Perempuan di Timur Tengah dan Afrika Utara yang menjadi target pengawasan Pemerintah dengan menggunakan spyware Pegasus merupakan kelompok dengan risiko terbesar, dengan modus pemerasan dan pelecehan. Ini disampaikan pakar teknologi dan para korban dalam laporan Reuters.
Dikembangkan oleh perusahaan teknologi Zionis Israel NSO, Pegasus mengubah ponsel menjadi perangkat pengawasan, menggunakan mikrofon dan kameranya serta mengakses dan mengekspor pesan, foto, dan email tanpa sepengetahuan pengguna.
Baca juga:
Perangkat Pengintai Zionis Israel Merupakan Ancaman Bagi Semua Kebebasan
Tentara Zionis Lukai Seorang Pria Berkebutuhan Khusus di Dekat Betlehem
“Perempuan yang menjadi sasaran pengawasan memiliki risiko berbeda dari pria karena informasi apa pun selalu dapat digunakan untuk memeras atau mendiskreditkannya,” kata Anushka Jain di Internet Freedom Foundation di Delhi, yang memberikan bantuan hukum kepada dua aktivis yang menjadi sasaran.
Sumber : Middle East Monitor
***
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








