Kementerian Kesehatan Gaza telah memperingatkan bahwa layanan rumah sakit di Gaza akan segera runtuh. Ini terjadi akibat adanya krisis parah pasokan minyak dan suku cadang untuk generator listrik. Kondisi ini membuat rumah sakit terpaksa menghentikan layanan sepenuhnya dalam waktu dekat.
Pada konferensi pers hari Minggu (29/03), seorang pejabat kesehatan mengumumkan bahwa 90 generator sama sekali tidak beroperasi, 38 beroperasi dengan krisis pasokan minyak, dan 11 membutuhkan perawatan mendesak. Menurut kementerian, rumah sakit di Gaza masih sangat bergantung pada generator di tengah pemadaman listrik yang terus berlanjut.
Kementerian menekankan bahwa pemadaman generator akan berdampak langsung pada departemen-departemen vital di rumah sakit. Ini terjadi terutama di unit perawatan intensif, bangsal neonatal, dan unit dialisis. Akibatnya, kondisi tersebut mengancam nyawa pasien dan memperburuk kondisi kesehatan yang sudah parah di dalam fasilitas medis.
Baca juga : “Hujan Lebat Banjiri Tenda Pengungsi dan Rumah Sakit di Gaza, Memperparah Krisis Kemanusiaan di Tengah Gencatan Senjata yang Rapuh“
Kementerian mencatat bahwa pemadaman listrik, ditambah dengan fluktuasi tegangan dan ketergantungan pada sumber energi yang tidak stabil, juga menyebabkan kerusakan obat-obatan, vaksin, dan unit darah yang sensitif, di samping kerusakan peralatan medis presisi.
“Prosedur pembedahan kini terbatas hanya untuk kasus darurat. Kondisi ini terjadi karena rumah sakit menghadapi penurunan kapasitas operasional. Masalah ini telah memperburuk penderitaan pasien dan menunda pemberian perawatan medis yang penting,” kata kementerian tersebut.
Kementerian tersebut mengimbau organisasi kemanusiaan, hak asasi manusia, dan kesehatan untuk segera turun tangan guna memasok minyak dan suku cadang ke rumah sakit-rumah sakit di Gaza agar generator mereka tetap beroperasi.
Sumber: Palinfo








