• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Senin, Januari 19, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Artikel

‘To Build the World a New’, Sebuah Memori Kolektif Dunia dari Soekarno untuk Semangat Kemerdekaan Palestina dan Perdamaian Dunia

by Adara Relief International
Agustus 11, 2024
in Artikel, Sorotan
Reading Time: 6 mins read
0 0
0
‘To Build the World a New’, Sebuah Memori Kolektif Dunia dari Soekarno untuk Semangat Kemerdekaan Palestina dan Perdamaian Dunia
183
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Enam puluh tiga tahun yang lalu markas besar PBB di New York digemakan oleh suara Bung Karno. Beliau menyatakan argumennya mengenai situasi dunia pada saat itu. Dengan suara lantang sambil mengganti lembaran demi lembaran naskah pidatonya, ia menyerukan nasionalisme, kemanusiaan, dan perdamaian. Pidatonya yang berjudul To Build The World a New ditetapkan sebagai Memory of The World (MoW) oleh UNESCO pada 10–24 Mei 2023.

Pidato tersebut ditetapkan sebagai memori dunia karena dinilai sebagai pidato terbaik yang pernah disampaikan pada forum tertinggi organisasi PBB. Poin-poin dalam pidato Soekarno dianggap memiliki peran dan keterlibatan di dunia Internasional sesuai dengan kondisi yang terjadi pada saat itu.

Pidato Soekarno di PBB pada tanggal 30 September 1960 tersebut telah diajukan ke UNESCO oleh LIPI, ANRI, dan Komite Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) pada 2018 lalu. Bersamaan dengan dua arsip lain, yaitu arsip Gerakan Non Blok 1961 di Beograd dan arsip Hikayat Aceh yang diajukan sejak 2017. Sebelumnya, arsip pidato Soekarno di forum KAA juga telah berhasil menjadi MoW sejak tahun 2015.

To Build the World a New atau ‘Membangun Dunia Baru’ merupakan akumulasi pemikiran dan gagasan Soekarno sejak sebelum Indonesia merdeka.[1] Melalui pidatonya, Soekarno menyampaikan gagasan-gagasan mengenai situasi perpolitikan dunia pada saat itu dan mengkritik PBB untuk menjadi badan yang bukan hanya berperan sebagai forum perdebatan atau saluran propaganda saja, namun juga harus dapat memecahkan berbagai masalah dunia.

Situasi perpolitikan yang dimaksud ialah situasi setelah tahun 1945 ketika banyak negara di kawasan Asia Afrika yang hendak melepaskan diri dari belenggu penjajahan. Bertepatan dengan situasi Perang Dingin juga, Soekarno menegaskan bahwa dunia masih didominasi oleh kekuatan-kekuatan lama, baik negara maju di Blok Barat maupun di Blok Timur, yang dalam hal ini mempunyai visi dan misi perdamaian yang berbeda.

Oleh sebab itu, poin esensial dalam pidato tersebut ialah menyoroti Indonesia sebagai pendorong persatuan di antara negara-negara yang baru merdeka dalam situasi ketegangan Perang Dingin dan sebagai upaya untuk membangkitkan kesadaran global terhadap kenyataan di dunia internasional yang masih dipengaruhi oleh eksploitasi kolonialisme.To Build the World a New memberikan fondasi bagi perkembangan prinsip-prinsip kemanusiaan di tingkat global yang mendukung kemerdekaan dan menentang segala bentuk penindasan yang ada di semua negara, tanpa terkecuali.

Jika kita lihat realita sekarang, kolonialisme yang terjadi di dunia masih dilakukan oleh Israel terhadap bangsa Palestina. Sejak tahun 1948 ketika Inggris hengkang dari Palestina, para pemimpin Yahudi mendeklarasikan berdirinya negara Israel yang kemudian menimbulkan perang dan pengusiran besar-besaran warga Palestina dari tanahnya sendiri (Nakba). Penderitaan tersebut berlanjut pada 1967 pasca-Perang 6 Hari Arab-Israel yang berdampak diakuisisinya wilayah-wilayah di Palestina, Suriah, dan Mesir, yaitu Tepi Barat, Gaza, Dataran tinggi Golan, dan Semenanjung Sinai.

Tujuan Israel mendirikan negara adalah untuk mencapai Zion, sebuah kerajaan mesianik yang berpusat di Al-Quds (Yerusalem), tanpa mengalami pengurangan sedikit pun. Terbukti, Israel menolak solusi dua negara yang telah disetujui oleh Dewan Keamanan PBB, yang membagi Al-Quds (Yerusalem) menjadi Al-Quds Barat yang menjadi milik Israel dan Al-Quds Timur yang menjadi milik Palestina.

Hingga kini agenda dan segala resolusi yang diajukan oleh PBB seakan tidak berpengaruh dalam menghentikan penjajahan yang terus dilakukan oleh Israel. Israel terus melanggar kedaulatan Palestina dengan berbagai cara, termasuk menduduki wilayah Palestina secara tidak sah, dengan kekerasan dan agresi yang dilakukan oleh militer terhadap warga sipil, serta menghalangi pengakuan resmi negara Palestina sebagai entitas merdeka oleh PBB.

Pidato Soekarno ini bukan tiba-tiba muncul begitu saja, tetapi mempunyai relevansi dengan pidato yang ia sampaikan di KAA lima tahun sebelumnya. Dalam pidato tersebut, Soekarno mengungkapkan keyakinan negara-negara di wilayah Asia Afrika terhadap pentingnya dekolonisasi agar dunia baru yang terbentuk dapat lebih menghargai dan mengakui kedaulatan mereka. Termasuk hasil akhir atau komunike dari adanya KAA ini ialah menyatakan dukungannya atas hak bangsa-bangsa Arab di Palestina dan menyerukan dilaksanakannya segala resolusi PBB tentang Palestina serta dicapainya penyelesaian secara damai untuk persoalan Palestina.

Dalam pidato To Build the World a New tersebut Soekarno juga menawarkan Pancasila kepada dunia. Ia ingin Pancasila dimasukkan dalam piagam perdamaian PBB. Dalam pidatonya ia menyampaikan poin butir pancasila yang disesuaikan yaitu, pertama kepercayaan kepada Tuhan, kedua nasionalisme, ketiga internasionalisme, keempat demokrasi, kelima keadilan sosial.[2] Penyesuaian tersebut bertujuan untuk menyoroti pentingnya nilai-nilai nasionalisme dalam upaya melawan kolonialisme serta pentingnya prinsip koeksistensi dalam konteks hubungan internasional.

Sejatinya, pidato To Build the World a New ini masih tetap relevan hingga kini. Melihat situasi dunia sekarang, masih terdapat banyak kasus yang harus diselesaikan, seperti diskriminasi, pelucutan senjata nuklir, keamanan internasional, perlawanan terhadap kolonialisme dan imperialisme, serta masalah kemanusiaan di negara-negara Asia dan Afrika yang masih tertinggal.

Indonesia memiliki hubungan yang erat dengan Palestina. Sebagai sahabat lama, Palestina turut berperan dalam upaya kemerdekaan Indonesia di tingkat internasional. Begitu pula sebaliknya, Soekarno mempunyai kepedulian yang tinggi dalam pembelaannya terhadap kemerdekaan Palestina. Dalam pidato lainnya pada 1962 ia menegaskan bahwa selama kemerdekaan bangsa Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina maka sepanjang itulah bangsa Indonesia berdiri menentang penjajah Israel.

Baca Juga

In Honor of Resilience (1): Sepenggal Kenangan dari Syuhada Gaza, Mereka yang Bersuara Lantang dan Berjuang Mempertahankan Kehidupan

Antara Sastra dan Peluru (2): Identitas, Pengungsian, dan Memori Kolektif dari kacamata Darwish dan Kanafani

Dengan demikian, poin-poin perdamaian dan kemanusiaan serta penolakan terhadap kolonialisme yang masih eksis hingga saat ini bagaikan unfulfilled promise atau janji yang belum terpenuhi karena hingga kini isu-isu tersebut masih ada di muka bumi ini. Seperti dalam kutipannya ia mengharapkan “Bangunlah suatu dunia dimana semua bangsa hidup dalam damai persaudaraan”.

Refleksi akhir dari ditetapkannya pidato To Build the World a New ini ialah sebagai bangsa Indonesia kita harus rethinking to our own roots. Menyadari bahwa dalam prinsipnya para pendahulu bangsa menanamkan kepentingan nasional Indonesia untuk terlibat aktif dalam perjuangan perdamaian dunia.

Sebagai bangsa Indonesia kita mempunyai privilese yang telah dibangun oleh the founding fathers untuk mewujudkan perdamaian tersebut. Indonesia berdiri dengan berpegang kepada Pancasila yang didasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa dan berdasarkan pada pembukaan UUD 1945 yang menegaskan bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. Dengan demikian, bangsa Indonesia meyakini dan turut serta dalam membangun Dunia Baru tanpa adanya penjajahan.

Begitu pula dengan kedaulatan Palestina. Interpretasi sejarah membuktikan bahwasanya kolonialisasi pada akhirnya akan selalu runtuh dengan semangat meraih kemerdekaan. Sudah saatnya Indonesia menyatukan suara dan dukungannya untuk perdamaian di Palestina karena hal tersebut merupakan pesan pendiri bangsa dan sudah saatnya dunia membuka mata bahwasanya ada harga mahal yang harus dibayar terkait dengan penjajahan yang tidak berperikemanusiaan.

 

Yunda Kania Alfiani

Penulis merupakan Relawan Adara Relief International yang mengkaji tentang realita ekonomi, sosial, politik, dan hukum yang terjadi di Palestina, khususnya tentang anak dan perempuan

Referensi

Dibalik Pidato Bung Karno di PBB

Plenary Meeting of General Assembly: 15th Session

UNESCO The Memory of the World Register 2023

Pidato Soekarno Menuju Memori Dunia

Pidato Soekarno Kini Menjadi Milik Dunia

UNESCO Menetapkan Teks Arsip Soekarno Menjadi Memory of The World

Membaca Pidato Soekarno yang Menjadi Memori Kolektif Dunia

Pidato Bung Karno di PBB Menjadi Memory of the World, Ahmad Basarah: Dunia Mengakui Pancasila sebagai Ideologi Internasional

Menegaskan Kembali Sikap Soekarno terhadap Palestina

Jalan Panjang Palestina Berdaulat

Palestina-Israel: Sejumlah fakta penting di balik sengketa yang sudah berusia 100 tahun

Rifqinizamy: Bung Karno Perjuangkan Kemerdekaan Palestina, Wajib Lanjutkan

Reuveny, R. (2003). “Fundamentalist colonialism: the geopolitics of Israeli–Palestinian conflict”. School of Public and Environmental Affair, 347-380. https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0962629802001142.

  1. Pernyataan Asvi Warman Adam sejarawan LIPI yang dikutip dari laman https://historia.id/politik/articles/pidato-sukarno-menuju-memori-dunia-P1R7M/page/1. ↑
  2. Plenary Meeting of General Assembly: 15th Session ↑

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

Tags: ArtikelHubungan Indonesia - PalestinaIndonesiaInternasionalPalestina
ShareTweetSendShare
Previous Post

Palestina dalam Gambar, Mei 2023

Next Post

Stunting di Maluku Berada di Peringkat ke-13 Nasional, Puluhan Ribu Keluarga Berisiko Gizi Buruk

Adara Relief International

Related Posts

Lukisan karya Maram Ali, seniman yang suka melukis tentang Palestina (The New Arab)
Artikel

In Honor of Resilience (1): Sepenggal Kenangan dari Syuhada Gaza, Mereka yang Bersuara Lantang dan Berjuang Mempertahankan Kehidupan

by Adara Relief International
Januari 14, 2026
0
23

Jika aku meninggal, aku ingin kematian yang menggemparkan Aku tidak ingin hanya menjadi berita utama,  atau sekadar angka dalam sebuah...

Read moreDetails
Sebuah grafiti dengan gambar sastrawan Palestina, Mahmoud Darwish, dan penggalan puisinya, “Di atas tanah ini ada hidup yang layak diperjuangkan”. (Zaina Zinati/Jordan News)

Antara Sastra dan Peluru (2): Identitas, Pengungsian, dan Memori Kolektif dari kacamata Darwish dan Kanafani

Januari 12, 2026
81
Banjir merendam tenda-tenda pengungsian di Gaza (Al Jazeera)

Banjir dan Badai di Gaza: Vonis Mati Tanpa Peringatan

Januari 7, 2026
59
Pemusnahan Umat Kristen: Bentuk Pembersihan Etnis Zionis yang Tak Pandang Bulu

Pemusnahan Umat Kristen: Bentuk Pembersihan Etnis Zionis yang Tak Pandang Bulu

Januari 7, 2026
30
Tawanan Palestina di penjara Sde Teiman (The Guardian)

Dari Tashrifeh Hingga Pembantaian: Penjara Israel Menjelma Neraka Bagi Tawanan Palestina

Desember 15, 2025
57
Seorang ibu di Gaza menunjukkan foto anaknya sebelum kakinya diamputasi karena serangan Israel (The New Arab)

“Pandemi Disabilitas” Ciptakan Penderitaan Tak Berujung Bagi Perempuan dan Anak-Anak Gaza

Desember 5, 2025
59
Next Post
Stunting di Maluku Berada di Peringkat ke-13 Nasional, Puluhan Ribu Keluarga Berisiko Gizi Buruk

Stunting di Maluku Berada di Peringkat ke-13 Nasional, Puluhan Ribu Keluarga Berisiko Gizi Buruk

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantuan Sembako Jangkau Ratusan Warga Sumbar Terdampak Banjir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630