• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Sabtu, Februari 21, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Serangan Israel ke Rafah, “Ke mana Kita akan Pergi?” 

by Adara Relief International
Februari 13, 2024
in Berita Kemanusiaan, Hukum dan HAM
Reading Time: 2 mins read
0 0
0
Serangan Israel ke Rafah, “Ke mana Kita akan Pergi?” 
31
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Sebagian besar pengungsi di Rafah adalah mereka yang terpaksa mengungsi beberapa kali sejak Oktober karena serangan Israel, yang secara bertahap memperluas invasinya di seluruh Gaza.

Badan Bantuan dan Pekerjaan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) memperkirakan bahwa setidaknya 395 pengungsi internal yang tinggal di tempat penampungan UNRWA telah terbunuh dan setidaknya 1.379 lainnya terluka sejak 7 Oktober, demikian disampaikan dalam pernyataannya.

Nadia Hardman, peneliti di Human Rights Watch, mengatakan bahwa orang-orang sudah berjuang untuk bertahan hidup di area kecil tempat mereka dipaksa dan diungsikan. Hardman mengatakan kepada Al Jazeera bahwa orang-orang yang dia ajak bicara, beberapa di antaranya telah mengungsi hingga 10 kali. Mereka khawatir dengan kemungkinan invasi darat di daerah tersebut.

“Satu pertanyaan yang terus mereka tanyakan adalah ‘Ke mana kita harus pergi?’ Mereka telah melarikan diri ke daerah yang dulunya dianggap aman. Janji Israel untuk memberikan jalur aman harus dianalisis dengan mempertimbangkan bahwa Israel secara konsisten gagal melakukannya,” kata Hardman.

Direktur Eksekutif Dana Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF), Catherine Russell, mengatakan bahwa warga sipil di Rafah harus dilindungi tanpa terkecuali.

“Warga sipil yang terdesak, hidup di jalan-jalan, atau di tempat penampungan. Mereka harus dilindungi. Mereka tidak punya tempat aman untuk pergi,” tulis Russell di X, menambahkan bahwa daerah tersebut dipenuhi oleh anak-anak dan keluarga.

“Rafah memiliki hampir setengah dari jumlah penduduk Gaza. Sejak awal perang di Gaza, orang-orang telah melarikan diri ke Rafah mengikuti perintah evakuasi Israel.” Nebal Farsakh, juru bicara Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS), mengatakan kepada Al Jazeera.

“Tidak ada tempat yang aman sama sekali, dan tidak ada cara untuk evakuasi. Di samping itu, infrastruktur hancur total, dan kurangnya transportasi juga membuatnya tidak mungkin bagi masyarakat untuk mencari jalan ke mana pun,” tambah Farsakh. “Kami meminta agresi perang dihentikan karena telah berlangsung begitu lama,” pungkasnya.

Hingga kini, menurut Kementerian Kesehatan Gaza, setidaknya 28.340 warga Palestina terbunuh oleh Israel sejak 7 Oktober. Lebih dari 67.984 warga Palestina juga terluka, tambah kementerian tersebut. Dalam 24 jam terakhir, pasukan Israel membunuh setidaknya 164 orang dan lebih dari 200 orang terluka, demikian disampaikan dalam pernyataan kementerian di Telegram.

sumber:

https://mondoweiss.net

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca Juga

Dewan Perdamaian Rencanakan Bangun Pangkalan Militer di Gaza

Sutradara “The Voice of Hind Rajab” Tolak Penghargaan di Berlin

Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

ShareTweetSendShare
Previous Post

Jaksa Pengadilan Pidana Internasional menyuarakan Keprihatinan atas Tindakan Israel di Rafah

Next Post

‘Menunggu’ Kematian Sistem Kesehatan di Gaza Akibat Genosida Israel 

Adara Relief International

Related Posts

Dewan Perdamaian Rencanakan Bangun Pangkalan Militer di Gaza
Berita Kemanusiaan

Dewan Perdamaian Rencanakan Bangun Pangkalan Militer di Gaza

by Adara Relief International
Februari 20, 2026
0
19

Pemerintahan Trump berencana membangun pangkalan militer yang berfungsi sebagai pusat operasional Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza. Rencana tersebut merujuk pada...

Read moreDetails
Sutradara “The Voice of Hind Rajab” Tolak Penghargaan di Berlin

Sutradara “The Voice of Hind Rajab” Tolak Penghargaan di Berlin

Februari 20, 2026
15
Jurnalis Palestina Ungkap Penyiksaan di Penjara Israel

Jurnalis Palestina Ungkap Penyiksaan di Penjara Israel

Februari 20, 2026
19
Jumlah Korban Terbunuh di Gaza Lebih Tinggi dari Angka Resmi

Jumlah Korban Terbunuh di Gaza Lebih Tinggi dari Angka Resmi

Februari 20, 2026
13
Cara Mengidentifikasi Kurma Produksi Permukiman Ilegal Israel

Cara Mengidentifikasi Kurma Produksi Permukiman Ilegal Israel

Februari 20, 2026
23
Menteri Israel Serukan Pembatalan Perjanjian Oslo

Menteri Israel Serukan Pembatalan Perjanjian Oslo

Februari 19, 2026
29
Next Post
Pejabat Kesehatan: "Tidak ada tempat yang aman untuk mengevakuasi orang-orang yang terluka dari Rumah Sakit Al-Shifa"

‘Menunggu’ Kematian Sistem Kesehatan di Gaza Akibat Genosida Israel 

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

    Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Senjata Terlarang Israel “Lenyapkan” Ribuan Warga Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantuan Sembako Jangkau Ratusan Warga Sumbar Terdampak Banjir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630