Air mata tak terbendung dan kepedihan menyeruak dari wajah anak-anak Raed Youssef Rashid Jadallah (39), ayah yang terbujur kaku di hadapan mereka. Jasad Rashid dibalut kafan dan bendera Palestina dalam keadaan tak lagi bernyawa. Pikiran mereka yang masih kanak-kanak tak menyangka akan mendapati kenyataan seperti ini. Mereka mengira ayahnya akan kembali seperti biasa dan bermain bersama mereka, sepulang kerja.
Baca juga: Pasukan Pendudukan Zionis Memukuli Siswa di Sebuah Pos Pemeriksaan Hebron Secara Brutal
Anak-anaknya, Yusuf (13), Su’ad (9), Amir (7), dan adik mereka yang masih balita mendadak menjadi yatim dalam semalam. Ayahnya kehilangan nyawa saat ditembak di jalan sepulang dari pekerjaannya pada malam hari, daerah Bait Ur, Ramallah.
Ayah dari empat anak itu adalah tulang punggung keluarga. Seorang petani yang sudah bekerja dalam kurun 15 tahun dan setiap pulang pergi selalu melewati pintu masuk bagian barat. Akan tetapi, malam itu tentara Israel yang menargetkan daerah itu, menembak ayah mereka dan membiarkan ia berdarah-darah sampai meregang nyawa. Mereka bahkan membakar daerah itu dan mengatakan Rashid melemparkan bom Molotov ke arah mereka.
Yusuf Rashid, sepupunya, mengatakan jika ini sudah kali kedua pihak Israel menentukan Death Point atau titik kematian ini. Sebelumnya, Muhammad Badran telah menjadi korban. Mereka sengaja menarget para pencari nafkah dan tulang punggung keluarga untuk menyiksa keluarga-keluarga di Palestina, menjadikan yatim anak-anak mereka, dan membuat anak-anak mereka tidak mampu mendampingi pada saat-saat terakhir.
Sumber: Safa
***
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








