• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Senin, Januari 19, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Publikasi Palestina dalam Gambar

Palestina dalam Gambar, Juli 2025

by Adara Relief International
Agustus 13, 2025
in Palestina dalam Gambar
Reading Time: 1 min read
0 0
0
Palestina dalam Gambar, Juli 2025

Keluarga dan tenaga medis berduka atas terbunuhnya salah satu ahli jantung ternama di Gaza yang juga Direktur Rumah Sakit Indonesia, Dokter Marwan Sultan, bersama beberapa kerabatnya dalam serangan Israel di sebuah apartemen di Kota Gaza (2/7). Pembunuhan terhadap dokter merupakan kerugian "katastropik" bagi sistem layanan kesehatan yang telah hancur. Beliau adalah tenaga kesehatan ke-70 yang terbunuh akibat serangan Israel dalam 50 hari terakhir, menurut Healthcare Workers Watch (HWW), sebuah organisasi medis Palestina. (Jihad Ibrahim al-Arini/ Anadolu/NBC/ The Guardian)

51
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram
Jenazah warga Palestina dibawa ke Rumah Sakit Al-Nasser di Khan Yunis. RS tersebut kewalahan menghadapi banyaknya warga Palestina yang terluka dan terbunuh, setelah pasukan kolonial Israel menyerang sekelompok orang yang mencari bantuan kemanusiaan di bundaran Tahlia, Jalur Gaza (3/7). Setidaknya 15 warga Palestina, termasuk dua anak-anak, terbunuh. (Doaa Albaz/ ActiveStill)
Warga Palestina di komunitas Badui Al-Mu’arrajat, di Lembah Yordan, memuat barang-barang mereka ke truk setelah Israel memaksa mereka meninggalkan desa, menyusul beberapa serangan kekerasan dan pelecehan terus-menerus oleh pemukim Israel yang ingin mengusir mereka (4/7). Para pemukim Israel membawa ternak mereka ke lahan tersebut dan terus membangun pos ilegal, sementara warga Palestina mengemasi barang. (Avishay Mohar/ ActiveStill)
Empat mobil milik warga Palestina dibakar oleh pemukim ekstremis Israel dalam serangan di pinggiran Kota Beita, Tepi Barat (5/7). Warga setempat sempat menghadang mereka, namun pasukan Israel turun tangan dengan menembakkan gas air mata dan bom gas ke arah warga Palestina. Menurut Bulan Sabit Merah Palestina, seorang warga terluka setelah kepalanya terkena peluru karet. (Wahaj bani Moufleh/ ActiveStill)
Seorang anak Palestina memperhatikan seorang pria yang sedang mencari korban selamat di reruntuhan bangunan di lingkungan Sheikh Radwan, Kota Gaza (6/7). Ada dua korban yang berhasil dikeluarkan hidup-hidup dari bawah reruntuhan setelah sekitar tiga jam berjuang menggali reruntuhan. Korban lainnya terbunuh atau masih terjebak di bawah reruntuhan. (Bashar Taleb/AFP/ Al Jazeera)
Air mata lelaki itu tumpah di Rumah Sakit Al-Shifa di Kota Gaza setelah kehilangan orang terkasihnya akibat serangan udara Israel yang menargetkan gedung Klinik Rimal (7/7). Gedung tersebut dialihfungsikan menjadi tempat penampungan bagi keluarga-keluarga pengungsi. (Omar Ashtawy/ APA Image)
Para pengunjuk rasa berkumpul di sekitar bendera Palestina berukuran besar dalam sebuah demonstrasi di Paris (8/7). Prancis mengatakan akan mengakui negara Palestina pada bulan September, sebuah keputusan yang diklaim Israel akan “memberikan imbalan bagi teror.” (Henrique Campos/Hans Lucas/AFP/Getty Images)
Tiga warga Palestina terbunuh dan lima lainnya luka-luka setelah militer Israel menyerang wilayah al-Mawasi di Khan Younis, menurut keterangan RS Nasser (8/7). Drone Israel menargetkan sebuah tenda yang menampung pengungsi Palestina di wilayah Gaza selatan, yang telah ditetapkan oleh tentara Israel sebagai “zona kemanusiaan”. Sementara itu, korban luka menunggu perawatan di rumah sakit di Gaza tengah. (Ramadan Abed/Reuters)
Para pelayat mengantar jenazah Ahmad al-Awiwi (19) di Kota Al-Khalil, Tepi Barat (9/7). Ia meninggal enam bulan setelah kepalanya ditembak oleh pasukan kolonial Israel. Sejak awal tahun, penjajah Israel telah membunuh 172 warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki, termasuk 31 anak-anak dan 6 perempuan. (Mosab Shawer/ ActiveStill/ Al Jazeera/ IMEMC)
Seorang kerabat seniman Frans al-Salmi menunjukkan gambar-gambar karya Al-Salmi (10/7). perempuan seniman itu terbunuh dalam serangan udara Israel yang menargetkan sebuah kafe tepi laut di Kota Gaza beberapa pekan sebelumnya. (Omar Ashtawy, APA Image/ Electronic Intifada)
Seorang tenaga medis Palestina terlihat bertugas di unit perawatan intensif Rumah Sakit Nasser di Khan Yunis (11/7). Di tengah perang kelaparan Israel, staf medis di Gaza kini membatasi diri untuk hanya makan satu kali setiap dua atau tiga hari karena kekurangan parah pasokan kemanusiaan. (CNN/ AFP/Getty Images)
Sekelompok warga Israel menyerbu Kota Tua Al-Khalil (Hebron) di bawah perlindungan pasukan kolonial Israel, Tepi Barat (12/7). Pasukan tersebut menghalangi pergerakan warga Palestina yang ingin mencapai rumah mereka, menyebarkan ketakutan dan teror di seluruh kota. Serangan berulang ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dan kampanye tanpa henti Israel untuk mengambil kendali dan dominasi atas kota tersebut, khususnya wilayah di sekitar Masjid Ibrahimi. (Mosab Shawer/ActiveStill)
Ratusan warga Palestina dari Al-Mu’arrajat di Lembah Yordan terpaksa mengungsi setelah Israel membangun pos terdepan baru di tanah mereka, menutup akses ke lahan penggembalaan yang selama bertahun-tahun telah dirampas lewat serangan dan pelecehan (13/7). Desa mereka kini kosong, sementara keluarga-keluarga Badui pengungsi dari Naqab itu berlindung di Al-Awsaj tanpa air minum maupun listrik. (Avishay Mohar/ ActiveStill)
Di Al-Mawasi, sebelah timur Khan Yunis, seorang pengungsi Palestina memasak roti di tendanya yang berdiri di tepi laut (13/7). Warga di kawasan ini bergantung pada air laut untuk menyejukkan diri, mencuci, dan memancing. Namun sehari sebelumnya, pemerintah Israel melarang warga Palestina memancing atau memasuki air, memperburuk kondisi pengungsian yang sudah memprihatinkan. (Doaa Albaz/ActiveStill)
Anak-anak Palestina duduk sambil menunggu makanan dari dapur amal, di tengah krisis kelaparan, di Kota Gaza, 14 Juli. (Mahmoud Issa/ Reuters)
Zainab Abu Haleeb, seorang bayi perempuan Palestina berusia lima bulan yang didiagnosis malnutrisi, menerima perawatan di RS Nasser di Khan Younis, Jalur Gaza selatan (15/7). Di tengah blokade Israel yang terus berlanjut terhadap bantuan kemanusiaan, angka kelaparan anak-anak telah melonjak di seluruh wilayah tersebut. Menurut badan PBB untuk pengungsi Palestina, satu dari setiap 10 anak yang diperiksa di klinik mereka di Gaza kini menderita malnutrisi. (Hussam Al-Masri/Reuters/ Al Jazeera)
Anak-anak Palestina mengantre untuk mendapatkan makanan hangat yang didistribusikan oleh dapur amal di Kamp Pengungsi Nuseirat di Jalur Gaza tengah (15/7). Sementara itu pada hari yang sama, World Central Kitchen (WCK) mengatakan terpaksa berhenti mengirimkan makanan untuk staf medis karena tim mereka di Gaza telah kehabisan bahan untuk memasak makanan hangat. (Eyad Baba/AFP/Getty Images/ CNN)

 

Baca Juga

Palestina dalam Gambar, Oktober 2025

Palestina dalam Gambar, September 2025

Bayi prematur dirawat di Rumah Sakit Al-Helou di Kota Gaza di tengah serangan Israel yang terus berlanjut (16/7). Seluruh bayi yang dirawat berada dalam risiko serius akibat kekurangan bahan bakar dan blokade total di Gaza. (Yosef Zaanoun/ activeStill)
Saber Asaleyeh, 74 tahun, memeriksa tempat pembuangan besi tua miliknya yang menjadi lokasi pembakaran kendaraan dalam serangan pemukim Israel di Desa Burqa, Tepi Barat yang diduduki (16/7). Para pemukim Israel membakar tanah dan kendaraan warga Palestina di desa tersebut tak lama setelah para diplomat dan pemimpin gereja datang untuk mendesak diakhirinya kekerasan pemukim. (Nasser Nasser/Foto AP/ WAFA/ Palinfo)
Seorang perempuan Kristen Palestina yang terluka tiba di Rumah Sakit Arab al-Ahli setelah Israel menyerang Gereja Keluarga Kudus di Kota Gaza (17/7). Patriarkat Latin Al-Quds (Yerusalem) mengonfirmasi bahwa serangan Israel terhadap gereja tersebut mengakibatkan setidaknya tiga orang terbunuh dan 10 orang lainnya terluka. Patriarkat telah mendesak para pemimpin internasional untuk campur tangan dan mengakhiri agresi di Gaza. (Dawoud Abu Alkas/Reuters/ Al Jazeera/ Mondoweiss)
Para pemimpin Gereja Katolik dan Gereja Ortodoks Yunani mengunjungi Gereja Keluarga Kudus, tempat tiga orang terbunuh sehari sebelumnya dalam serangan Israel (18/7). Kardinal Pierbattista Pizzaballa, Patriark Latin Yerusalem, bersama dengan Theophilos III, Patriark Ortodoks Yunani Yerusalem, mengunjungi Gaza untuk menyatakan “kepedulian pastoral bersama gereja-gereja di Palestina dan kepedulian mereka terhadap komunitas Gaza.” (Omar Al-Qatta/AFP/ Vatican News/ Anadolu)
Di Kamp Pengungsi Nuseirat, Gaza tengah, seorang perempuan Palestina membelai kepala seorang anak saat mereka menunggu di titik distribusi makanan (19/7). Situasi kemanusiaan di Gaza memburuk dengan cepat hingga PBB menyebutnya sebagai krisis moral yang menantang hati nurani global. Seluruh populasi Gaza, termasuk pekerja kemanusiaan hingga anak-anak pun dilaparkan. Lebih dari 100 organisasi kemanusiaan internasional juga memperingatkan bahwa mereka menyaksikan rekan dan mitra mereka terpuruk di depan mata mereka. (Eyad Baba/AFP/Getty Images)
Awak kapal Handala melambaikan tangan saat meninggalkan Pelabuhan Gallipoli, Italia (20/7). Koalisi Armada Kebebasan (FFC) menyebut kapal tersebut membawa 21 aktivis dari 12 negara dengan membawa susu formula bayi, popok, makanan, dan obat-obatan. Namun, sepekan setelah berlayar kapal tersebut dicegat secara brutal oleh militer Israel di perairan internasional sekitar 74 km dari Gaza, awaknya ditahan, dan bantuan kemanusiaannya disita. (Valeria Ferraro/Anadolu/ MEMO/ MEE)
Jenazah Razan Abu Zaher diselimuti kain kafan setelah kelaparan akibat blokade Israel merenggut nyawanya (20/7). Setidaknya 76 anak di Gaza telah meninggal dunia akibat malnutrisi sejak Oktober 2023, begitu pula sepuluh orang dewasa, menurut Kementerian Kesehatan Palestina. WHO menyatakan bahwa sebagian besar kematian ini terjadi sejak otoritas Israel memberlakukan blokade pada awal Maret. (CNN/ The New Arab)
Sebuah kamp bagi keluarga pengungsi yang berjuang bertahan hidup dalam kondisi sulit di dekat Stadion Yarmouk di Kota Gaza, 21 Juli. (Omar Ashtawy, APA Image)
Warga Palestina berkumpul untuk menerima makanan dari dapur amal, di tengah krisis kelaparan di Kota Gaza, 22 Juli. (Dawoud Abu Alkas/Reuters)
Kantor berita Prancis Agence France-Presse (AFP) mendesak Israel untuk segera memfasilitasi evakuasi jurnalis lepasnya dari Gaza (22/7). AFP memperingatkan bahwa para jurnalis menghadapi situasi yang “mengerikan” dan “tidak dapat dipertahankan” di Gaza. AFP mengajukan permohonan tersebut setelah asosiasi jurnalisnya memperingatkan bahwa rekan-rekan mereka di Gaza sedang dilaparkan . (AFP)
Perempuan pengungsi Palestina dan aktivis Lebanon berunjuk rasa di dekat Kedutaan Besar Mesir di Beirut (23/7). Mereka menuntut otoritas Mesir untuk membuka perlintasan Rafah dan mengizinkan masuknya makanan, air, dan obat-obatan bagi warga Palestina yang tinggal di Jalur Gaza yang hancur. Di Gaza utara, 70% penduduknya telah menderita kelaparan parah, menurut sebuah laporan yang didukung PBB. (Hussein Malla/ AP Photo/ Al jazeera)
Ghadeer al-Koubtan menatap putrinya, Ghandoura Ibrahim al-Faraa, bayi prematur yang dirawat di inkubator di Kompleks Medis Nasser, Khan Younis (24/7). Lahir dengan usia kehamilan kurang dari delapan bulan, Ghandoura menderita malnutrisi bersama ibunya, di tengah perang kelaparan yang dilancarkan Israel di Gaza. Tenaga medis setempat mencatat lonjakan kelahiran prematur dan meningkatnya jumlah bayi lahir dengan cacat sejak perang berlangsung. (Ahmed Aziz/ MEE)
Jenazah bayi Palestina Zainab Abu Haleeb, 5 bulan, yang meninggal akibat malnutrisi, terbaring di Rumah Sakit Nasser, Khan Younis, Gaza selatan (26/7). Dengan berat hampir 2 kg, Zainab menjadi satu dari sedikitnya lima warga Palestina yang meninggal akibat kelaparan dalam 24 jam terakhir, di tengah blokade Israel yang mencekik Jalur Gaza. Kantor media pemerintah Gaza memperingatkan lebih dari 100.000 anak di bawah usia dua tahun—termasuk 40.000 bayi—berada di ambang kematian jika susu formula tidak segera disalurkan.(Ramadan Abed/ Reuters/ MEE)
Bantuan kemanusiaan dijatuhkan melalui udara di utara Kota Gaza (27/7). UEA dan Yordania mengklaim pengiriman harian ini bertujuan meringankan kelaparan akibat blokade Israel, namun lembaga PBB UNRWA dan sejumlah kelompok kemanusiaan menilai cara ini hanya menjadi kedok dan tidak mampu mengatasi krisis yang disebabkan pengepungan berkelanjutan, bahkan berisiko membahayakan warga sipil. PBB melaporkan satu dari lima anak di Gaza kini mengalami kekurangan gizi, sementara berbagai pihak menilai Israel menggunakan kelaparan sebagai senjata genosida. (Yousef Zaanoun/ ActiveStill)
Seorang bayi yang (dipaksa) lahir prematur menerima perawatan medis di Kompleks Medis Nasser di Khan Younis, Gaza selatan, setelah dokter berhasil menyelamatkannya dari rahim ibunya, Suad Zaarab (28/7). Ibunya terbunuh ketika kehamilannya berusia tujuh bulan dalam serangan udara Israel yang menyasar sebuah bangunan dekat tenda-tenda penampungan keluarga pengungsi di wilayah al-Mawasi. (Moaz Abu Taha/ APA Image)
Awdah Hathaleen, aktivis terkemuka dari Perbukitan Masafer Yatta, tewas ditembak pemukim Israel Yinon Levi dari jarak sekitar 30 meter saat berdiri di balik pagar balai komunitas desanya (28/7). Keesokan harinya, pasukan kolonial Israel menyerbu tenda duka di Um Al-Kheir, menetapkannya sebagai zona militer tertutup, melarang tamu dan jurnalis, menyerang mereka dengan granat kejut, serta menahan dua aktivis solidaritas (29/. Di bawah perlindungan polisi perbatasan, para pemukim melanjutkan aktivitas di desa menggunakan buldoser, sementara noda darah di lokasi terbunuhnya Hathaleen masih terlihat. Pada hari yang sama, 20 warga Palestina ditangkap, termasuk Ahmad Hathaleen yang terluka akibat serangan pemukim. (The Guardian/ LA Times)
Aktivis sayap kanan Israel berkumpul dekat Jalur Gaza utara dalam demonstrasi yang menyerukan pembangunan kembali permukiman Yahudi di wilayah tersebut (30/7). Media Israel melaporkan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu tengah mempertimbangkan pendudukan penuh Gaza—langkah yang diprediksi memicu penolakan keras internasional dan domestik, memperdalam isolasi Israel, membahayakan warga Palestina, serta mengancam keselamatan sekitar 20 sandera yang masih hidup di tengah perang hampir 22 bulan dan krisis kelaparan. (Ohad Zwigenberg/ AP Photo)
Di tengah krisis kelaparan yang melanda Gaza, warga Palestina berjalan jauh untuk mendapatkan bantuan dalam jumlah terbatas (30/7). Jumlah kematian akibat kondisi terkait kelaparan kini mencapai 133 jiwa, termasuk 87 anak. Sumber medis memperkirakan 900.000 anak di Gaza mengalami kelaparan, dengan sekitar 70.000 di antaranya berada pada tingkat malnutrisi kritis. (Hasan Jedi/Anadolu/ Al Jazeera/WAFA/ MEMO)
Ribuan pengunjuk rasa memadati pusat kota Amsterdam (31/7), menuntut diakhirinya perang kelaparan di Gaza. Aksi dimulai dengan duduk di stasiun kereta sambil memukul panci dan sendok sebagai solidaritas bagi warga Gaza yang kelaparan, mengkritik kebisuan dan standar ganda pemerintah Barat. Massa kemudian berbaris, meneriakkan yel-yel, mengibarkan bendera Palestina, serta berhenti di Starbucks dan McDonald’s untuk mengecam keterlibatan perusahaan. Aksi ini menjadi bagian dari gelombang protes internasional terhadap genosida dan kelaparan yang telah membunuh 60.138 warga Palestina dan melukai 146.269 lainnya sejak 7 Oktober 2023. (Wahaj Bani Moufleh/ ActiveStill/ Al Jazeera)

ShareTweetSendShare
Previous Post

PBB Peringatkan Israel Masuk Daftar Pelaku Kekerasan Seksual di Palestina

Next Post

Bantuan ke Gaza Jauh di Bawah Kebutuhan Minimum, Gizi Buruk Anak Meningkat Tajam

Adara Relief International

Related Posts

Sambil membawa termos logam di jalanan Kota Gaza, Mohammed Ashour (15 tahun) menjual kopi kepada para pejalan kaki (1/12). Ia meninggalkan pendidikannya setelah ayahnya terbunuh dalam genosida Israel dan sekarang menghidupi keluarganya sebagai pencari nafkah utama. Setidaknya 39.000 anak dilaporkan telah kehilangan satu atau kedua orang tua dan ekonomi di Gaza dan kehancuran yang meluas telah merampas sumber pendapatan lebih dari 80 persen angkatan kerja, (Al Jazeera/Truthout)
Palestina dalam Gambar

Palestina dalam Gambar, Desember 2025

by Adara Relief International
Januari 14, 2026
0
26

Mahmoud Wadi, jurnalis foto lepas dan operator drone untuk media lokal dan internasional, dibunuh dalam serangan drone Israel saat ia...

Read moreDetails
Skandal politik terus mengguncang Israel setelah mantan kepala hukum militer, Mayor Jenderal Yifat Tomer-Yerushalmi, mengundurkan diri dari jabatannya (1/11). Tomer-Yerushalmi ditahan setelah ia menyetujui pembocoran video yang menunjukkan tentara Israel melecahkan salah seorang tawanan Palestina pada tahun lalu di sebuah penjara militer. (Oren Ben Hakoon/ AP/ NBC)

Palestina dalam Gambar, November 2025

Desember 11, 2025
20
Mohammad Abu Salah (4 bulan) hidup bersama keluarganya di dalam tenda pengungsian di "zona aman" Al-Masawi, Khan Yunis, Jalur Gaza (1/10). Ia menderita kelainan jantung yang menyebabkan malnutrisi parah dan saat ini sedang dirawat di Rumah Sakit Al-Nasser di Khan Yunis. Keluarganya menghadapi kondisi kemanusiaan yang memprihatinkan di tengah penutupan perbatasan oleh Israel, yang mencegah anak tersebut menerima susu, obat-obatan, dan popok yang sangat dibutuhkannya. (ActiveStill)

Palestina dalam Gambar, Oktober 2025

November 23, 2025
37
Palestina dalam Gambar, September 2025

Palestina dalam Gambar, September 2025

Oktober 13, 2025
40
Palestina dalam Gambar, Agustus 2025

Palestina dalam Gambar, Agustus 2025

September 10, 2025
24
Palestina dalam Gambar, Juni 2025

Palestina dalam Gambar, Juni 2025

Juli 14, 2025
59
Next Post
Bantuan ke Gaza Jauh di Bawah Kebutuhan Minimum, Gizi Buruk Anak Meningkat Tajam

Bantuan ke Gaza Jauh di Bawah Kebutuhan Minimum, Gizi Buruk Anak Meningkat Tajam

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantuan Sembako Jangkau Ratusan Warga Sumbar Terdampak Banjir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630