• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Senin, Januari 19, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Artikel

Rute 60, Jalur Kematian bagi Penduduk Palestina #2

by Adara Relief International
Oktober 8, 2021
in Artikel, Jelajah
Reading Time: 3 mins read
0 0
0
Rute 60, Jalan Kematian bagi Penduduk Palestina
10
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Rute 60, Jalur Kematian bagi Penduduk Palestina #2- Pembatasan Rute 60 yang dilakukan Zionis terhadap penduduk Palestina juga bertujuan melumpuhkan ekonomi mereka.[1]

Seperti yang terjadi pada Ghalib Khalil. Ia menjalankan sebuah bengkel mobil yang terletak di belokan Rute 60 di Sinjil dan bengkelnya terancam kehilangan pelanggan jika pos pemeriksaan dibangun dan penduduk Palestina tidak diizinkan melewati Rute 60. “Hidup saya akan hancur. Bengkel saya berada di wilayah vital antara Nablus dan Ramallah. Jika persimpangan di sini ditutup dan jalan ke bengkel saya ditutup, itu akan memisahkan Nablus, Tulkarem dan, Qalqilya dari Ramallah, Hebron dan Al-Quds. Semua orang akan menganggur.” Demikian kekhawatiran Khalil.

“Jalan Kematian” ini tidak hanya merenggut perekonomian penduduk Palestina, tetapi juga nyawa mereka.

Pada 2010, tercatat 5.400 kecelakaan terjadi di jalur ini dan melukai lebih dari 7000 jiwa. Jumlah ini meningkat empat kali lipat dibandingkan kecelakaan yang terjadi pada 2006. Belum ada pihak yang bisa menjelaskan apakah kecelakaan ini benar-benar musibah, atau memang sudah berbentuk pola yang direncanakan, melihat dari banyaknya kasus di sepanjang wilayah yang sama.

Baca Juga

In Honor of Resilience (2): Sepenggal Kenangan dari Syuhada Gaza, Mereka yang Melawan dengan Tulisan, Lukisan, dan Aksi di Lapangan

Ketika Isra’ Mi’raj Memanggil Umat untuk Kembali kepada Al-Aqsa

Pada tahun 2012, Miri Juwali (5) terbaring koma di rumah sakit setelah bus yang ditumpanginya ditabrak oleh sebuah truk di Rute 60. Dalam kondisi hujan lebat, bus yang beratap kayu dan dilapisi aluminium tersebut terbalik dengan kondisi kabelnya terbuka. Api segera berkobar, melahap bus dan segala yang ada di dalamnya. Karena tenaga kesehatan terlambat datang, Miri kemudian segera dibawa ke rumah sakit di Ramallah oleh seorang pria Palestina yang ban mobilnya kempes saat melewati wilayah tersebut. Ia dinyatakan menderita luka bakar tingkat tiga di bagian kepala, leher, punggung, perut bagian bawah, tangan dan kaki. Akibatnya, Miri kehilangan tangan kirinya, lima jari kaki dan dua jari di tangan kanannya, bibir, dan kedua telinganya.

Ibu Miri, Manar Juwali (32) tidak bisa memutuskan siapa yang harus bertanggung jawab atas “kecelakaan” yang menyebabkan anaknya menderita luka bakar di 75% bagian tubuhnya. Terlalu banyak faktor yang menjadi penyebab kecelakaan tersebut : cuaca yang sedang hujan deras, sopir truk yang menabrak bus berisi anak-anak, jalan yang sempit dan tidak terawat, kontrol Israel sepanjang jalan menuju Ramallah, dan yang terakhir adalah tentara Israel yang berdiri kurang dari 150 meter dari tempat kejadian namun tidak melakukan apa-apa.

Selain Miri, anak-anak lain yang berada di dalam bus juga menjadi korban. Abdullah Al-Hindi (5) serta empat anak lainnya tewas dalam kecelakaan tersebut. Sementara itu, adik Abdullah yaitu Ahmed Al-Hindi (4) harus dirawat di rumah sakit akibat trauma parah yang dialaminya.[2] Keterlambatan tenaga kesehatan menjadi salah satu faktor vital yang membuat perjalanan ini menjadi tragedi mengerikan bagi anak-anak. Pertahanan Sipil Palestina mengatakan mereka baru menerima telepon yang melaporkan kecelakaan tersebut 20 menit setelah kejadian. Untuk bisa menuju ke lokasi yang berada di area C, mereka juga harus meminta izin dari Otoritas Israel terlebih dahulu. Akibatnya, pihak yang banyak membantu dalam kecelakaan tersebut hanya para pemuda Palestina yang kebetulan berada di dekat lokasi dan mereka hanya menggunakan alat pemadam kebakaran seadanya.

Ahmed Al-Hindi
Sumber : https://www.theguardian.com/global-development/2012/jun/26/west-bank-route-60-palestinian-children

“Rute Berdarah” 60 hanyalah salah satu rute di antara banyak rute apartheid yang dibangun oleh Israel di sepanjang wilayah Palestina.

Dibangunnya rute-rute tersebut tidak lain adalah untuk terus memperluas Yahudinisasi yang mereka lakukan di Palestina. Dengan membangun rute-rute itu, Zionis menegaskan bahwa mereka telah mengambil alih jalan-jalan di Palestina untuk kepentingan mereka. Bagi mereka, penduduk Palestina sama sekali tidak memiliki hak atas apa pun, termasuk tanah yang mereka tinggali sejak lama. Arogansi telah menutup mata mereka dari kenyataan bahwa perbuatan mereka sudah sangat jauh melenceng dari sisi kemanusiaan.

Baca juga part 1

Sumber :
https://www.ft.com/content/8ba729f6-141c-11e9-a581-4ff78404524e
https://www.theguardian.com/global-development/2012/jun/26/west-bank-route-60-palestinian-children
https://www.haaretz.com/opinion/.premium-how-a-west-bank-highway-s-roadsign-captures-the-israeli-psyche-1.6288737
https://www.btselem.org/download/200408_forbidden_roads_eng.pdf
https://www.breakingthesilence.org.il/inside/wp-content/uploads/2020/12/Highway-to-Annexation-Final.pdf
https://reliefweb.int/sites/reliefweb.int/files/resources/3C5546F17A8AD281C1257106004FC4FA-ocha-opt-24Jan.pdf
[1] Baca kisah lainnya dalam https://adararelief.com/mengaktifkan-potensi-ekonomi-gaza-adalah-kunci-stabilitas-politik/
[2] Baca kisah lainnya dalam https://adararelief.com/penyiksaan-psikologis-zionis-terhadap-anak-anak-palestina-di-jalur-gaza/

ShareTweetSendShare
Previous Post

Rute 60, Jalan Kematian bagi Penduduk Palestina

Next Post

Mengapa Harus Al-Quds dan Bukan Kota Lainnya?

Adara Relief International

Related Posts

Lukisan karya Maram Ali, seniman yang suka melukis tentang Palestina (The New Arab)
Artikel

In Honor of Resilience (2): Sepenggal Kenangan dari Syuhada Gaza, Mereka yang Melawan dengan Tulisan, Lukisan, dan Aksi di Lapangan

by Adara Relief International
Januari 19, 2026
0
22

“Harapan hanya dapat dibunuh oleh kematian jiwa, dan seni adalah jiwaku — ia tidak akan mati.” Kalimat tersebut disampaikan oleh...

Read moreDetails
Ketika Isra’ Mi’raj Memanggil Umat untuk Kembali kepada Al-Aqsa

Ketika Isra’ Mi’raj Memanggil Umat untuk Kembali kepada Al-Aqsa

Januari 19, 2026
20
Kubah As-Sakhrah pada Senja hari. Sumber: Islamic Relief

Isra Mikraj dan Sentralitas Masjid Al-Aqsa dalam Akidah Islam

Januari 19, 2026
24
Lukisan karya Maram Ali, seniman yang suka melukis tentang Palestina (The New Arab)

In Honor of Resilience (1): Sepenggal Kenangan dari Syuhada Gaza, Mereka yang Bersuara Lantang dan Berjuang Mempertahankan Kehidupan

Januari 14, 2026
25
Sebuah grafiti dengan gambar sastrawan Palestina, Mahmoud Darwish, dan penggalan puisinya, “Di atas tanah ini ada hidup yang layak diperjuangkan”. (Zaina Zinati/Jordan News)

Antara Sastra dan Peluru (2): Identitas, Pengungsian, dan Memori Kolektif dari kacamata Darwish dan Kanafani

Januari 12, 2026
87
Banjir merendam tenda-tenda pengungsian di Gaza (Al Jazeera)

Banjir dan Badai di Gaza: Vonis Mati Tanpa Peringatan

Januari 7, 2026
59
Next Post
Mengapa Harus Al-Quds dan Bukan Kota Lainnya?

Mengapa Harus Al-Quds dan Bukan Kota Lainnya?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantuan Sembako Jangkau Ratusan Warga Sumbar Terdampak Banjir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630