• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Jumat, Februari 20, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan Anak

Tidak Cukup dengan Blokade 17 Tahun, Israel Tolak Akses Anak-Anak Gaza untuk Berobat

by Adara Relief International
September 16, 2023
in Anak, Berita Kemanusiaan
Reading Time: 3 mins read
0 0
0
Tidak Cukup dengan Blokade 17 Tahun, Israel Tolak Akses Anak-Anak Gaza untuk Berobat
83
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Sebuah laporan dari Save the Children mengungkapkan bahwa hampir 400 anak di Gaza tidak mendapat izin mengakses layanan kesehatan di Tepi Barat selama enam bulan pertama tahun 2023. Mereka tidak memiliki akses untuk operasi dan pengobatan darurat, menimbulkan kekhawatiran mengenai buruknya kondisi layanan kesehatan terutama bagi anak-anak yang rentan.

Pada Mei 2023 saja, hampir 100 permohonan anak-anak untuk berobat ke wilayah Israel telah ditolak. Kementerian Kesehatan di Gaza melaporkan bahwa selama agresi antara 9 Mei dan 13 Mei, ratusan pasien dan perawat tidak dapat memperoleh perawatan medis penting di Tepi Barat dan Al-Quds (Yerusalem), serta di wilayah yang dijajah tahun 1948 (Israel).

Tragisnya, hal ini bukanlah fenomena baru. Tahun lalu, tiga anak Palestina kehilangan nyawa saat menunggu izin keluar, termasuk bayi berusia 19 bulan dengan kelainan jantung bawaan dan seorang anak berusia 16 tahun yang berjuang melawan leukemia. Blokade terhadap peralatan medis dan obat-obatan yang masuk ke Gaza telah membuat banyak keluarga putus asa, tidak memiliki akses terhadap perawatan kemoterapi atau radiologi.

Kisah Zeinab, seorang gadis berusia sembilan tahun dari Gaza, juga tak kalah memilukan. Zeinab tiga kali gagal operasi untuk mengobati kerusakan saraf di kakinya, suatu kelainan yang ia alami sejak lahir. Keluarganya telah berjuang selama lebih dari setahun untuk mendapatkan izin baginya dan seorang pengasuh untuk berobat di luar Gaza.

“Saya merasa sangat sedih ketika permohonan saya ditolak.  Saat itu Idulfitri;  saya sangat ingin pergi dan bermain dengan teman-teman saya.  Saya berharap bisa berlari dan memakai celana panjang. Akan tetapi, alat di kaki saya terasa sakit saat saya berjalan, saat pergi ke sekolah.  Saya harap saya bisa tidak memakainya lagi.  Saya masih anak-anak, dan saya ingin diperlakukan seperti anak-anak lainnya,” ungkap Zeinab.

Neneknya, Maryam, menambahkan, “Saya sering melihat Zeinab menangis;  dia memberitahuku bahwa dia kesakitan, dia berharap agar alat ini dilepas agar ia bisa bermain dan berdandan. Mengapa dia tidak berhak mendapatkan perawatan medis seperti anak lainnya?”

Sistem Kesehatan Gaza Diambang Kehancuran

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), layanan pengobatan dan diagnostik kanker merupakan permintaan paling signifikan atas permohonan izin pasien keluar Gaza pada periode 2019 hingga 2021. Yang mengejutkan, pada periode yang sama, 32% anak-anak yang mendapat izin perjalanan tidak dibarengi dengan izin untuk orang tua yang akan menemani mereka. Akibatnya, mereka harus bepergian dengan kerabat yang berbeda atau tidak pergi sama sekali.

Sistem layanan kesehatan di Gaza masih berada di ambang kehancuran setelah 17 tahun tertahan oleh blokade dan agresi Israel.  Blokade ini telah menyebabkan peningkatan angka kemiskinan dan kekurangan pasokan medis penting di pasar lokal.

Sebuah survei terbaru dari Save the Children menemukan bahwa kekurangan gizi lazim terjadi di kalangan keluarga Gaza yang tinggal di ‘daerah yang aksesnya terbatas’, dekat perbatasan Gaza. Mereka sering menyaksikan serangan Israel, tidak memiliki akses terhadap kebutuhan dasar, dan menderita karena infrastruktur publik yang buruk dan penyakit yang ditularkan melalui air. Yang mengejutkan, 10% keluarga yang disurvei melaporkan kehilangan anak sebelum usia 5 tahun karena sebab-sebab yang sebenarnya bisa dicegah.

Save the Children menyerukan kepada Israel untuk mengakhiri blokade terhadap Gaza, dengan alasan bahwa blokade tersebut adalah penyebab utama pelanggaran hak-hak dasar anak-anak yang terus berlanjut.  Mereka mendesak Israel untuk memenuhi kewajiban hukumnya dengan memastikan perlindungan terhadap pasien Gaza, mempromosikan akses tanpa hambatan terhadap layanan kesehatan penting, serta menjunjung hak atas kesehatan dan layanan kesehatan bagi anak-anak Gaza dan keluarga mereka.

Jason Lee, Country Director Save the Children di wilayah pendudukan Palestina, menekankan, “Menolak layanan kesehatan bagi anak-anak adalah tindakan yang tidak manusiawi dan merupakan pelanggaran terhadap hak-hak mereka. Sementara, memisahkan anak-anak dari orang tuanya selama perawatan dapat membuat anak-anak semakin sulit untuk mengatasi rasa sakitnya.  Blokade selama 16 tahun berdampak terhadap setiap aspek kehidupan anak-anak, termasuk kesehatan fisik dan mental mereka.  Kekerasan dan perampasan yang sistemik ini harus dihentikan.

Hingga saat ini, baru sepertiga dari dana sebesar $502 juta yang dibutuhkan dalam Rencana Respons Kemanusiaan tahun 2023 untuk wilayah pendudukan Palestina yang telah didanai, hal ini menunjukkan adanya kebutuhan mendesak akan bantuan kemanusiaan di wilayah tersebut.  Komunitas internasional diminta untuk bertindak cepat mengatasi situasi mengerikan ini dan mencegah penderitaan lebih lanjut bagi anak-anak Gaza.

Sumber:

Baca Juga

Menteri Israel Serukan Pembatalan Perjanjian Oslo

Pembersihan Puing-Puing di Gaza Membutuhkan Waktu 7 Tahun

https://daysofpalestine.ps

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها

Tags: AnakGazaPalestinaUpdate Palestina
ShareTweetSendShare
Previous Post

Hujan Lebat Melanda Gaza, Banjir Rendam Puluhan Rumah dan Jalanan

Next Post

Tenzirt, Sebuah Desa yang Terhapus dari Peta Akibat Gempa Maroko

Adara Relief International

Related Posts

Menteri Israel Serukan Pembatalan Perjanjian Oslo
Berita Kemanusiaan

Menteri Israel Serukan Pembatalan Perjanjian Oslo

by Adara Relief International
Februari 19, 2026
0
22

Para menteri pemerintah Israel secara terbuka menyatakan niat mereka untuk secara mendasar mengubah status politik dan hukum wilayah Palestina yang...

Read moreDetails
Pembersihan Puing-Puing di Gaza Membutuhkan Waktu 7 Tahun

Pembersihan Puing-Puing di Gaza Membutuhkan Waktu 7 Tahun

Februari 19, 2026
17
Israel Menyita 2.000 Dunam Tanah Palestina di Sebastia dan Burqa

Israel Menyita 2.000 Dunam Tanah Palestina di Sebastia dan Burqa

Februari 19, 2026
17
Israel Batasi Jemaah Masjid Al-Aqsa, Larang Mesaharati Berkeliling Selama Ramadan

Israel Batasi Jemaah Masjid Al-Aqsa, Larang Mesaharati Berkeliling Selama Ramadan

Februari 19, 2026
17
Ramadan yang Kini Hampa di Tengah Genosida Gaza

Ramadan yang Kini Hampa di Tengah Genosida Gaza

Februari 19, 2026
17
Ramadan di Gaza: Antara Kehancuran dan Kelangsungan Hidup

Ramadan di Gaza: Antara Kehancuran dan Kelangsungan Hidup

Februari 19, 2026
25
Next Post
Tenzirt, Sebuah Desa yang Terhapus dari Peta Akibat Gempa Maroko

Tenzirt, Sebuah Desa yang Terhapus dari Peta Akibat Gempa Maroko

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

    Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Senjata Terlarang Israel “Lenyapkan” Ribuan Warga Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630