Kantor Media Pemerintah (GMO) di Gaza melaporkan bahwa lebih dari 365 anak Palestina saat ini ditawan di penjara pendudukan Israel. Beberapa di antaranya berasal dari Jalur Gaza dan ditangkap oleh pasukan pendudukan Israel (IOF) selama genosida yang telah berlangsung selama 15 bulan.
Direktur GMO, Dr. Ismail Al-Thawabtah, dalam pernyataannya pada Sabtu (22/02), mengungkapkan bahwa anak-anak Palestina di dalam penjara Israel mengalami berbagai bentuk penyiksaan paling kejam.
Ia menegaskan bahwa anak-anak tersebut diadili melalui pengadilan militer yang tidak adil, bersifat rasis, dan kriminal, yang jelas bertentangan dengan hukum serta konvensi internasional yang melindungi hak-hak anak.
Menurut data yang dirilis oleh Komisi Urusan Tawanan dan Masyarakat Tawanan Palestina, sejak dimulainya agresi pemusnahan di Jalur Gaza, tercatat lebih dari 770 kasus penahanan administratif terhadap anak-anak di Tepi Barat.
Namun, hingga saat ini belum tersedia data pasti mengenai jumlah anak-anak dari Jalur Gaza yang telah ditangkap sejak agresi dimulai. Hal ini disebabkan oleh masih berlanjutnya kejahatan penghilangan paksa yang dilakukan oleh Israel terhadap warga Palestina.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








