Seorang pemukim Israel yang membawa anjing meninggalkan masjid di Desa Orif, Palestina, setelah sebelumnya kamera keamanan merekamnya melecehkan Alquran pada hari Rabu (21/6). Dalam video tersebut, pria itu terlihat menyobek halaman Al-Qur’an dan melemparkannya ke tanah di depan masjid sementara pria bertopeng lainnya melihat tak jauh dari sana. Pria bertopeng yang sama juga membakar sebuah sekolah dan berusaha membakar rumah-rumah dan juga masjid, lapor Haaretz.
Warga mengatakan kepada kanal berita bahwa para pemukim bertopeng itu telah memasuki desa dari arah pemukiman Yitzhar di dekatnya dan mengakibatkan insiden tersebut. Meski demikian, tidak ada penangkapan yang dilakukan setelah insiden ini, The Jerusalem Post melaporkan.
“Serangan para pemukim berlanjut tanpa upaya tentara untuk menghentikan mereka,” kata pernyataan Yesh Din, sebuah organisasi HAM Israel. “Rekaman yang mengejutkan menunjukkan bahwa satu-satunya tujuan pemukim adalah menghasut kerusuhan dengan melakukan pogrom terorganisasi.”
תיעוד מהשחתת המסגד בעוריף אתמול, ובו נראים מתנחלים משחיתים ספרי קוראן מחוץ למסגד. אתמול גם ראש הממשלה דיבר על מדינת חוק , הערב גם בן גביר דיבר על אכיפת החוק , כנראה שאכיפת החוק משתנה מאזור לאזור ולפי זהות התוקפים, לזה אין הגדרה מעבר לאפרטהייד. pic.twitter.com/KrUWFZZKGQ
— Jack khoury.جاك خوري (@KhJacki) June 22, 2023
Sebelumnya, pemukim Israel mengamuk di beberapa kota Palestina di Tepi Barat pada Selasa malam (20/6), membakar mobil, membakar tanah pertanian, dan merusak rumah, dalam adegan yang mengingatkan pada pogrom awal tahun ini di desa Huwwara.
Kemudian pada Rabu, ratusan pemukim, banyak dari mereka yang bersenjata, turun ke kota Turmusaya, dengan dilindungi oleh tentara Israel. Para pemukim menyerang penduduk Palestina, menghancurkan harta benda mereka, dan seorang pria Palestina berusia 27 tahun ditembak mati.
“Kami mengutuk kekerasan ini dan juga menyampaikan belasungkawa kami kepada keluarga mereka yang terkena dampak,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Vedant Patel, Rabu. “Akuntabilitas dan keadilan harus diupayakan dengan ketelitian yang sama dalam semua kasus kekerasan ekstremis.”
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








