Setidaknya empat orang, termasuk seorang anak, terbunuh dan 24 orang terluka dalam serangan udara Israel pada Senin (21/10) malam di dekat sebuah rumah sakit di ibu kota Lebanon.
Kementerian Kesehatan Lebanon mengatakan serangan udara tersebut menargetkan sekitar Rumah Sakit Universitas Rafik Hariri yang terletak di pinggiran Beirut selatan.
Kementerian mencatat bahwa serangan itu menyebabkan kerusakan besar pada rumah sakit.
Kantor Berita Nasional (NNA) milik pemerintah Lebanon mengatakan pesawat tempur Israel mengebom daerah dekat rumah sakit tanpa peringatan.
Seorang koresponden Anadolu melaporkan bahwa pesawat tempur melakukan serangan baru di daerah Haret Hreik di Beirut selatan segera setelah mengeluarkan perintah evakuasi kepada penduduk.
Koresponden menambahkan bahwa jet tempur Israel juga menyerang daerah Al-Awza’i di pinggiran Beirut untuk pertama kalinya, tak lama setelah tentara Israel mengeluarkan peringatan.
Menurut pernyataan juru bicara tentara Israel Daniel Hagari, pesawat tempur Israel akan melanjutkan serangan di Beirut yang menargetkan aset ekonomi Hizbullah.
Israel telah melancarkan kampanye udara besar-besaran di Lebanon sejak 23 September dalam eskalasi perang lintas perbatasan selama setahun antara Israel dan kelompok Lebanon itu sejak dimulainya serangan brutal Israel di Gaza.
Hampir 2.500 orang terbunuh dan lebih dari 11.500 lainnya terluka dalam serangan Israel sejak tahun lalu, menurut otoritas kesehatan Lebanon.
Israel memperluas serangannya pada 1 Oktober tahun ini dengan melancarkan serangan darat ke Lebanon selatan.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








