JAKARTA — Adara menghadiri press conference di Kantor MUI Pusat, Kamis (30/10). Agenda ini membahas rencana pelaksanaan Konferensi Asia Pasifik untuk Palestina pada 7–8 November mendatang.
Konferensi Asia Pasifik untuk Palestina
Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama DPR RI melalui Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) serta lembaga internasional Global Coalition for Al-Quds and Palestine (GCAP) akan menyelenggarakan Konferensi Asia Pasifik untuk Palestina pada 7–8 November 2025 di Gedung DPR/MPR RI, Senayan.
Bertema “Penguatan Aliansi untuk Bela Palestina”, konferensi ini akan menganalisis perkembangan terkini di Gaza dari perspektif kemanusiaan, politik, dan hukum internasional. Konferensi ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan GCAP di Istanbul pada September 2025. Sebanyak 70 perwakilan Asia Pasifik akan menghadiri konferensi ini, meliputi akademisi, tokoh agama, anggota parlemen, pemimpin ormas, dan lembaga filantropi.
Saat ini, dorongan kekuatan masyarakat sipil telah menunjukkan perkembangan yang signifikan. Jumlah negara yang mengakui negara Palestina semakin meningkat, termasuk Inggris dan Prancis yang merupakan anggota tetap Dewan Keamanan PBB. Konferensi Internasional New York untuk Solusi Dua Negara dan KTT Perdamaian Sharm El-Sheik juga turut andil dalam gencatan senjata di Gaza.
Press Conference
Prof. Dr. Sudarnoto Abdul Hakim M.A., Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional memimpin pelaksanaan press conference di Kantor Pusat MUI. “Negara-negara Asia Pasifik memiliki posisi strategis dalam persoalan ini. Sebab, mayoritas telah mendukung kemerdekaan Palestina,” tuturnya.
“Konferensi ini bertujuan untuk memperkuat solidaritas masyarakat Asia Pasifik, merumuskan langkah nyata dalam membela bangsa Palestina, serta membangun aksi nyata untuk menghentikan genosida dan mewujudkan kemerdekaan Palestina,” papar Dr. H. Amirsyah Tambunan, Sekjen MUI.
Ketua BKSAP DPR RI, Dr. H. Mardani Ali Sera, M.Eng. menyampaikan bahwa DPR RI merasa terhormat menjadi tuan rumah konferensi. Ini menjadi bentuk konsistensi dukungan rakyat Indonesia terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina.
“Konferensi ini akan mengundang berbagai pembicara yang akan menyampaikan update solidaritas global terhadap Palestina. Lalu, agenda dilanjutkan dengan dua komisi di ruangan terpisah untuk mengupas tuntas upaya diplomasi dan aksi untuk Palestina,” tambah Mardani.
Agenda ini akan menghasilkan dokumen rekomendasi bersama bertajuk “The Asia Pacific Declaration for Palestine 2025”. Dokumen ini akan menegaskan komitmen aliansi Asia Pasifik untuk memperkuat diplomasi, advokasi, dan aksi kemanusiaan bagi Palestina.






![Konferensi pers Palestine Festival yang diselenggarakan di Gudskul, Jagakarsa, pada Ahad [30/11] sebagai rangkaian menuju event kemanusiaan akhir tahun 2025. Acara ini memperkenalkan teater bertema keteguhan rakyat Gaza dalam menghadapi genosida. Konferensi pers turut dihadiri para pemain teater: David Chalik, Bella Fawzi, Robert Chaniago, dan Cholidi Asadil Alam.](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/12/DSC00773-120x86.jpg)

