Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyerukan pencabutan pembatasan bantuan medis ke Gaza, terlebih setelah dokter terpaksa melakukan operasi, termasuk amputasi, tanpa anestesi. WHO juga mengatakan bahwa lebih dari 160 petugas kesehatan telah kehilangan nyawa mereka saat memberikan perawatan kepada mereka yang sakit dan terluka di wilayah yang dikepung tersebut.
“Mereka adalah orang-orang yang menjaga sistem kesehatan tetap berjalan melalui dedikasinya, mereka berupaya menemukan cara untuk menjaga layanan kesehatan agar tetap berjalan,” kata Christian Lindmeier dari WHO pada konferensi pers (7/11). Dia mengatakan bahwa situasi kesehatan di Gaza “mengerikan” dan WHO bekerja sama dengan mitranya untuk mengirimkan pasokan dan peralatan penting. Dia mendesak semua pihak untuk menghormati hukum kemanusiaan internasional dan melindungi warga sipil dan fasilitas kesehatan.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








