ADARA — Menjelang bulan suci Ramadhan, Adara menggelar webinar “Tarhib Ramadhan: Get Ready for Ramadhan! Kuat Iman, Sehat Paripurna” pada Ahad (1/2). Lebih dari 361 peserta menghadiri Tarhib Ramadhan ini melalui Zoom Meeting dan YouTube, menunjukkan tingginya antusias peserta dalam mempersiapkan Ramadhan.
“Menyambut Ramadhan tidak cukup hanya dengan kesiapan waktu, tetapi juga kesiapan jiwa dan raga agar ibadah dapat dijalani secara lebih optimal,” ungkap Maryam Rachmayani, Direktur Utama Adara Relief International.

Dalam membahas kesiapan fisik dan ruhani menyambut Ramadhan, Adara menghadirkan pembicara di bidangnya. Ustadzah Eva Muzlifah, Lc., M.A. (Ketua Koalisi Daiyah Indonesia untuk Al-Quds dan Palestina) mengupas persiapan ruhani. Sementara itu, dr. W. Nindya Putri (praktisi kesehatan dan Founder Nugen.id) membahas kesiapan fisik agar ibadah Ramadhan bisa semakin optimal.
Memulai Persiapan Ruhiyah Ramadhan dari Niat dan Doa
“Enam bulan sebelum Ramadhan, berdoa agar Allah memberi umur panjang sehingga dapat bertemu Ramadhan berikutnya. Lalu, enam bulan setelah Ramadhan berdoa supaya Allah Swt menerima amal ibadah di Ramadhan sebelumnya,” papar Ustadzah Eva.

Ustadzah Eva turut menganjurkan supaya puasa tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, melainkan juga ibadah yang bernilai pahala.
- Memulai puasa dengan niat supaya rutinitas menjadi ibadah bernilai pahala.
- Selalu menyisipkan dzikir di tengah aktivitas.
- Barengi amal dengan akhlak supaya ibadah tidak ala kadarnya.
“Berusahalah supaya puasa kita dibarengi dengan akhlak. Tidak hanya sekadar menahan lapar dan haus, tapi juga menjaga lisan dan anggota tubuh dari dosa dan maksiat,” tegas Ustadzah Eva.
Puasa Menjadi Momen untuk Memperbaiki Metabolisme Tubuh
Puasa memberikan efek yang sangat baik terhadap kesehatan. Penelitian menunjukkan bahwa puasa membantu untuk:
- Membersihkan sel rusak (autophagy).
- Menurunkan peradangan secara teratur, dengan mengatur ulang sistem inflamasi tubuh.
- Memberi latihan sehat pada sel tubuh, sehingga respon sel menjadi lebih seimbang.

dr. Nindya turut menekankan pentingnya adaptasi sebelum Ramadhan, seperti puasa sunnah bertahap, mengatur jam tidur, dan mengurangi konsumsi gula sederhana serta gorengan.
Berikut tips sehat berpuasa supaya lebih optimal di bulan Ramadhan:
- Menghindari gula dan gorengan, serta memperbanyak protein dan serat.
- Mengonsumsi makanan bergizi seimbang sesuai ISI PIRINGKU.
- Cukup cairan dengan minum minimal 8 gelas air mineral.
- Berbuka secara bertahap, dari air putih atau air kelapa, lalu kurma, kemudian hidangan utama.
- Tidur cukup dengan durasi 6-8 jam.
- Power nap singkat untuk menyegarkan tubuh.
- Memprioritaskan aktivitas penting dan hindari multitasking berlebihan.
- Optimalkan aktivitas di pagi hari dan setelah berbuka.
- Olahraga dengan intensitas ringan-sedang di sore hari atau setelah berbuka.
“Tubuh yang dijaga dengan baik akan membantu ibadah yang lebih konsisten hingga akhir Ramadhan. Caranya, tidur yang cukup dan tetap bergerak ringan,” tutup dr. Nindya.








