Masa depan UNRWA masih tidak pasti setelah Israel memimpin kampanye global untuk membubarkan pendanaan atas organisasi PBB tersebut, yang merupakan penyalur bantuan utama di Jalur Gaza. Beberapa negara donor utama, termasuk AS, telah membekukan bantuan penting kepada badan tersebut karena tuduhan Israel yang hingga kini belum memberikan bukti atas klaimnya.
“Sebuah laporan baru dari intelijen AS menilai dengan tidak pasti bahwa segelintir anggota UNRWA ikut serta dalam serangan tanggal 7 Oktober terhadap Israel,” lapor Wall Street Journal mengutip para pejabat yang mengetahui temuan tersebut.
Penilaian tersebut menunjukkan bahwa para pejabat intelijen menganggap klaim Israel terhadap belasan pegawai UNRWA itu masuk akal namun tidak dapat memberikan konfirmasi yang lebih tegas karena klaim tersebut tidak memiliki bukti independen.
Para pejabat intelijen juga tidak dapat memverifikasi klaim Israel bahwa sejumlah besar staf UNRWA memiliki hubungan dengan kelompok pejuang Palestina. Israel mengklaim bahwa 10% dari 12.000 staf UNRWA di Gaza memiliki afiliasi dengan kelompok tersebut.
sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








