PBB telah mengonfirmasi negara mana saja yang akan menjadi anggota Pasukan Pertahanan Gaza, pasukan militer pasca-genosida yang direncanakan untuk Jalur Gaza.
Berbicara di hadapan Dewan Keamanan PBB (DK PBB) pada hari Selasa (24/03), Perwakilan Tinggi untuk Gaza Nickolay Mladenov mengatakan bahwa Indonesia, Maroko, Kazakhstan, Kosovo, dan Albania telah berkomitmen untuk mengirimkan pasukan untuk ke dalam Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) sementara yang AS usulkan pada September 2025.
Rencana Komprehensif untuk Mengakhiri genosida Gaza yang dimediasi oleh Presiden AS Donald Trump membayangkan sebuah pasukan internasional untuk menjaga Gaza dan mengambil alih wilayah yang saat ini dikuasai oleh Hamas.
Komentar Mladenov merupakan konfirmasi tingkat tinggi pertama mengenai negara mana saja yang akan membentuk pasukan tersebut.
Rencana Trump melibatkan gencatan senjata yang mulai berlaku pada Oktober, tetapi telah berulang kali dilanggar oleh Israel. Sejak saat itu, Israel telah membunuh setidaknya 673 orang di Gaza, menurut Kementerian Kesehatan Palestina.
Meskipun demikian, Mladenov mengatakan bahwa “gencatan senjata tetap berlaku meskipun ada tantangan”.
Baca juga : “Siap Kirim Tentara ke Gaza, Solidaritas Indonesia dengan Palestina Jadi Pertanyaan“
Dia juga mengatakan bahwa Komite Nasional untuk Administrasi Gaza telah terbentuk. Ini adalah sebuah badan teknokrat transisi yang mendapat perintah dari Presiden AS Donald Trump. Ini bertujuan untuk mengawasi rehabilitasi dan pemerintahan Jalur Gaza sambil menunggu kembalinya Otoritas Palestina sepenuhnya. Komite tersebut juga telah “membuat kemajuan dalam menyeleksi ribuan kandidat polisi sipil”.
“Komite Nasional hanya menjalankan wewenang secara sementara. Mereka menjalanakan wewenang hingga terbentuknya Otoritas Palestina yang telah telah melalui proses reformasi dan mampu memerintah Gaza dan Tepi Barat. Badan tersebut pada akhirnya menjadi jalan menuju penentuan nasib sendiri dan kemerdekaan Palestina,” kata Mladenov.
Genosida Israel di Gaza telah membunuh lebih dari 72.000 warga Palestina dan menghancurkan hampir 80 persen infrastrukturnya. Gencatan senjata pada Oktober 2025 telah berlangsung dengan diskusi selama berbulan-bulan mengenai masa depan wilayah tersebut.
Pada awal bulan ini, Indonesia mengancam akan menarik diri dari Dewan Perdamaian Trump, yang mengawasi pembentukan Pasukan Pertahanan Gaza. Itu hanya terjadi jika hal tersebut tidak “menguntungkan” kepentingan Palestina dan Indonesia.
Laporan itu juga menyebutkan perang AS-Israel di Iran sebagai faktor yang memperumit situasi.
Baca juga : “Indonesia Tangguhkan Partisipasinya dalam Dewan Perdamaian“
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga secara terbuka menentang partisipasi Turki dalam pasukan tersebut, yang membuat mitra potensial lainnya seperti Azerbaijan, Pakistan , Arab Saudi, dan Indonesia enggan menyumbangkan pasukan.
Namun, Trump mengatakan dia tidak akan mengesampingkan partisipasi Turki, dengan mengatakan “Turki telah hebat”, dan menambahkan bahwa keberadaan pasukan Turki akan berdampak positif di Gaza.
Mladenov mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB bahwa kerangka kerja komprehensif untuk pelucutan senjata dan reintegrasi kelompok-kelompok bersenjata di Gaza telah dikembangkan oleh kantornya bersama dengan para penjamin, yaitu AS, Mesir, Turki, dan Qatar .
Ia menyerukan kepada anggota PBB “untuk menggunakan segala cara yang mereka miliki. Ini bertujuan untuk mendesak Hamas dan semua faksi Palestina agar segera menerima kerangka kerja tersebut”.
“Implementasi penuh dari Rencana Komprehensif juga merupakan satu-satunya jalan yang memberikan keamanan jangka panjang bagi Israel,” katanya.
Sumber: MEE








