Puluhan warga Palestina ditemukan tewas di sebuah sekolah di bagian utara Jalur Gaza dalam kantong mayat hitam yang terikat dengan kabel plastik bertuliskan bahasa Ibrani.
“Mayat 50 warga Palestina ditemukan di halaman Sekolah Dasar Khalifa bin Zayed di Beit Lahia pada Selasa (30/1) setelah pasukan Israel mundur dari area tersebut”, kata penduduk setempat kepada Middle East Eye. Menurut saksi mata yang membantu mengidentifikasi korban, pasukan Israel dilaporkan mengeksekusi warga Palestina tersebut hampir dua bulan yang lalu di jalan dekat sekolah.
Sekolah tersebut awalnya digunakan sebagai tempat perlindungan bagi ribuan warga Palestina pada agresi terakhir, sebelum dibom dan diserbu oleh pasukan Israel pada awal Desember. Sekolah tersebut telah didukung oleh UNRWA sejak tahun 2010.
Penemuan mengerikan ini terjadi sehari setelah lebih dari 100 mayat warga Palestina yang digali dan dibawa oleh pasukan Israel dari berbagai area di Jalur Gaza dikembalikan untuk dimakamkan massal di kota selatan Rafah. Sejumlah jenazah tidak teridentifikasi saat dimakamkan kembali sementara yang lain telah mengalami dekomposisi berat.
Sementara itu, sebuah video yang beredar di media sosial menunjukkan seorang tentara Israel menangkap warga Palestina dan menyebut mereka sebagai budak. Video tersebut menunjukkan tawanan yang terikat dengan mata ditutup, didudukkan di sebuah bangku, serta diperintahkan untuk mengulangi kata-kata dalam bahasa Ibrani yang disebutkan oleh seseorang dari belakang kamera.
“Pada kesempatan ini kami ingin mengucapkan selamat kepada keluarga Azoulai, banyak cinta dan kesuksesan besar. Kami, para teroris dari Gaza sangat takut kepada seluruh keluarga Azoulai,” para pria mengulangi.
Belum jelas siapa keluarga Azoulai yang dimaksud dalam konteks ini. Nama tersebut berasal dari keturunan Yahudi Sefardim, dan seringkali dimiliki oleh orang Yahudi keturunan Maroko. Belum jelas juga lokasi dan kapan video tersebut diambil. Video tersebut pertama kali diposting di kanal Telegram Israel sayap kanan “Without Limits” pada Selasa (31/1).
Sejak agresi pada 7 Oktober, pasukan Israel telah menangkap banyak warga Palestina di Gaza dan Tepi Barat. Sebuah keluarga di Gaza mengatakan bahwa pria yang ditangkap, dipaksa mengenakan pakaian dalam dan duduk di jalanan tanpa pakaian. Kemudian di Tepi Barat, video yang dibagikan menunjukkan para pekerja Palestina disiksa oleh tentara Israel di wilayah tersebut.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








