Pasukan Israel telah membunuh setidaknya dua anak Palestina pada Senin (3/7) selama serangan militer darat dan udara yang masih berlangsung di Jenin. Nuruddin Husam Yousef Marshoud, 15, dan Majdi Younis Saud Ararawi, 17, dibunuh oleh pasukan Israel sekitar pukul 11.30 pagi pada 3 Juli di kamp pengungsi Jenin, menurut informasi awal yang dikumpulkan oleh Defense for Children International–Palestine. Nouruddin menderita luka tembak di kepala sementara Majdi menderita luka tembak di dada. DCIP masih menyelidiki pembunuhan ini karena serangan militer Israel di Jenin masih terus berlangsung.
Pasukan Israel melancarkan operasi militer besar-besaran sekitar pukul 01.30 dini hari di kota Jenin, Palestina, yang terletak di Tepi Barat utara. Sekitar 1.200 pasukan darat Israel dikerahkan di dalam dan sekitar kota, melakukan serangan terhadap infrastruktur sipil di daerah permukiman padat penduduk. Beberapa helikopter dan pesawat tempur Apache yang bersumber dari AS dilaporkan melakukan serangan udara. Pasukan Israel menutup semua pintu keluar dari kamp pengungsi Jenin dan terus mencegah ambulans menolong warga Palestina yang terluka.
“Laporan awal menunjukkan pasukan Israel melakukan serangan tanpa pandang bulu dan tidak proporsional di kamp pengungsi Jenin,” kata Ayed Abu Eqtaish, Direktur Program di DCIP. “Pasukan Israel tampaknya tidak mengenal batas saat mereka melakukan serangan besar-besaran di daerah sipil padat penduduk dan pada dasarnya mengepung kamp pengungsi Jenin.”
Selama operasi militer Israel di kamp pengungsi Jenin, pasukan Israel menghancurkan banyak rumah warga Palestina dengan meledakkan tembok mereka. Selain itu, infrastruktur sipil Palestina termasuk jalan, beberapa masjid, Klub Olahraga Jenin, dan Teater Kebebasan Jenin juga dibom. Pasukan Israel menahan banyak anak Palestina, mematikan akses listrik, air, dan telekomunikasi warga Palestina yang tinggal di kamp pengungsi Jenin.
Serangan udara dan darat skala besar oleh pasukan Israel ini terjadi setelah peningkatan serangan militer ke kamp pengungsi dan Kota Jenin selama beberapa bulan terakhir. Menurut dokumentasi yang dikumpulkan oleh DCIP, sembilan anak Palestina telah dibunuh oleh pasukan Israel di Kegubernuran Jenin sejak awal tahun 2023. Menurut UNRWA, ada sekitar 14.000 warga Palestina tinggal di kamp pengungsi Jenin yang luasnya hanya 0,42 kilometer persegi dari kota, menjadikannya sebagai salah satu daerah terpadat di Tepi Barat.
Dokumentasi yang dihimpun oleh DCIP mencatat 33 anak Palestina telah dibunuh pada tahun 2023. Pasukan Israel telah menembak dan membunuh sedikitnya 26 anak Palestina di Tepi Barat yang diduduki. Sementara itu, agresi Israel pada Mei 2023 di Gaza telah merenggut nyawa 6 anak, dan seorang anak Palestina berusia 10 tahun di Gaza meninggal karena luka di kepala yang dideritanya selama serangan militer Israel di Jalur Gaza pada Agustus 2022.
Di bawah hukum internasional, kekuatan mematikan yang disengaja hanya dibenarkan dalam keadaan di bawah ancaman langsung terhadap nyawa atau cedera serius. Namun, investigasi dan bukti yang dikumpulkan oleh DCIP secara teratur menunjukkan bahwa pasukan Israel menggunakan kekuatan mematikan terhadap anak-anak Palestina dalam keadaan yang dapat menyebabkan pembunuhan di luar hukum atau disengaja. Pada 2022, 53 anak Palestina dibunuh, termasuk 36 anak Palestina yang ditembak di Tepi Barat yang diduduki dan 17 anak Palestina yang dibunuh Israel dalam agresi di Jalur Gaza.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








