam.
Paparan Maryam sungguh menggugah hati para pendengar, bahkan salah satu pengunjung ikut terisak saat mendengarkan sesi podcast ini. “Kondisi di Gaza saat ini terparah kedua sepanjang sejarah setelah Nakba, jangan biarkan Nakba terulang kembali!” pungkas Maryam.
Kehadiran Adara dalam Women Festive menjadi wujud nyata dari komitmen untuk memperluas edukasi kepalestinaan pada perempuan Indonesia. Semoga langkah ini dapat menjadi bagian dari perjuangan membebaskan Palestina.





![Konferensi pers Palestine Festival yang diselenggarakan di Gudskul, Jagakarsa, pada Ahad [30/11] sebagai rangkaian menuju event kemanusiaan akhir tahun 2025. Acara ini memperkenalkan teater bertema keteguhan rakyat Gaza dalam menghadapi genosida. Konferensi pers turut dihadiri para pemain teater: David Chalik, Bella Fawzi, Robert Chaniago, dan Cholidi Asadil Alam.](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/12/DSC00773-120x86.jpg)


