Seorang warga Palestina berusia 40 tahun meninggal sebagai tawanan administratif di penjara Israel, kelompok-kelompok HAM Palestina mengumumkan kemarin (3/3), menurut Pusat Informasi Palestina.
Dalam sebuah pernyataan, Komisi Urusan Tawanan dan Mantan Tawanan dan Masyarakat Tawanan Palestina (PPS) mengatakan Khaled Abdullah telah ditawan di penjara-penjara Israel di bawah sistem penahanan administratif ilegal – tanpa tuduhan atau pengadilan – sejak 9 November 2023. Abdullah meninggal di Penjara Megiddo pada 23 Februari 2025 sebagai akibat dari kejahatan sistematis Israel.
Abdullah adalah seorang ayah dari empat anak yang semuanya sudah menikah dan berasal dari Kamp Pengungsi Jenin. Dia memiliki dua saudara laki-laki yang juga ditawan sebagai tawanan administratif, yaitu Shadi dan Iyad Abdullah. Menurut keluarganya, dia tidak menderita masalah kesehatan apa pun sebelum penangkapannya.
Komisi dan PPS menyatakan bahwa Abdullah adalah tawanan ketiga yang kematiannya telah diumumkan dalam sepekan terakhir. Kabar wafatnya Abdullah membuat jumlah tawanan Palestina yang meninggal di penjara-penjara Israel sejak awal genosida Israel di Gaza meningkat menjadi 61, termasuk setidaknya 40 tawanan dari Gaza.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








