• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Selasa, Januari 20, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Warga Palestina yang Dibebaskan Ungkap Praktik ‘Kelaparan yang Disengaja’ di Penjara Israel

by Adara Relief International
Februari 6, 2025
in Berita Kemanusiaan, Hukum dan HAM
Reading Time: 4 mins read
0 0
0
Warga Palestina yang Dibebaskan Ungkap Praktik ‘Kelaparan yang Disengaja’ di Penjara Israel

Penjara Ofer bersiap untuk pembebasan tahanan Palestina. [AA]

17
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Sejak 7 Oktober 2023, Israel semakin intensif menggunakan kelaparan sebagai alat penyiksaan terhadap tawanan Palestina di pusat-pusat penahanannya, menurut laporan Anadolu Agency.

“Penjaga dan staf penjara telah berubah menjadi monster dan Nazi sejak 2023,” kata Sami Jaradat, seorang tahanan Palestina yang baru saja dibebaskan, kepada Anadolu.

Jaradat (57 tahun) dibebaskan oleh Israel pekan lalu dalam kesepakatan gencatan senjata di Gaza dan pertukaran tahawan dengan faksi-faksi Palestina. Jaradat—yang ditangkap oleh Israel pada 2003 dan dijatuhi beberapa hukuman seumur hidup—kehilangan sekitar 30 kilogram akibat kekurangan gizi dan kondisi penahanan yang keras.

“Setelah 7 Oktober 2023, kondisi di penjara berubah drastis,” ujarnya. “Perlakuan terhadap setiap tawanan Arab, kecuali warga Druze, menjadi sangat kejam dan menyerupai tindakan Nazi.”

Pada Sabtu lalu, Euro-Mediterranean Human Rights Monitor yang berbasis di Jenewa melaporkan bahwa mayoritas tawanan Palestina yang dibebaskan dari penjara Israel mengalami kemerosotan kesehatan yang parah. Banyak dari mereka kehilangan berat badan secara signifikan—bukti nyata adanya tindakan yang disengaja untuk melaparkan tawanan.

Laporan tersebut juga menyatakan bahwa otoritas penjara Israel sengaja mengabaikan perawatan medis bagi tawanan Palestina selama mereka dipenjara.

“Israel telah mengubah penjaranya menjadi pusat penyiksaan yang terlembaga sejak 7 Oktober,” tambah organisasi hak asasi tersebut.

Jaradat menuturkan bahwa para tawanan Palestina mengalami penghinaan, pemukulan berat, teror, dan kelaparan yang disengaja.

“Saya kehilangan lebih dari 30 kilogram berat badan,” katanya.

Sebelumnya, sejumlah tawanan Palestina mengatakan kepada Anadolu bahwa jatah makanan di dalam penjara Israel tidak cukup bahkan untuk anak berusia dua tahun. Mereka juga melaporkan kerap mengalami pemukulan dari penjaga penjara.

Jaradat, yang memiliki kateter di perutnya, berulang kali mengajukan permohonan untuk menjalani pemeriksaan di rumah sakit, tetapi selalu ditolak oleh otoritas penjara Israel.

“Mereka ingin tidak ada satu pun tawanan yang bertahan hidup, jadi mereka sengaja mengabaikan perawatan medis,” ungkapnya.

Ia mengenang sebuah insiden setelah menjalani operasi, ketika seorang dokter memberi tahu penjaga bahwa kondisinya tidak stabil. Namun, para penjaga justru menanggapi dengan dingin, “Biarkan dia mati, kami tidak peduli.”

Menurutnya, penjaga penjara Israel “tidak memiliki hati nurani maupun moral.”

Jaradat menggambarkan bahwa tawanan Palestina dari Gaza di dalam penjara Israel mengalami situasi yang “tragis” dan “sangat buruk.”

“Kami tidak mengetahui pasti kondisi mereka, tetapi ada kabar bahwa mereka diperlakukan lebih buruk daripada kami,” ujarnya.

Ia juga mendengar laporan bahwa penjaga Israel menggantung tawanan dari Gaza secara terbalik dengan menusukkan paku ke kaki mereka.

Diperkirakan ribuan warga Palestina telah ditangkap oleh tentara Israel selama agresi militer Tel Aviv terhadap Gaza. Bagi Jaradat, kebebasannya terasa belum lengkap.

“Kami dibebaskan dengan harga yang sangat mahal—nyawa, harta, dan rumah-rumah rakyat Palestina di Gaza, yang kini hidup dalam kondisi yang sangat mengenaskan,” katanya.

Jaradat, yang berasal dari Jenin di Tepi Barat bagian utara, dideportasi oleh Israel ke Gaza setelah dibebaskan. Keputusan ini membuatnya tidak bisa bertemu kembali dengan istri, anak-anak, dan cucunya setelah puluhan tahun berpisah.

Bekas luka akibat pemukulan masih terlihat di lehernya. Ia menceritakan bahwa ia dan 19 tawanan lainnya seharusnya dikirim ke Mesir, tetapi “secara licik” dan “dengan kekerasan” mereka malah ditinggalkan di dekat perbatasan Gaza.

“Tentara Israel melemparkan para tawanan keluar dari bus dalam keadaan tangan diborgol, lalu memukuli mereka dengan brutal,” ujarnya.

Para tawanan yang dibebaskan itu kemudian dipaksa berjalan sejauh tiga kilometer untuk mencapai tujuan mereka.

Ratusan tawanan Palestina dibebaskan oleh Israel dalam pertukaran dengan 18 sandera, termasuk lima pekerja asal Thailand, di bawah kesepakatan gencatan senjata yang mulai berlaku pada 19 Januari.

Menurut harian Israel Haaretz, perwakilan Palang Merah “marah” atas cara Israel memperlakukan kelompok terakhir tawanan Palestina yang dibebaskan pada pekan lalu. Mereka dibawa keluar dalam keadaan diborgol dengan tangan di belakang kepala—sangat kontras dengan sandera Israel yang dibebaskan dari Gaza dalam kondisi sehat, berpakaian rapi, dan bahkan menerima hadiah setelah pembebasan mereka.

Kesepakatan gencatan senjata di Gaza menghentikan genosida Israel yang telah membunuh lebih dari 47.500 orang dan menghancurkan wilayah tersebut.

Baca Juga

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak

Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Pada November lalu, Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant, atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

Israel juga menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) terkait agresinya di Gaza.

Sumber: 

https://www.#

https://www.aa.com.tr

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

ShareTweetSendShare
Previous Post

Anak Palestina Termasuk di Antara Tiga Orang yang Terbunuh Akibat Tembakan Israel di Rafah, Meskipun Gencatan Senjata Berjalan

Next Post

Pakar PBB: Keputusan Israel Mundur dari Dewan HAM PBB Sangat Serius

Adara Relief International

Related Posts

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak
Berita Kemanusiaan

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak

by Adara Relief International
Januari 19, 2026
0
18

Presiden AS Donald Trump secara resmi menguraikan struktur "Dewan Perdamaian", yang diharapkan dapat "memenuhi" 20 poin rencana Trump untuk Gaza,...

Read moreDetails
Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Januari 19, 2026
16
Angka Kelahiran di Gaza Turun 41 Persen, Keguguran dan Kelahiran Prematur Meningkat

Angka Kelahiran di Gaza Turun 41 Persen, Keguguran dan Kelahiran Prematur Meningkat

Januari 19, 2026
13
Zionisme Kristen Ancam Keberadaan Umat Kristen di Palestina

Zionisme Kristen Ancam Keberadaan Umat Kristen di Palestina

Januari 19, 2026
31
Kampanye Vaksinasi Gelombang Kedua di Gaza Targetkan Anak di bawah Usia Tiga Tahun

Kampanye Vaksinasi Gelombang Kedua di Gaza Targetkan Anak di bawah Usia Tiga Tahun

Januari 19, 2026
14
Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

Januari 15, 2026
21
Next Post
Pakar PBB: Keputusan Israel Mundur dari Dewan HAM PBB Sangat Serius

Pakar PBB: Keputusan Israel Mundur dari Dewan HAM PBB Sangat Serius

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antara Sastra dan Peluru (2): Identitas, Pengungsian, dan Memori Kolektif dari kacamata Darwish dan Kanafani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630