Dokter Gaza, Mohammad Abu Namous, memeluk putrinya untuk terakhir kali di perbatasan Rafah pada hari Selasa (7/11). Ia mengucapkan selamat tinggal yang emosional kepada keluarganya setelah memilih tetap tinggal di sana untuk merawat ribuan orang yang terluka dalam pengeboman Israel di daerah kantong tersebut, lapor Reuters. Keluarga Namous, yang memegang kewarganegaraan Moldova, termasuk di antara ratusan warga Gaza dengan paspor asing yang diizinkan berangkat ke Mesir melalui penyeberangan. Itu merupakan satu-satunya jalan keluar dari wilayah kantong Palestina yang diblokade dan tidak berbatasan dengan Israel.
“Tidak ada jalan keluar lain dari hal ini. Tidak ada keamanan. Seluruh Jalur Gaza tidak aman. Itulah mengapa yang terbaik adalah saya mengeluarkan mereka sehingga saya dapat fokus pada pekerjaan saya merawat pasien,” Namous mengatakan kepada Reuters sambil duduk bersama istri dan putrinya di ruang tunggu.
“Tentu saja saya akan melepas mereka, tapi saya sendiri akan tetap tinggal di Jalur Gaza. Saya tidak akan pergi.” Abu Namous, seorang ahli bedah ortopedi, mengatakan demikian. Ia memindahkan keluarganya dari kamp Jabaliya di Gaza utara ketika serangan Israel mulai menyerang Al-Zahra dan Kamp Al-Nuseirat di Gaza tengah – namun menemukan tempat yang aman bagi mereka terbukti sulit dilakukan.
Israel telah menghujani Gaza dengan bom selama berpekan-pekan. Pejabat kesehatan di Gaza memperkirakan serangan Israel telah menewaskan lebih dari 10.000 orang, dengan sekitar 40 persen di antaranya adalah anak-anak, sehingga membuat Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres memperingatkan bahwa Gaza telah menjadi “kuburan bagi ribuan anak-anak”.
Putri Abu Namous, Dina, mengatakan dia merasa senang sekaligus sedih karena akan pergi meninggalkan Gaza. “Kami akan pergi ke tempat yang ada listrik, air, internet dan semuanya,” katanya. “Tetapi pada saat yang sama, saya sedih karena ayah harus tetap di sini.”
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








