Fikri Rofiul Haq, seorang relawan dari organisasi amal Komite Penyelamatan Medis Indonesia (MER-C), yang berbasis di sebuah sekolah di Khan Younis, tempat 2.800 warga Palestina yang berlindung, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa situasi di selatan Gaza sangat tegang. Pasukan Israel terus membombardir daerah tersebut, terutama di selatan sekitar Khan Younis. Serangan intens dilakukan khususnya pada malam hari, baik dari darat, laut, maupun udara.
“Semuanya terbatas, termasuk air bersih, makanan, dan truk bantuan. Pasukan Israel tidak membiarkan bantuan tersebut masuk melalui Rafah. Hanya sedikit truk yang diizinkan masuk, dan situasinya sangat mengkhawatirkan bagi semua pengungsi di Gaza. Kemarin, kami melihat beberapa konvoi tank melintas di depan sekolah tempat kami mengungsi dan menemukan peluru tumpul di halaman sekolah.” katanya.
Hingga kini, Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan bahwa jumlah kematian warga Palestina di Gaza mencapai setidaknya 25.900 orang, sementara 64.110 orang telah terluka dan sedikitnya 200 warga Palestina terbunuh dalam 24 jam terakhir, tambah Juru Bicara Kementerian Kesehatan di Gaza, Ashraf al-Qudra.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








