Israel telah melakukan “tindakan genosida” melalui penghancuran sistematis fasilitas kesehatan perempuan di Gaza, kata para ahli PBB dalam sebuah laporan baru pada Kamis (13/03).
Komisi Penyelidikan Internasional Independen PBB di Wilayah Palestina, termasuk Al-Quds bagian timur (Yerusalem Timur), menemukan bahwa penghancuran sistematis Israel terhadap fasilitas kesehatan seksual dan reproduksi, ditambah dengan pasokan medis yang terbatas, telah mengakibatkan lonjakan kematian ibu, dan itu artinya Israel telah melakukan kejahatan pemusnahan.
Selain itu, laporan tersebut mengatakan bahwa penargetan langsung Israel terhadap fasilitas kesehatan perempuan telah menghasilkan “efek jangka panjang yang tidak dapat diubah bagi kesehatan mental dan prospek reproduksi, serta kesuburan warga Palestina sebagai sebuah kelompok”. Ini, komisi tersebut menyimpulkan, memenuhi dua kategori tindakan genosida dalam Statuta Roma dan Konvensi Genosida, yakni dengan sengaja menimbulkan kondisi kehidupan yang diperhitungkan untuk menciptakan kehancuran fisik orang-orang Palestina dan memberlakukan langkah-langkah yang dimaksudkan untuk mencegah kelahiran.
Seorang dokter kandungan di Gaza yang berbicara kepada komisi menggambarkan pelanggaran tersebut sebagai “perang melawan perempuan”. “Proses kelahiran di Gaza seperti melahirkan di Abad Pertengahan. Tidak ada akses untuk perawatan neonatal, prenatal atau perawatan paru-paru,” kata dokter kandungan lainnya. “Peralatan dasar untuk melahirkan, seperti forceps, tidak tersedia, juga obat penting seperti obat hipertensi untuk mengobati kondisi umum dan serius seperti preeklampsia. Akibatnya, morbiditas ibu, kelahiran mati, dan keguguran telah meningkat.”
Menurut laporan itu, kurangnya obat penghilang rasa sakit terutama berdampak pada perempuan yang menjalani operasi caesar, yang dipaksa untuk menjalani prosedur tanpa pereda nyeri. Petugas medis melaporkan bahwa kurangnya ruang perawatan, obat-obatan, dan peralatan yang dibutuhkan juga telah mengakibatkan peningkatan jumlah kematian ibu. Sementara itu, layanan kesehatan yang tidak dapat diakses memaksa banyak perempuan untuk melakukan persalinan yang tidak aman di rumah atau di tempat penampungan.
Komisi tersebut menunjukkan bahwa lonjakan kematian perempuan di Gaza sejak Oktober – lebih dari dua kali lipat proporsi kematian dalam agresi 2008 – juga didorong oleh peningkatan penggunaan pengeboman udara berat dan penargetan bangunan tempat tinggal, yang secara tidak proporsional berdampak pada perempuan. Tindakan pengeboman itu didasari oleh strategi militer Israel untuk menargetkan rumah-rumah sipil dengan alasan “membunuh militan”, yang mengakibatkan seluruh keluarga terbunuh bersama.
Komisi itu juga mengutip beberapa kasus “penargetan dan pembunuhan perempuan dan anak perempuan” oleh pasukan Israel di Gaza. Seorang saksi dari Rumah Sakit al-Awda melaporkan bahwa mereka melihat seorang perempuan hamil ditembak ketika dia mendekati rumah sakit. “Dia ditinggalkan di sana dalam kondisi berdarah. Tidak ada yang berhasil menyelamatkannya karena rumah sakit itu dikepung oleh pasukan Israel. Dia ditemukan dalam keadaan membusuk sekitar 20 hari kemudian,” kata mereka.
Laporan itu juga menemukan “peningkatan kekerasan seksual dan berbasis gender” yang dilakukan terhadap perempuan Palestina, pria Palestina, anak perempuan dan anak laki-laki di seluruh Palestina sejak 7 Oktober 2023 untuk “mengusir mereka dan melanggengkan sistem penindasan yang merusak hak mereka untuk menentukan nasib sendiri”.
Laporan tersebut merinci bagaimana beberapa tindakan kekerasan berbasis gender, termasuk penanggalan pakaian di ruang publik secara paksa, menjadi bagian dari prosedur operasi standar pasukan keamanan Israel. Sementara tindakan pelecehan lain, termasuk pemerkosaan dan kekerasan terhadap alat kelamin, dilakukan “di bawah perintah eksplisit atau dengan dorongan implisit” oleh kepemimpinan sipil dan militer Israel.
Sumber: https://www.#
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








