Polisi Israel telah melarang seorang penjaga (Murabith) Masjid Al-Aqsa memasuki kompleks masjid di Kota Tua Al-Quds (Yerusalem) selama satu minggu. Sumber setempat mengatakan polisi menangkap penjaga, Isam Najib, dan memerintahkannya untuk tidak memasuki kompleks, tempat dia bekerja. Ia tidak boleh memasuki kompleks Al-Aqsa selama satu minggu. Penjaga lain, Arafat Najib, juga mendapat panggilan untuk interogasi.
Sementara itu, direktur Relawan untuk Harapan, sebuah organisasi di lingkungan Beit Hanina di Yerusalem, Silvia Abu Laban, mendapat panggilan dari intelijen Israel untuk interogasi. Abu Labban sebelumnya suda berkali-kali Israel interogasi dan tahan.
Baca juga “Gereja-gereja Kecam Yahudinisasi Israel di Wilayah Sekitar Masjid Al-Aqsa” di sini
Israel sering melarang penjaga masjid memasuki kompleks untuk melakukan tugas mereka. Mereka bertugas mencegah orang-orang Yahudi fanatik melanggar persyaratan kunjungan non-Muslim ke tempat suci, termasuk mengadakan ritual keagamaan Yahudi. Orang-orang Yahudi fanatik berusaha untuk melakukan ritual keagamaan, terlepas bahwa polisi Israel hadir bersama mereka. Namun, penjaga al-Aqsa selalu berjaga untuk menghentikan mereka. Polisi akhirnya menangkap para penjaga dan melarang mereka memasuki masjid.
Sumber:
https://english.wafa.ps/Pages/Details/129902
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.







