Sumber medis di Jalur Gaza melaporkan pada Senin bahwa tiga bayi baru lahir meninggal dalam beberapa jam terakhir akibat cuaca dingin yang ekstrem dan kurangnya tempat berlindung.
Direktur Masyarakat Kesejahteraan Sahabat Pasien di Kota Gaza, Saeed Salah, mengatakan bahwa ketiga bayi tersebut berusia kurang dari dua bulan dan tinggal di tenda pengungsian tanpa alat pemanas. Dalam sebuah video yang diunggah di X, ia juga mengungkapkan bahwa terdapat kasus serius lainnya akibat kondisi ini.
“Kami menyerukan kepada pihak berwenang terkait untuk menyediakan karavan, kamp, dan bahan bakar guna memberikan kehangatan bagi warga serta melindungi anak-anak, terutama dengan datangnya sistem tekanan rendah yang baru,” ujar Salah.
Sebelumnya, pada Januari, Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) melaporkan bahwa setidaknya delapan bayi baru lahir meninggal akibat hipotermia dalam satu bulan di Jalur Gaza.
Israel seharusnya mengizinkan masuk sekitar 60.000 rumah mobil dan 200.000 tenda ke Gaza sebagai bagian dari tahap pertama perjanjian gencatan senjata dengan Hamas. Namun, hingga kini, tidak satu pun rumah sementara telah masuk, dan hanya sebagian kecil tenda yang diperbolehkan masuk, menurut otoritas setempat.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan bahwa dalam 24 jam terakhir, tujuh jenazah syuhada yang baru ditemukan telah dipindahkan ke rumah sakit di Gaza, bersama enam orang yang mengalami luka-luka.
Dalam pernyataan resminya, kementerian menjelaskan bahwa lima dari para syuhada ditemukan di bawah reruntuhan rumah-rumah yang hancur akibat agresi pemusnahan Israel, sementara dua lainnya meninggal akibat luka-luka yang mereka derita. Enam orang lainnya terluka dalam pelanggaran Israel terhadap perjanjian gencatan senjata di Gaza.
Gencatan senjata kini berada dalam situasi genting setelah Israel menghentikan pembebasan sekitar 620 warga Palestina yang seharusnya dibebaskan pada Sabtu lalu.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








