Komisi Perlawanan Tembok dan Permukiman mencatat 443 serangan oleh pemukim Israel selama satu bulan sejak pecahnya agresi Zionis-Amerika terhadap Iran. Hal ini menunjukkan eskalasi terencana yang memanfaatkan peralihan perhatian internasional untuk mengintensifkan serangan dan memaksakan fakta-fakta baru di lapangan di Tepi Barat.
Korban jiwa dan serangan berdarah
Ketua Komisi, Menteri Muayyad Shaaban, mengatakan dalam pernyataan pers pada Sabtu (28/03) bahwa selama empat pekan terakhir ia telah menyaksikan serangan “teroris”. Serangan tersebut menyebabkan gugurnya sembilan warga Palestina akibat tembakan dan serangan pemukim.
Serangan tersebar secara luas
Serangan-serangan tersebut terkonsentrasi di Nablus dengan 108 serangan, diikuti oleh al-Khalil dengan 99 serangan, kemudian Ramallah dengan 76 serangan, Bethlehem dengan 32 serangan, Yerusalem dengan 24 serangan, dan Salfit dengan 23 serangan yang melibatkan tembakan langsung, pembakaran rumah dan harta benda, serta penghancuran infrastruktur sipil secara luas.
Pengungsian paksa komunitas Badui
Serangan-serangan tersebut menyebabkan pengungsian enam komunitas Badui, memengaruhi 58 keluarga yang terdiri dari 256 individu, termasuk 79 perempuan dan 166 anak-anak. Keluarga-keluarga tersebut terpaksa meninggalkan daerah mereka di Lembah Yordania utara dan Nablus akibat ancaman langsung dan serangan berulang, dalam konteks tindakan sistematis untuk membatasi kehadiran Palestina.
Kerusakan yang meluas dan upaya perluasan pemukiman
Komisi tersebut mendokumentasikan 123 tindakan perusakan, dan 18 serangan yang menyebabkan kebakaran di properti warga. Di samping itu, juga terdapat 3 serangan terhadap tempat-tempat keagamaan. Ini termasuk upaya untuk membakar masjid dan penyerbuan berulang ke Masjid Al-Aqsa, serta mencegah warga Palestina untuk mengaksesnya.
Selain itu, mereka juga memantau upaya untuk mendirikan 14 pos permukiman baru. Israel telah menyetujui pelaksanaan proyek infrastruktur di lahan Beit Ummar di utara al-Khalil. Proyek tersebut merupakan persiapan untuk mendirikan pos permukiman baru bernama “Ir HaKeren”. Pembangunan ini meningkatkan kesinambungan geografis antara permukiman ilegal dengan mengorbankan lahan Palestina.
Baca juga : “Pasukan dan Pemukim Israel Lakukan 1.872 Serangan Sepanjang Januari 2026“
Perebutan lahan dan perintah militer
Otoritas pendudukan mengeluarkan 12 perintah penyitaan untuk keperluan militer dan keamanan. Mereka menyita 225 dunum tanah milik warga di beberapa provinsi. Israel bertujuan untuk membuka jalan dan membangun zona penyangga serta lokasi militer, di samping 27 perintah dengan nama “prosedur keamanan” untuk menebang pohon dari area seluas 1.391 dunum. Sebagian besar terkonsentrasi di provinsi Ramallah.
Peringatan tentang penyerangan sistematis
Shaaban menekankan bahwa eskalasi ini mencerminkan tindakan terencana yang memanfaatkan pengalihan perhatian internasional dengan perang. Ini bertujuan untuk mempercepat perluasan permukiman dan membentuk kembali realitas geografis dan demografis di Tepi Barat. Ia memperingatkan bahwa kelanjutan tindakan ini akan merusak peluang stabilitas.
Ia menyerukan kepada komunitas internasional dan lembaga hak asasi manusia untuk memikul tanggung jawab hukum mereka. Ia mendesak mereka mengambil langkah-langkah efektif untuk menghentikan pelanggaran dan memberikan perlindungan bagi warga Palestina, di tengah eskalasi yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Sumber: Palinfo








