• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Senin, Januari 19, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Serangan di Rumah Sakit Nasser: Kisah Imad Sang Pemadam dan Hussam Sang Jurnalis

by Adara Relief International
September 8, 2025
in Berita Kemanusiaan
Reading Time: 2 mins read
0 0
0
Serangan di Rumah Sakit Nasser: Kisah Imad Sang Pemadam dan Hussam Sang Jurnalis

Serangan di Rumah Sakit Nasser: Kisah Imad Sang Pemadam dan Hussam Sang Jurnalis

16
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Pada suatu pagi bulan Agustus yang terik, di dekat Rumah Sakit Nasser, Khan Younis, Imad Al-Shaer meninggalkan rumahnya untuk membeli sarapan bagi keluarganya. Istrinya, Aida, tengah menyiapkan adonan roti, sementara tiga anak mereka menunggu di apartemen kecil di samping rumah sakit. Tak lama kemudian, dentuman meriam Israel mengguncang kawasan itu.

Imad sempat menyerahkan makanan kepada putranya dan berjanji akan menyusul pulang. Namun naluri kemanusiaannya mendorongnya berlari ke lokasi ledakan untuk menolong orang lain. Ia memang seorang pemadam kebakaran, tetapi di Gaza, panggilan tugas tak mengenal jam kerja. Serangan kedua datang. Serpihan logam menembus dadanya dan langsung merenggut nyawanya.

Baca Juga

Apoteker Gaza Sulap Rumah Jadi Laboratorium Obat Darurat di Tengah Kepungan

Pemerintah Palestina Desak Tekanan Internasional Hentikan Krisis Kemanusiaan Gaza

Imad meninggalkan Aida, anak-anak, serta keluarga yang berduka tanpa bisa menghadiri pemakamannya. Dalam keterpaksaan akibat pengepungan, Aida sendiri yang mempersiapkan jasad sang suami dan menguburkannya. “Imad adalah segalanya bagiku,” ujar Aida dengan suara bergetar. “Bersamanya, tidak ada yang berarti, tidak lapar, tidak takut, bahkan kehilangan rumah pun tidak terasa.”

Namun, Imad bukan satu-satunya korban di sekitar RS Nasser. Sebuah investigasi terbaru mengungkap bahwa serangan Israel di lokasi itu juga membunuh jurnalis Hussam al-Masri bersama 21 orang lainnya, termasuk empat jurnalis dan beberapa petugas penyelamat. Israel berdalih bahwa ada kamera di atap rumah sakit yang digunakan Hamas. Faktanya, kamera itu adalah milik Hussam, yang rutin meliput dari tangga luar rumah sakit dan menutupi kameranya dengan kain putih untuk melindungi dari panas dan debu.

Associated Press (AP) melaporkan bahwa posisi tersebut telah lama diketahui militer Israel sebagai titik berkumpul para jurnalis. Bahkan sekitar 40 menit sebelum serangan, drone Israel terlihat mengamati lokasi itu. Setelah serangan pertama, pasukan Israel kembali menghantam area yang sama ketika tim medis dan jurnalis berdatangan untuk menolong korban. Jenis amunisi yang digunakan diduga berdaya ledak tinggi, bukan senjata presisi yang bisa meminimalkan korban sipil.

Bagi Aida, tidak ada keraguan atas maksud serangan itu. “Ini genosida,” katanya tegas. “Tidak ada penjelasan lain.” Kini, ia hanya ingin dunia mengingat nama suaminya: Imad Al-Shaer, seorang pemadam kebakaran yang gugur saat berusaha menyelamatkan nyawa orang lain, bahkan di luar jam kerjanya.

Seperti halnya Hussam al-Masri, jurnalis yang dibungkam saat merekam kebenaran, Imad menjadi bagian dari daftar panjang korban sipil yang ditargetkan di Gaza, para penyelamat dan saksi yang seharusnya dilindungi, tetapi justru menjadi sasaran.

Sumber: Qudsnen

 

ShareTweetSendShare
Previous Post

Ancaman Aneksasi Tepi Barat, Risiko Pembersihan Etnis oleh Israel

Next Post

Cucu Nelson Mandela, “Palestina Hadapi Apartheid yang Lebih Buruk daripada Afrika Selatan

Adara Relief International

Related Posts

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar
Berita Kemanusiaan

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

by Adara Relief International
Januari 15, 2026
0
20

Surat kabar Israel Haaretz melaporkan bahwa Amerika Serikat berpotensi mendanai pembangunan pabrik baru kendaraan tempur lapis baja di Israel dengan...

Read moreDetails
Kementerian Kesehatan Gaza Tegaskan Israel Hambat Obat dan Pangan Esensial

Kementerian Kesehatan Gaza Tegaskan Israel Hambat Obat dan Pangan Esensial

Januari 15, 2026
18
Apoteker Gaza Sulap Rumah Jadi Laboratorium Obat Darurat di Tengah Kepungan

Apoteker Gaza Sulap Rumah Jadi Laboratorium Obat Darurat di Tengah Kepungan

Januari 15, 2026
16
Pemerintah Palestina Desak Tekanan Internasional Hentikan Krisis Kemanusiaan Gaza

Pemerintah Palestina Desak Tekanan Internasional Hentikan Krisis Kemanusiaan Gaza

Januari 15, 2026
22
Israel Legalkan Lima Pos Permukiman Ilegal di Tepi Barat

Israel Legalkan Lima Pos Permukiman Ilegal di Tepi Barat

Januari 15, 2026
16
Gaza Kehilangan 85% Alat Penyelamatan, Operasi Darurat Terancam

Gaza Kehilangan 85% Alat Penyelamatan, Operasi Darurat Terancam

Januari 14, 2026
15
Next Post
Cucu Nelson Mandela, “Palestina Hadapi Apartheid yang Lebih Buruk daripada Afrika Selatan

Cucu Nelson Mandela, “Palestina Hadapi Apartheid yang Lebih Buruk daripada Afrika Selatan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantuan Sembako Jangkau Ratusan Warga Sumbar Terdampak Banjir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630