Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan kekeringan akibat musim kemarau berkepanjangan yang diiringi cuaca dingin ekstrem di Distrik Agandugume dan Distrik Lambewi, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, memicu gagal panen dan mengakibatkan enam orang meninggal. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyebut gagal panen membuat warga kesulitan mendapatkan bahan makanan sejak 3 Juni 2023.
Bupati Puncak Willem Wandik mengatakan bencana kekeringan membuat warga terancam kelaparan. Ia menuturkan jumlah penduduk yang terdampak bencana kekeringan sebanyak 7.500 orang. Ribuan warga tersebut berasal dari Distrik Agandugume dan Distrik Lambewi. Dia menjelaskan cuaca di dua distrik tersebut sangat dingin. Menurutnya sejumlah warga di dua distrik tersebut ada yang memilih mengungsi karena stok pangan habis usai tanaman rusak dan busuk. Mereka khawatir hidupnya terancam jika terus bertahan.
Willem juga mengatakan bencana kekeringan mengakibatkan 6 warganya meninggal dunia, salah satunya adalah bayi. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menuturkan bahwa enam warga meninggal mulanya mengalami muntah lalu mengalami diare dan dehidrasi. Pihaknya sudah melakukan pengecekan langsung di lokasi. “Hari pertama dia muntah. Siangnya 20 kali; 10–20 Kali. Malamnya dia diare. Dehidrasi. Itu yang saya tahu,” ujar Syahrul.

Kekeringan dan cuaca dingin ekstrem di Kabupaten Puncak, Papua Tengah merupakan fenomena tahunan yang biasa terjadi pada Mei hingga Juli. Fenomena yang ditandai dengan hujan es disertai kabut es ini menyebabkan tanaman dan umbi-umbian membusuk, tidak layak konsumsi, sehingga memicu kelaparan. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) juga menerangkan, setiap datangnya musim kering dan fenomena embun beku, maka akan berdampak pada gagal panen tanaman pangan, serta kekurangan bahan makanan dan air bersih.
Menanggapi bencana ini, Menko PMK menyerahkan bantuan Dana Siap Pakai (DSP) berupa dukungan logistik, peralatan untuk penanganan darurat bencana kelaparan di Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah. Bantuan diberikan secara simbolis pada perwakilan masyarakat tiga distrik terdampak yaitu Distrik Agandugume, Lambewi, Oneri dan disaksikan oleh Bupati Puncak Willem Wandik.
Rincian bantuan yang diberikan oleh Menko PMK dalam kesempatan itu antara lain : beras 50 ton, makanan siap saji 10.000 paket, rendang kemasan 3.000 paket, susu protein 3.000 paket, sembako 3.000 paket, tenda gulung 2.000 pcs, selimut 10.000 pcs, matras 2.000 pcs, kasur lipat 2.000 pcs, pakaian anak 2.000 pcs, pakaian dewasa 2.000 pcs, tenda pengungsi 4 unit, genset 20 unit, dan motor trail 3 unit. Menko PMK Muhadjir Effendy menyampaikan, bantuan lainnya juga telah disalurkan oleh pihak kementerian Sosial, BNPB, dan TNI. Dia berharap seluruh pihak termasuk swasta bisa ikut membantu dalam penanganan bencana yang terjadi di Kabupaten Puncak Papua Tengah.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








