Para pemukim Israel pada Kamis dini hari (15/12) menyerbu sebuah sekolah di desa Urif, selatan Kota Nablus di Tepi Barat. Ghassan Daghlas, aktivis yang memantau kegiatan permukiman kolonial di Tepi Barat utara, mengatakan bahwa lebih dari 40 pemukim menyelinap ke desa dan melempari sekolah menengah setempat dengan batu, menghancurkan panel surya yang digunakan untuk memasok listrik ke sekolah.
Dia menambahkan bahwa setelah memeriksa rekaman kamera pengintai, administrasi sekolah terkejut mengetahui bahwa pemukim Israel yang merusak sekolah. Ia menunjukkan bahwa sekolah tersebut telah menjadi sasaran serangan pemukim yang sama yang sebelumnya pernah mencoba membakar ruang kelas. Sementara itu, para pemukim melemparkan batu ke arah rumah-rumah warga Palestina di pinggiran kota terdekat Huwwara, menyebabkan kerusakan pada beberapa rumah.
Kekerasan pemukim Israel terhadap warga Palestina hampir menjadi kenyataan rutin di Tepi Barat dan jarang dituntut oleh otoritas pendudukan Israel. Permukiman kolonial Yitzhar sangat terkenal karena komunitas pemukim Yahudi garis kerasnya yang dalam beberapa tahun terakhir melakukan serangan yang tak terhitung jumlahnya terhadap warga Palestina dan properti mereka.
Kekerasan pemukim antara lain meliputi pembakaran properti dan masjid, pelemparan batu, pencabutan tanaman dan pohon zaitun, dan penyerangan terhadap rumah-rumah. Ada lebih dari 800.000 pemukim Israel yang tinggal di permukiman kolonial di Tepi Barat dan Al-Quds Timur.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








