Gencatan senjata yang telah lama dinanti memberi secercah harapan bagi Gaza yang dilanda trauma. Namun, kebutuhan pemulihan anak-anak dan keluarga di Gaza melampaui kebutuhan dasar yang dapat disediakan.
Rosalia Bollen dari UNICEF menyebut gencatan senjata terjadi “sangat terlambat” mengingat serangan tanpa henti dan kebutuhan yang sangat besar. Anak-anak membutuhkan makanan, pakaian hangat, selimut, obat-obatan, dan air bersih.
Infrastruktur Gaza hancur total setelah 15 bulan perang. Jalanan rusak parah, banyak puing dan tenda pengungsi berserakan, sementara ancaman ranjau memperumit pengiriman bantuan.
Sejak 19 Januari, lebih dari 1.500 truk bantuan telah masuk ke Gaza. UNICEF mengirim 110 truk berisi makanan terapeutik, perlengkapan kebersihan, dan selimut. “Akhirnya, bantuan datang dalam skala besar,” kata Bollen.
Dukungan Mental Sama Pentingnya dengan Bantuan Material
Bantuan material saja tidak cukup mengatasi luka psikologis mendalam akibat agresi, terutama bagi anak-anak Gaza.
Selama 15 bulan terakhir, anak-anak menghadapi peristiwa traumatis yang menjerat mereka dalam stres dan kecemasan. Banyak yang kehilangan teman, keluarga, dan rasa aman.
Komunitas kemanusiaan, termasuk UNICEF, telah memberikan dukungan psikologis, bahkan sebelum gencatan senjata berlangsung. Dukungan ini mencakup konseling, termasuk bagi anak-anak disabilitas.
Dukungan kesehatan mental sama pentingnya dengan makanan dan tempat tinggal. UNICEF juga melengkapi pusat-pusat konseling dengan sumber daya tambahan.
Pendidikan: Pilar Lain Pemulihan
Sektor pendidikan di Gaza benar-benar terpuruk akibat kekerasan berkepanjangan. Sekolah telah ditutup selama lebih dari 1,5 tahun dan anak-anak kehilangan kesempatan belajar, bermain, dan bersosialisasi.
Penting bagi anak-anak Gaza untuk memiliki ruang belajar dan bermain agar mereka dapat kembali merasakan masa kecilnya. Rutinitas sehari-hari yang normal harus dipulihkan agar anak-anak dapat merasa aman kembali.
Ranjau yang Tidak Meledak Hambat Pengiriman Bantuan
Meskipun ada kemajuan sejak gencatan senjata, tantangan besar masih harus dihadapi. Wilayah Gaza utara masih dipenuhi ranjau dan sisa perang, menghambat pengiriman bantuan.
Meskipun sebagian besar bantuan terpusat di wilayah selatan dan tengah, Unicef berharap dapat mulai mengirimkan bantuan ke utara dalam waktu dekat.
Pembersihan ranjau menjadi prioritas agar tim kemanusiaan dapat bekerja dengan aman di wilayah utara.
Operasi Kemanusiaan Paling Rumit
Operasi kemanusiaan di Gaza menjadi salah satu yang paling rumit dalam sejarah. Proses distribusi memakan waktu lama karena bantuan harus dipindahkan dari truk donor ke truk Palestina di perbatasan.
Kerusakan jalan dan tenda pengungsi di sepanjang rute semakin memperlambat pengiriman bantuan. Meski sulit, dukungan yang berkelanjutan dan rekonstruksi, penting dilakukan untuk mencegah hilangnya generasi di Gaza.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








