• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Rabu, Mei 6, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Publikasi Palestina dalam Gambar

Palestina dalam Gambar, Januari 2026

by Adara Relief International
Februari 9, 2026
in Palestina dalam Gambar, Publikasi
Reading Time: 1 min read
0 0
0
Palestina dalam Gambar, Januari 2026 Gaza memasuki tahun baru dengan terpaan keras musim dingin yang menghantam tenda-tenda pengungsian di tepi pantai (1/1). Jalanan masih dipenuhi puing-puing dan situasi keluarga selamanya berubah karena kehilangan. Namun, di tengah kehancuran dan penderitaan yang ditimbulkan oleh dua tahun genosida, warga Gaza menolak untuk menyerah pada kehidupan. (AFP/ The National)

Palestina dalam Gambar, Januari 2026 Gaza memasuki tahun baru dengan terpaan keras musim dingin yang menghantam tenda-tenda pengungsian di tepi pantai (1/1). Jalanan masih dipenuhi puing-puing dan situasi keluarga selamanya berubah karena kehilangan. Namun, di tengah kehancuran dan penderitaan yang ditimbulkan oleh dua tahun genosida, warga Gaza menolak untuk menyerah pada kehidupan. (AFP/ The National)

46
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram
Aksi unjuk rasa "Kami Tidak Akan Diam, Kami Tidak Akan Melupakan Palestina", digelar pada awal tahun di Istanbul (1/1). Ribuan demonstran berkumpul sebelum subuh di masjid-masjid terkemuka Istanbul termasuk Masjid Agung Hagia Sophia, Sultanahmet, Fatih, Suleymaniye, dan Masjid Baru Eminonu, untuk kemudian melakukan pawai dan menyerukan diakhirinya genosida di Gaza. (Muhammed Ali Yigit/ Anadolu)
Aksi unjuk rasa “Kami Tidak Akan Diam, Kami Tidak Akan Melupakan Palestina”, digelar pada awal tahun di Istanbul (1/1). Ribuan demonstran berkumpul sebelum subuh di masjid-masjid terkemuka Istanbul termasuk Masjid Agung Hagia Sophia, Sultanahmet, Fatih, Suleymaniye, dan Masjid Baru Eminonu, untuk kemudian melakukan pawai dan menyerukan diakhirinya genosida di Gaza. (Muhammed Ali Yigit/ Anadolu)
Seorang anak meratapi jenazah kakaknya, Ahmed Hossam Zeidan Naim, di Kompleks Medis Nasser, setelah ia dibunuh oleh pasukan Israel di selatan Khan Yunis, Jalur Gaza, meskipun ada 'gencatan senjata' (2/1). Hal ini terjadi ketika rakyat Jalur Gaza menanggung kondisi kemanusiaan yang keras, dan pada saat dunia merayakan tahun baru, meninggalkan Gaza sendirian untuk menanggung akibat dari terus berlanjutnya kebungkaman internasional. (Doaa Albaz/ActiveStill)
Seorang anak meratapi jenazah kakaknya, Ahmed Hossam Zeidan Naim, di Kompleks Medis Nasser, setelah ia dibunuh oleh pasukan Israel di selatan Khan Yunis, Jalur Gaza, meskipun ada ‘gencatan senjata’ (2/1). Hal ini terjadi ketika rakyat Jalur Gaza menanggung kondisi kemanusiaan yang keras, dan pada saat dunia merayakan tahun baru, meninggalkan Gaza sendirian untuk menanggung akibat dari terus berlanjutnya kebungkaman internasional. (Doaa Albaz/ActiveStill)
Angelina Jolie, aktris dan mantan utusan khusus untuk Badan Pengungsi PBB, mengunjungi Penyeberangan Rafah sebagai bagian dari perjalanan kemanusiaan ke Mesir (2/1). Ia berharap agar lembaga kemanusiaan terus bekerja keras melawan pembatasan dalam mengirimkan bantuan yang diperlukan Gaza, yang berkali-kali ditolak Israel untuk memasuki Gaza. (Mohammad Arafat/ AP News/ MEE/ CNN)
Angelina Jolie, aktris dan mantan utusan khusus untuk Badan Pengungsi PBB, mengunjungi Penyeberangan Rafah sebagai bagian dari perjalanan kemanusiaan ke Mesir (2/1). Ia berharap agar lembaga kemanusiaan terus bekerja keras melawan pembatasan dalam mengirimkan bantuan yang diperlukan Gaza, yang berkali-kali ditolak Israel untuk memasuki Gaza. (Mohammad Arafat/ AP News/ MEE/ CNN)
Warga Palestina yang rumahnya hancur akibat perang genosida Israel terpaksa berlindung di tempat-tempat darurat seperti Masjid Furkan di Khan Younis, Gaza, di tengah musim dingin yang semakin memperparah penderitaan (3/1). Hampir 80 persen bangunan di Jalur Gaza rusak atau hancur, menyebabkan sekitar 1,5 juta dari 2,2 juta penduduk kehilangan tempat tinggal dan hidup berjejalan di kamp-kamp pengungsian dengan tenda-tenda rusak, lumpur, serta minim sumber daya. (Abed Rahim Khatib/ Anadolu)
Warga Palestina yang rumahnya hancur akibat perang genosida Israel terpaksa berlindung di tempat-tempat darurat seperti Masjid Furkan di Khan Younis, Gaza, di tengah musim dingin yang semakin memperparah penderitaan (3/1). Hampir 80 persen bangunan di Jalur Gaza rusak atau hancur, menyebabkan sekitar 1,5 juta dari 2,2 juta penduduk kehilangan tempat tinggal dan hidup berjejalan di kamp-kamp pengungsian dengan tenda-tenda rusak, lumpur, serta minim sumber daya. (Abed Rahim Khatib/ Anadolu)
Warga Palestina berjalan melewati reruntuhan bangunan yang hancur, saat matahari terbenam di atas Kota Gaza (4/1). Mereka berharap mimpi buruk tentang kehancuran ini akan berakhir sehingga dapat menjalani kehidupan normal; listrik kembali menyala, jalanan kembali normal, dan dapat menyaksikan wilayah mereka bersih tanpa tenda-tenda yang berjejer di sepanjang jalan. (Jehad Alshrafi/ AP Photo/ The Arab Weekly)
Warga Palestina berjalan melewati reruntuhan bangunan yang hancur, saat matahari terbenam di atas Kota Gaza (4/1). Mereka berharap mimpi buruk tentang kehancuran ini akan berakhir sehingga dapat menjalani kehidupan normal; listrik kembali menyala, jalanan kembali normal, dan dapat menyaksikan wilayah mereka bersih tanpa tenda-tenda yang berjejer di sepanjang jalan. (Jehad Alshrafi/ AP Photo/ The Arab Weekly)
Ratusan orang menghadiri pemakaman Mohammed A-Sane’ di Desa Badui Tarabeen a-Sane’, Naqab, Palestina '48 (5/1). Ia dibunuh oleh seorang polisi Israel selama penggerebekan di rumahnya. Selama sepuluh hari terakhir, desa tersebut menghadapi penggerebekan polisi Israel, penggeledahan rumah, penutupan jalan, pos pemeriksaan permanen di pintu masuknya, dan penangkapan berulang terhadap pemuda dan anak di bawah umur. (Avishay Mohar/ ActiveStill)
Ratusan orang menghadiri pemakaman Mohammed A-Sane’ di Desa Badui Tarabeen a-Sane’, Naqab, Palestina ’48 (5/1). Ia dibunuh oleh seorang polisi Israel selama penggerebekan di rumahnya. Selama sepuluh hari terakhir, desa tersebut menghadapi penggerebekan polisi Israel, penggeledahan rumah, penutupan jalan, pos pemeriksaan permanen di pintu masuknya, dan penangkapan berulang terhadap pemuda dan anak di bawah umur. (Avishay Mohar/ ActiveStill)
Belasan orang terluka setelah tentara Israel melepaskan tembakan dengan peluru tajam, granat suara, dan gas air mata di Universitas Birzeit, Tepi Barat yang diduduki, saat para mahasiswa duduk di ruang kelas dan beraktivitas di kampus (6/1). Universitas Birzeit mengatakan serangan itu "merupakan pelanggaran yang mencolok dan disengaja terhadap universitas dan lembaga pendidikan." (WAFA/ Anadolu/ Al Jazeera)
Belasan orang terluka setelah tentara Israel melepaskan tembakan dengan peluru tajam, granat suara, dan gas air mata di Universitas Birzeit, Tepi Barat yang diduduki, saat para mahasiswa duduk di ruang kelas dan beraktivitas di kampus (6/1). Universitas Birzeit mengatakan serangan itu “merupakan pelanggaran yang mencolok dan disengaja terhadap universitas dan lembaga pendidikan.” (WAFA/ Anadolu/ Al Jazeera)
Pemukim kolonial Israel mendirikan pos terdepan baru, hanya beberapa puluh meter dari rumah-rumah penduduk Palestina di Ras Ein Al-Auja, Lembah Yordania, Tepi Barat (7/1). Warga Palestina semakin terdesak menuju pengusiran paksa karena serbuan para pemukim merusak fondasi kehidupan warga Palestina di sana dengan merampas sumber air dan membawa hewan ternak setiap hari, sehingga mencegah warga Palestina menggembalakan domba mereka. (Wahaj Bani Moufleh/ ActiveStill/ 972Mag)
Pemukim kolonial Israel mendirikan pos terdepan baru, hanya beberapa puluh meter dari rumah-rumah penduduk Palestina di Ras Ein Al-Auja, Lembah Yordania, Tepi Barat (7/1). Warga Palestina semakin terdesak menuju pengusiran paksa karena serbuan para pemukim merusak fondasi kehidupan warga Palestina di sana dengan merampas sumber air dan membawa hewan ternak setiap hari, sehingga mencegah warga Palestina menggembalakan domba mereka. (Wahaj Bani Moufleh/ ActiveStill/ 972Mag)
Para pemuka agama bersiap menyambut kedatangan Patriark Ortodoks Yunani Al-Quds, Theophilos III ke Gereja Kelahiran, yang secara tradisional diyakini sebagai tempat kelahiran Yesus Kristus, untuk merayakan Natal menurut kalender Ortodoks Timur, di Betlehem, Tepi Barat yang diduduki (7/1). Perayaan Natal kembali pada tahun ini ke Alun-Alun Manger bersejarah di Betlehem setelah absen selama dua tahun. (Mahmoud Illean/AP Photo/ Al Jazeera/ Anadolu/ MEMO)
Para pemuka agama bersiap menyambut kedatangan Patriark Ortodoks Yunani Al-Quds, Theophilos III ke Gereja Kelahiran, yang secara tradisional diyakini sebagai tempat kelahiran Yesus Kristus, untuk merayakan Natal menurut kalender Ortodoks Timur, di Betlehem, Tepi Barat yang diduduki (7/1). Perayaan Natal kembali pada tahun ini ke Alun-Alun Manger bersejarah di Betlehem setelah absen selama dua tahun. (Mahmoud Illean/AP Photo/ Al Jazeera/ Anadolu/ MEMO)
Serangan drone Israel membunuh sedikitnya 14 warga Palestina, termasuk lima anak, setelah menargetkan sebuah tenda yang menampung warga sipil di utara Khan Younis (8/1). Setidaknya 425 warga Palestina telah terbunuh dan 1.206 lainnya terluka dalam serangan Israel sejak diberlakukannya gencatan senjata pada 11 Oktober. (Anadolu/ The Guardian/ Al Jazeera)
Serangan drone Israel membunuh sedikitnya 14 warga Palestina, termasuk lima anak, setelah menargetkan sebuah tenda yang menampung warga sipil di utara Khan Younis (8/1). Setidaknya 425 warga Palestina telah terbunuh dan 1.206 lainnya terluka dalam serangan Israel sejak diberlakukannya gencatan senjata pada 11 Oktober. (Anadolu/ The Guardian/ Al Jazeera)
Mahmoud al-Aqraa, bayi berusia tujuh hari, meninggal dunia setelah terpapar cuaca dingin ekstrem di Jalur Gaza (10/1). Pertahanan Sipil Gaza memperingatkan bahwa krisis ini bukan sekadar akibat cuaca buruk, melainkan konsekuensi dari blokade berkelanjutan Israel terhadap masuknya material untuk tempat penampungan dan perlengkapan konstruksi di Jalur Gaza. (Anadolu/ MEMO/ Al Jazeera)
Mahmoud al-Aqraa, bayi berusia tujuh hari, meninggal dunia setelah terpapar cuaca dingin ekstrem di Jalur Gaza (10/1). Pertahanan Sipil Gaza memperingatkan bahwa krisis ini bukan sekadar akibat cuaca buruk, melainkan konsekuensi dari blokade berkelanjutan Israel terhadap masuknya material untuk tempat penampungan dan perlengkapan konstruksi di Jalur Gaza. (Anadolu/ MEMO/ Al Jazeera)
Ratusan warga Badui dari wilayah Naqab dan Desa Tarabeen a-Sane’, bersama dengan para aktivis solidaritas, berunjuk rasa di Al-Quds, di luar kantor pemerintah Israel (11/1). Mereka menyerukan diakhirinya kekerasan Israel terhadap warga Badui Palestina di Naqab. Mereka membawa spanduk bertuliskan ‘Kekerasan tidak hanya membunuh seorang individu, tetapi juga membunuh seluruh masyarakat’. (Avishay Mohar/ ActiveStill/ 972Magz)
Ratusan warga Badui dari wilayah Naqab dan Desa Tarabeen a-Sane’, bersama dengan para aktivis solidaritas, berunjuk rasa di Al-Quds, di luar kantor pemerintah Israel (11/1). Mereka menyerukan diakhirinya kekerasan Israel terhadap warga Badui Palestina di Naqab. Mereka membawa spanduk bertuliskan ‘Kekerasan tidak hanya membunuh seorang individu, tetapi juga membunuh seluruh masyarakat’. (Avishay Mohar/ ActiveStill/ 972Magz)
Badai melanda Jalur Gaza, membanjiri ratusan tenda, meruntuhkan rumah-rumah yang menampung keluarga-keluarga yang mengungsi akibat genosida, dan menewaskan sedikitnya enam orang (12/1). Di antara korban terdapat seorang anak laki-laki berusia satu tahun yang meninggal karena kedinginan ekstrem di dalam tenda di Deir Al-Balah, Gaza tengah. (Reuters/ Gulf Times)
Badai melanda Jalur Gaza, membanjiri ratusan tenda, meruntuhkan rumah-rumah yang menampung keluarga-keluarga yang mengungsi akibat genosida, dan menewaskan sedikitnya enam orang (12/1). Di antara korban terdapat seorang anak laki-laki berusia satu tahun yang meninggal karena kedinginan ekstrem di dalam tenda di Deir Al-Balah, Gaza tengah. (Reuters/ Gulf Times)
Pelangi terlihat menghiasi Desa Ras Ein Al-Auja di Tepi Barat, Lembah Yordania, saat keluarga-keluarga Palestina terus dipaksa mengungsi akibat kekerasan kolonial Israel yang tiada henti (13/1). Sejak didirikannya pos terdepan ilegal Israel di dalam desa, sekitar 1000 warga Palestina terpaksa meninggalkan rumah mereka di Ras Ein Al-Auja, menyusul meningkatnya kekerasan dan pelecehan oleh pemukim Israel, sebagai bagian dari proses panjang pembersihan etnis di Tepi Barat. (Wahaj Bani Moufleh/ ActiveStill)
Pelangi terlihat menghiasi Desa Ras Ein Al-Auja di Tepi Barat, Lembah Yordania, saat keluarga-keluarga Palestina terus dipaksa mengungsi akibat kekerasan kolonial Israel yang tiada henti (13/1). Sejak didirikannya pos terdepan ilegal Israel di dalam desa, sekitar 1000 warga Palestina terpaksa meninggalkan rumah mereka di Ras Ein Al-Auja, menyusul meningkatnya kekerasan dan pelecehan oleh pemukim Israel, sebagai bagian dari proses panjang pembersihan etnis di Tepi Barat. (Wahaj Bani Moufleh/ ActiveStill)
Pengeboman Israel terhadap Gaza telah berkurang tetapi belum berhenti. Sementara itu, AS telah mengumumkan dimulainya fase kedua gencatan senjata Gaza, termasuk pembentukan komite teknokrat Palestina (14/1). Israel telah melanggar gencatan senjata yang dimediasi AS lebih dari 1.190 kali sejak diberlakukan pada bulan Oktober, membunuh lebih dari 400 warga Palestina, dan menghalangi bantuan kemanusiaan penting memasuki wilayah tersebut. (Omar Ashtawy/APAImages/ Al Jazeera/ The Guardian)
Pengeboman Israel terhadap Gaza telah berkurang tetapi belum berhenti. Sementara itu, AS telah mengumumkan dimulainya fase kedua gencatan senjata Gaza, termasuk pembentukan komite teknokrat Palestina (14/1). Israel telah melanggar gencatan senjata yang dimediasi AS lebih dari 1.190 kali sejak diberlakukan pada bulan Oktober, membunuh lebih dari 400 warga Palestina, dan menghalangi bantuan kemanusiaan penting memasuki wilayah tersebut. (Omar Ashtawy/APAImages/ Al Jazeera/ The Guardian)
Fawzia al-Fasfous memandangi bercak darah putranya, Khaled al-Fasfous, 38 tahun, yang ditembak oleh pasukan Israel saat penangkapannya di Dura, Al-Khalil (Hebron), Tepi Barat (15/1). Mereka mencegah tim ambulans untuk menjangkaunya sebelum menahannya. Israel tidak memberi tahu alasan penangkapannya kepada keluarga. (Mosab Shawer/ ActiveStill/ WAFA/ Sada News)
Fawzia al-Fasfous memandangi bercak darah putranya, Khaled al-Fasfous, 38 tahun, yang ditembak oleh pasukan Israel saat penangkapannya di Dura, Al-Khalil (Hebron), Tepi Barat (15/1). Mereka mencegah tim ambulans untuk menjangkaunya sebelum menahannya. Israel tidak memberi tahu alasan penangkapannya kepada keluarga. (Mosab Shawer/ ActiveStill/ WAFA/ Sada News)
Para pelayat mengusung jenazah Mohammed Saad Na'san (14 tahun) yang dibunuh pasukan pendudukan Israel di Desa al-Mughayyir, sebelah timur Ramallah (16/1). Ia terkena tembakan di punggung dan dadanya. Pasukan pendudukan juga menyerang jemaah saat mereka meninggalkan Masjid Al-Mughayyir setelah salat Jumat, dengan menembakkan granat kejut dan gas air mata. (Issam Rimawi/ Anadolu/ WAFA/ Palestine Chronicle)
Para pelayat mengusung jenazah Mohammed Saad Na’san (14 tahun) yang dibunuh pasukan pendudukan Israel di Desa al-Mughayyir, sebelah timur Ramallah (16/1). Ia terkena tembakan di punggung dan dadanya. Pasukan pendudukan juga menyerang jemaah saat mereka meninggalkan Masjid Al-Mughayyir setelah salat Jumat, dengan menembakkan granat kejut dan gas air mata. (Issam Rimawi/ Anadolu/ WAFA/ Palestine Chronicle)
Seorang ibu Palestina bermain dengan anaknya di luar tenda pengungsian di Jabalia, utara Gaza (17/1). Warga terpaksa tinggal di sekitar reruntuhan bangunan yang dihancurkan militer Israel, di tengah blokade Israel terhadap keperluan bahan bangunan, caravan, dan tenda darurat layak guna. (AFP/ Arab News)
Seorang ibu Palestina bermain dengan anaknya di luar tenda pengungsian di Jabalia, utara Gaza (17/1). Warga terpaksa tinggal di sekitar reruntuhan bangunan yang dihancurkan militer Israel, di tengah blokade Israel terhadap keperluan bahan bangunan, caravan, dan tenda darurat layak guna. (AFP/ Arab News)
Wa'il Rajabi bersama anak-anaknya dan saudara laki-lakinya, Kayed, berdiri di atap rumah mereka di lingkungan Batn al-Hawa di Al-Quds bagian timur yang diduduki (18/1). Mereka diperintahkan untuk meninggalkan rumah mereka oleh Israel. Selama hari-hari terakhirnya di sana, Kayed Rajabi menghabiskan sebagian besar waktunya di atap rumah, memandang Masjid Al-Aqsa yang hanya berjarak selemparan batu di seberang lembah Silwan. (Al-Jazeera)
Wa’il Rajabi bersama anak-anaknya dan saudara laki-lakinya, Kayed, berdiri di atap rumah mereka di lingkungan Batn al-Hawa di Al-Quds bagian timur yang diduduki (18/1). Mereka diperintahkan untuk meninggalkan rumah mereka oleh Israel. Selama hari-hari terakhirnya di sana, Kayed Rajabi menghabiskan sebagian besar waktunya di atap rumah, memandang Masjid Al-Aqsa yang hanya berjarak selemparan batu di seberang lembah Silwan. (Al-Jazeera)
Keluarga Palestina yang mengungsi tampak berlindung di tenda pengungsian di Deir al-Balah, Jalur Gaza tengah (19/1). Di bawah blokade ketat Israel dan perluasan garis kuning yang mencaplok wilayah Gaza, hampir seluruh penduduk yang berjumlah lebih dari dua juta orang kini terkurung di sekitar sepertiga wilayah Gaza. (Mahmoud Issa/ Reuters/ Tribune)
Keluarga Palestina yang mengungsi tampak berlindung di tenda pengungsian di Deir al-Balah, Jalur Gaza tengah (19/1). Di bawah blokade ketat Israel dan perluasan garis kuning yang mencaplok wilayah Gaza, hampir seluruh penduduk yang berjumlah lebih dari dua juta orang kini terkurung di sekitar sepertiga wilayah Gaza. (Mahmoud Issa/ Reuters/ Tribune)
Bayi perempuan berusia tujuh bulan bernama Shatha Abu Jarad, warga lingkungan al-Daraj di Gaza City, meninggal setelah mengalami henti jantung mendadak yang dipicu suhu dingin yang sangat rendah (20/1).  Kepergiannya menambah jumlah anak yang meninggal sejak awal musim dingin tahun ini menjadi sembilan orang. (AFP/ Kuwait Times/ Anadolu)
Bayi perempuan berusia tujuh bulan bernama Shatha Abu Jarad, warga lingkungan al-Daraj di Gaza City, meninggal setelah mengalami henti jantung mendadak yang dipicu suhu dingin yang sangat rendah (20/1). Kepergiannya menambah jumlah anak yang meninggal sejak awal musim dingin tahun ini menjadi sembilan orang. (AFP/ Kuwait Times/ Anadolu)
Anak-anak menunggu makanan hangat di dapur umum yang didukung Program Pangan Dunia/WFP di Khan Younis, Gaza (21/1). Wakil Juru Bicara PBB Farhan Haq mengatakan bahwa sejak awal tahun, lebih dari 860.000 orang telah menerima paket makanan yang didistribusikan melalui 50 titik distribusi. (Maxime Le Lijour/ WFP)
Anak-anak menunggu makanan hangat di dapur umum yang didukung Program Pangan Dunia/WFP di Khan Younis, Gaza (21/1). Wakil Juru Bicara PBB Farhan Haq mengatakan bahwa sejak awal tahun, lebih dari 860.000 orang telah menerima paket makanan yang didistribusikan melalui 50 titik distribusi. (Maxime Le Lijour/ WFP)
Israel telah menunda pembongkaran klub sepak bola anak-anak Palestina di Kamp Pengungsian Aida, Kota Betlehem, Tepi Barat yang diduduki setelah mengeluarkan ancaman (21/1). Kampanye internasional “Save the Pitch” yang diluncurkan untuk menyelamatkan klub tersebut, termasuk petisi dengan lebih dari setengah juta tanda tangan, tampaknya telah memaksa pihak Israel untuk menunda perintah pembongkaran. (BBC/ Al Jazeera)
Israel telah menunda pembongkaran klub sepak bola anak-anak Palestina di Kamp Pengungsian Aida, Kota Betlehem, Tepi Barat yang diduduki setelah mengeluarkan ancaman (21/1). Kampanye internasional “Save the Pitch” yang diluncurkan untuk menyelamatkan klub tersebut, termasuk petisi dengan lebih dari setengah juta tanda tangan, tampaknya telah memaksa pihak Israel untuk menunda perintah pembongkaran. (BBC/ Al Jazeera)
Menantu Trump, Jared Kushner, mempresentasikan “rencana induk” empat tahap untuk Gaza dengan proyeksi PDB lebih dari US$10 miliar pada 2035 (22/1). Namun, Amjad Shawa, Direktur Jaringan LSM Palestina di Gaza, menegaskan bahwa masyarakat sipil Palestina sama sekali tidak dilibatkan dalam pembahasan rencana tersebut, seraya memperingatkan bahwa di tengah seremoni dan wacana pembangunan, kondisi kemanusiaan di Gaza terus memburuk. (Evan Vucci/ AP/ Al Jazeera/ The Guardian)
Menantu Trump, Jared Kushner, mempresentasikan “rencana induk” empat tahap untuk Gaza dengan proyeksi PDB lebih dari US$10 miliar pada 2035 (22/1). Namun, Amjad Shawa, Direktur Jaringan LSM Palestina di Gaza, menegaskan bahwa masyarakat sipil Palestina sama sekali tidak dilibatkan dalam pembahasan rencana tersebut, seraya memperingatkan bahwa di tengah seremoni dan wacana pembangunan, kondisi kemanusiaan di Gaza terus memburuk. (Evan Vucci/ AP/ Al Jazeera/ The Guardian)
Para pelayat mengusung jenazah Anas Ghoneim, salah satu dari tiga jurnalis Palestina yang terbunuh dalam serangan Israel terhadap kendaraan komite Mesir, selama pemakamannya di Khan Younis, Jalur Gaza selatan (22/1). Dua jurnalis lainnya adalah Abdel Shaat dan Mohamed Salah Qashta. Pembunuhan ini menunjukkan pelanggaran gencatan senjata dan upaya Israel untuk membungkam suara kebenaran yang datang dari Gaza. (Abdel Kareem Hana/ AP)
Para pelayat mengusung jenazah Anas Ghoneim, salah satu dari tiga jurnalis Palestina yang terbunuh dalam serangan Israel terhadap kendaraan komite Mesir, selama pemakamannya di Khan Younis, Jalur Gaza selatan (22/1). Dua jurnalis lainnya adalah Abdel Shaat dan Mohamed Salah Qashta. Pembunuhan ini menunjukkan pelanggaran gencatan senjata dan upaya Israel untuk membungkam suara kebenaran yang datang dari Gaza. (Abdel Kareem Hana/ AP)
Warga Palestina yang mengungsi di Jalan Rashid di Kota Gaza menyalakan api untuk menghangatkan diri di depan tenda mereka (23/1). Blokade berkelanjutan Israel yang mencegah masuknya pasokan kebutuhan pokok dan bahan bakar ke Jalur Gaza memaksa orang-orang untuk menggunakan kayu untuk memasak dan menghangatkan ruangan, yang menyebabkan masalah pernapasan dan meningkatkan risiko kebakaran. (Yousef Zaanoun/ ActiveStill)
Warga Palestina yang mengungsi di Jalan Rashid di Kota Gaza menyalakan api untuk menghangatkan diri di depan tenda mereka (23/1). Blokade berkelanjutan Israel yang mencegah masuknya pasokan kebutuhan pokok dan bahan bakar ke Jalur Gaza memaksa orang-orang untuk menggunakan kayu untuk memasak dan menghangatkan ruangan, yang menyebabkan masalah pernapasan dan meningkatkan risiko kebakaran. (Yousef Zaanoun/ ActiveStill)
Lebih dari dua tahun setelah anak-anak dan istrinya terbunuh dalam serangan Israel di rumah mereka, Mahmoud Abu Ismail hanya dapat menggunakan saringan untuk mengumpulkan sisa-sisa kerangka keluarganya dari reruntuhan rumahnya di Kota Gaza (24/1). Ribuan jenazah masih terkubur di bawah reruntuhan, namun Israel masih mencegah alat berat yang diperlukan untuk memasuki Jalur Gaza guna mengambil jenazah. (Yousef Zaanoun/ ActiveStill/ Palinfo)
Lebih dari dua tahun setelah anak-anak dan istrinya terbunuh dalam serangan Israel di rumah mereka, Mahmoud Abu Ismail hanya dapat menggunakan saringan untuk mengumpulkan sisa-sisa kerangka keluarganya dari reruntuhan rumahnya di Kota Gaza (24/1). Ribuan jenazah masih terkubur di bawah reruntuhan, namun Israel masih mencegah alat berat yang diperlukan untuk memasuki Jalur Gaza guna mengambil jenazah. (Yousef Zaanoun/ ActiveStill/ Palinfo)
Pasukan Israel menembak dan melukai Ahmed Hijazi (34 tahun) hingga kritis di utara Ramallah, seiring eskalasi kekerasan yang diberlakukan Israel di Tepi Barat yang diduduki (25/1). Kantor berita resmi Palestina, mengatakan Hijazi ditembak saat mengendarai kendaraan. (Al Jazeera/ WAFA)
Pasukan Israel menembak dan melukai Ahmed Hijazi (34 tahun) hingga kritis di utara Ramallah, seiring eskalasi kekerasan yang diberlakukan Israel di Tepi Barat yang diduduki (25/1). Kantor berita resmi Palestina, mengatakan Hijazi ditembak saat mengendarai kendaraan. (Al Jazeera/ WAFA)
Seorang ibu Palestina bersama anak-anaknya berjalan di dekat anggota polisi perbatasan Israel selama penggerebekan Israel di Qalandia, Tepi Barat yang diduduki (26/1). Pasukan Israel melancarkan agresi militer skala besar di sekitar kamp pengungsi Qalandia, menghancurkan bangunan milik Palestina, menilang sejumlah besar kendaraan warga, dan merusak kendaraan lainnya. (Mohamad Torokman/ Reuters/ WAFA/ Anadolu)
Seorang ibu Palestina bersama anak-anaknya berjalan di dekat anggota polisi perbatasan Israel selama penggerebekan Israel di Qalandia, Tepi Barat yang diduduki (26/1). Pasukan Israel melancarkan agresi militer skala besar di sekitar kamp pengungsi Qalandia, menghancurkan bangunan milik Palestina, menilang sejumlah besar kendaraan warga, dan merusak kendaraan lainnya. (Mohamad Torokman/ Reuters/ WAFA/ Anadolu)
Raed Belal, seorang warga Palestina dari Gaza yang terjebak di Saqqara, Mesir, dan belum bisa kembali ke Gaza selama dua tahun, memperlihatkan foto putrinya, Yassmine Belal, yang masih berada di Gaza (27/1). Tiga bulan sebelum agresi genosida di Gaza, Belal pergi ke Mesir untuk melakukan perawatan tulang belakang. Ia terperangkap dan hanya dapat menunggu kabar keluarganya dari jauh seraya berharap untuk keselamatan mereka. (Khaled el Fiqi/ AP Photo)
Raed Belal, seorang warga Palestina dari Gaza yang terjebak di Saqqara, Mesir, dan belum bisa kembali ke Gaza selama dua tahun, memperlihatkan foto putrinya, Yassmine Belal, yang masih berada di Gaza (27/1). Tiga bulan sebelum agresi genosida di Gaza, Belal pergi ke Mesir untuk melakukan perawatan tulang belakang. Ia terperangkap dan hanya dapat menunggu kabar keluarganya dari jauh seraya berharap untuk keselamatan mereka. (Khaled el Fiqi/ AP Photo)
Para pelayat di Al-Khalil (hebron) menggotong jenazah Mohammad Nasrallah yang berusia 20 tahun (28/1). Ia meninggal akibat luka kritis yang dideritanya setelah ditembak oleh pasukan Israel dalam sebuah serangan militer di Kota Ad-Dhahiriya, sebelah selatan Al-Khalil, Tepi Barat. Sebanyak 1.049 warga Palestina – setidaknya 229 di antaranya anak-anak – terbunuh di Tepi Barat yang diduduki, termasuk Al-Quds, sejak 7 Oktober 2023. (Mussa Qawasma/ Reuters/ WAFA)
Para pelayat di Al-Khalil (hebron) menggotong jenazah Mohammad Nasrallah yang berusia 20 tahun (28/1). Ia meninggal akibat luka kritis yang dideritanya setelah ditembak oleh pasukan Israel dalam sebuah serangan militer di Kota Ad-Dhahiriya, sebelah selatan Al-Khalil, Tepi Barat. Sebanyak 1.049 warga Palestina – setidaknya 229 di antaranya anak-anak – terbunuh di Tepi Barat yang diduduki, termasuk Al-Quds, sejak 7 Oktober 2023. (Mussa Qawasma/ Reuters/ WAFA)
Israel menyerahkan 15 warga Palestina kepada Palang Merah Internasional (29/1). Sejauh ini, hanya 99 dari 360 jenazah warga Palestina yang diserahkan oleh Israel sejak Oktober 2025 yang telah diidentifikasi. Sedikitnya terdapat 9.400 warga Palestina berstatus "tahanan keamanan," di penjara Israel dan 94 tawanan meninggal akibat penyiksaan, pengabaian medis, kekurangan gizi, dan penyerangan. (Mohamed El Saife/CBC/ TRT World/ AL Jazeera)
Israel menyerahkan 15 warga Palestina kepada Palang Merah Internasional (29/1). Sejauh ini, hanya 99 dari 360 jenazah warga Palestina yang diserahkan oleh Israel sejak Oktober 2025 yang telah diidentifikasi. Sedikitnya terdapat 9.400 warga Palestina berstatus “tahanan keamanan,” di penjara Israel dan 94 tawanan meninggal akibat penyiksaan, pengabaian medis, kekurangan gizi, dan penyerangan. (Mohamed El Saife/CBC/ TRT World/ AL Jazeera)
Untuk pertama kalinya Israel mengakui bahwa jumlah korban terbunuh yang dikalkulasi oleh otoritas kesehatan di Gaza umumnya akurat (30/1). Seorang pejabat keamanan senior Israel  mengatakan sekitar 70.000 warga Palestina terbunuh akibat serangan Israel di wilayah tersebut sejak Oktober 2023, tidak termasuk mereka yang hilang. (Anadolu/The Guardian)
Untuk pertama kalinya Israel mengakui bahwa jumlah korban terbunuh yang dikalkulasi oleh otoritas kesehatan di Gaza umumnya akurat (30/1). Seorang pejabat keamanan senior Israel mengatakan sekitar 70.000 warga Palestina terbunuh akibat serangan Israel di wilayah tersebut sejak Oktober 2023, tidak termasuk mereka yang hilang. (Anadolu/The Guardian)
Pemerintah Kegubernuran Al-Quds menegaskan bahwa mereka telah mendeteksi 4.397 pemukim kolonial yang menerobos masuk ke Masjid Al-Aqsa sepanjang Januari 2026, dengan kedok kunjungan (31/1). Sementara itu, Knesset Israel mengeluarkan rekomendasi untuk membatasi akses jemaah selama bulan suci Ramadan mendatang, yang secara langsung melanggar status quo historis dan hukum. (Arab News/ QNA)
Pemerintah Kegubernuran Al-Quds menegaskan bahwa mereka telah mendeteksi 4.397 pemukim kolonial yang menerobos masuk ke Masjid Al-Aqsa sepanjang Januari 2026, dengan kedok kunjungan (31/1). Sementara itu, Knesset Israel mengeluarkan rekomendasi untuk membatasi akses jemaah selama bulan suci Ramadan mendatang, yang secara langsung melanggar status quo historis dan hukum. (Arab News/ QNA)
Warga Palestina memeriksa kerusakan tenda yang terkena serangan Israel di Khan Younis (31/1). Ini merupakan salah satu serangan udara paling mematikan di Gaza dalam beberapa bulan terakhir dan membunuh sedikitnya 30 warga. Jumlah korban jiwa di kalangan warga Palestina sejak 7 Oktober 2023, sebagaimana dilaporkan oleh Kementerian Kesehatan Gaza adalah 71.667 orang terbunuh dan 171.343 orang terluka. (Abdel Kareem Hana/AP/ UNOCHA)
Warga Palestina memeriksa kerusakan tenda yang terkena serangan Israel di Khan Younis (31/1). Ini merupakan salah satu serangan udara paling mematikan di Gaza dalam beberapa bulan terakhir dan membunuh sedikitnya 30 warga. Jumlah korban jiwa di kalangan warga Palestina sejak 7 Oktober 2023, sebagaimana dilaporkan oleh Kementerian Kesehatan Gaza adalah 71.667 orang terbunuh dan 171.343 orang terluka. (Abdel Kareem Hana/AP/ UNOCHA)

 

Baca Juga

Palestina dalam Gambar, Maret 2026

Adara Palestine Situation Report 86

ShareTweetSendShare
Previous Post

Israel Mengubah Makanan Menjadi Senjata Perang di Gaza

Next Post

Jelang Ramadan, Israel Intensifkan Penangkapan dan Larangan Masuk Masjid Al-Aqsa

Adara Relief International

Related Posts

Adara Palestine Situation Report 88
Adara Palestine Situation Report

Adara Palestine Situation Report 88

by Adara Relief International
April 29, 2026
0
40

Adara Palestine Situation Report adalah dokumen ringkas dan faktual yang menyajikan perkembangan terbaru mengenai situasi kemanusiaan di Palestina. Laporan ini...

Read moreDetails
Adara Palestine Situation Report 87

Adara Palestine Situation Report 87

April 22, 2026
81
Palestina dalam Gambar, Maret 2026

Palestina dalam Gambar, Maret 2026

April 15, 2026
24
Adara Palestine Situation Report 86

Adara Palestine Situation Report 86

April 15, 2026
75
Adara Palestine Situation Report 85

Adara Palestine Situation Report 85

April 7, 2026
73
Adara Palestine Situation Report 84

Adara Palestine Situation Report 84

April 1, 2026
87
Next Post
Jelang Ramadan, Israel Intensifkan Penangkapan dan Larangan Masuk Masjid Al-Aqsa

Jelang Ramadan, Israel Intensifkan Penangkapan dan Larangan Masuk Masjid Al-Aqsa

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]

    Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Palestina dalam Kebutaan Dunia: Di Tengah Eskalasi Regional, Tepi Barat dan Gaza Menghadapi Teror Tanpa Akhir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bahan Pokok Ramadan untuk 160 Keluarga di Tulkarem Tepi Barat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 2.250 Tenaga Medis dan Pasien di RS Asy Syifa, Gaza Terima Makanan Berbuka Puasa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

00:02:23

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630