Seorang dokter senior Palestina meninggal di penjara Israel setelah lebih dari empat bulan ditahan, kata dua asosiasi tawanan Palestina (2/5). Asosiasi tersebut mengatakan dalam pernyataan bersama bahwa Adnan Al-Bursh, kepala Ortopedi di Rumah Sakit Al Shifa, fasilitas medis terbesar di Gaza, telah ditahan oleh pasukan Israel saat bekerja sementara di Rumah Sakit Al-Awda di Gaza utara.
Asosiasi tawanan menyebut kematian Dokter Al-Bursh sebagai pembunuhan dan mengatakan jenazahnya masih ditahan Israel. Seorang juru bicara militer Israel mengatakan bahwa layanan penjara telah menyatakan Bursh meninggal pada 19 April di penjara Ofer, karena alasan keamanan nasional. Juru bicara tersebut tidak mengomentari penyebab kematiannya.
Kelompok medis, termasuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), telah berulang kali menyerukan penghentian serangan terhadap petugas kesehatan Gaza, yang sejauh ini telah membunuh lebih dari 200 tenaga kesehatan, menurut perkiraan dari Insecurity Insight, sebuah kelompok penelitian yang mengumpulkan dan menganalisis data tentang serangan terhadap pekerja bantuan di seluruh dunia.
Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kematian Dokter Al-Bursh menambah jumlah pekerja medis yang dibunuh oleh Israel menjadi 496 orang sejak 7 Oktober. Ditambahkan pula bahwa 1.500 orang lainnya terluka, sementara 309 orang ditangkap.
Sumber: https://www.#
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








