
Selama 26 minggu berturut-turut, orang Israel turun ke jalan dalam demonstrasi besar-besaran (1/7) memprotes pemerintah Netanyahu dan perombakan peradilannya. Para pengunjuk rasa mengangkat spanduk mengkritik kemunafikannya dan wacana menyesatkan di media. (VOA News)

Militer Israel memulai salah satu operasi paling ekstensif di Jenin dalam 20 tahun terakhir dengan serangan pesawat tak berawak pada Senin pagi (3/7), menewaskan 10 orang dan melukai 100 lainnya. (al-Jazeera, BBC, MEE, MEMO)

Pejabat Palestina mengatakan bahwa sekitar 3.000 penduduk mengevakuasi diri dan keluar dari kamp pengungsi Jenin di tengah operasi militer Israel Bulan Sabit Merah Palestina memperkirakan eksodus akan berlanjut, di tengah tekanan dari Israel bahwa Operation Home and Garden, yang dimulai pada Senin dini hari (3/7), dapat berlangsung beberapa hari lagi. (Reuters, Al-Jazeera, Guardian)

Pengunjuk rasa Palestina di Jabalia Gaza, berkumpul saat demonstrasi menentang penyerbuan Israel ke kamp pengungsi Jenin (3/7). (Palinfo)

Warga Palestina menggelar protes di luar Konsulat Jenderal Swedia di Al-Quds (Yerusalem) yang diduduki (3/7), mengutuk Swedia yang mengeluarkan izin untuk membakar salinan Al-Qur’an di Stockholm. (Al-Qastal)

Seorang Warga Palestina meluncurkan mercon rakitan ke arah pasukan Israel pada hari kedua operasi militer besar-besaran (4/7), yang mengerahkan serangan udara dan darat di kamp pengungsi Jenin. (Wahaj Bani Moufleh/ ActiveStills)

Banyak rumah warga Palestina di Jenin digunakan sebagai pangkalan militer oleh Israel untuk menargetkan pejuang Palestina. Lubang yang cukup besar dibor ke dinding luar rumah yang digunakan tentara Israel untuk menempatkan penembak jitu mereka, sementara puluhan selongsong peluru kosong berserakan di lantai mereka. Pasukan Israel juga menghabiskan dan menghamburkan makanan milik warga Palestina, meninggalkan jejak vandalisme dan kerusakan parah. (Al-Jazeera)

Foto-foto yang diterbitkan oleh tentara pendudukan Israel (4/7) menunjukkan regu sniper pembunuhnya yang dikerahkan di kamp pengungsi Jenin, siap menembak warga Palestina dari kejauhan. (QNN)

Warga Palestina pada Rabu (5/7) menyelenggarakan pemakaman massal untuk beberapa orang dari 12 syuhada Palestina yang tewas dalam serangan Israel di kamp pengungsi Jenin. (Wahaj Bani Moufleh/ActiveStills)

Para pelayat mengantar jenazah Hamza Maqbool dan Khairi Shaheen yang dibunuh pasukan pendudukan dalam serangan militer ke Kota Tua Nablus di Tepi Barat yang diduduki (7/7). Pasukan Israel mengepung rumah tempat kedua warga Palestina itu berada sebelum mengeksekusi mereka. (MEMO, Guardian, WAFA)

Nora Sub Laban turut serta dalam protes solidaritas bersama aktivis Palestina dan Israel di luar rumahnya di kawasan Muslim di Kota Tua Yerusalem (7/7). Keluarga Sub Laban diusir dari rumah mereka beberapa hari kemudian akibat putusan pengadilan Israel yang memberi jalan bagi para pemukim Yahudi untuk merampas rumah dan tanah milik keluarga Sub Laban. (Atef Safadi/EFE)

Anak-anak Palestina di Khan Younis, Gaza, mengikuti program Summer Camp untuk menghafal Al-Quran (8/7). (Palinfo)

Para aktivis BDS Italia mengadakan aksi pada Ahad (9/7) yang memprotes agresi Israeli atas Jenin yang merupakan agresi terbesar dalam dua puluh tahun terakhir. Aksi serupa terjadi di berbagai tempat seperti Irlandia, New York, Australia, Bangladesh, Yunani, dan sebagainya. Lembaga kenegaraan juga melayangkan protes atas apa yang terjadi di Jenin, misalnya Kementerian Luar Negeri Indonesia yang menuliskan “Tindakan Israel tidak dapat dibiarkan tanpa hukuman. DK PBB harus segera mengambil sikap tegas untuk mengimplementasikan semua resolusi DK PBB secara konsisten.” (Arab News, The New Arab, Jakarta Globe)

Para peneliti Palestina bersama Eyes on Heritage Foundation memperbaiki dan mengarsipkan buku-buku dan manuskrip sejarah di Kota Gaza (10/7). Di antara koleksi manuskrip tertua yang diarsipkan berasal dari era Utsmani, mencakup berbagai disiplin ilmu, seperti pengetahuan umum, sastra, dan teks-teks agama. (MEMO, EPA, Reuters)
![UNRWA schools are hosting a number of activities to entertain Palestinian children in the enclave, in Gaza, on 9 July 2023 [Mohammed Asad/Middle East Monitor]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2023/08/unrwa-schools-are-hosting-a-number-of-activities-t.jpeg)
Lebih dari 130.000 anak-anak di Gaza ikut serta dalam kamp musim panas yang dijalankan oleh UNRWA untuk memberi mereka sedikit hiburan dari blokade dan dampak agresi Israel (12/7). Anak-anak Palestina, termasuk para difabel, selama empat pekan, akan berpartisipasi dalam serangkaian kegiatan termasuk penghijauan, daur ulang, olahraga, menggambar, kerajinan tangan, dan pembelajaran bahasa. (Reuters, MEMO)

Musim panen anggur telah tiba di Jalur Gaza, para petani mulai memanen anggur untuk dipasarkan (13/7). Pertanian adalah sumber penghidupan bagi banyak warga Palestina di wilayah yang diblokade itu. (Hani Sa’ir/QNN)

Pasukan Israel menyerang pengunjuk rasa Palestina yang melakukan protes terhadap pos permukiman baru yang dibangun di tanah milik Desa Umm Safa, dekat Ramallah (14/7). (Oren Ziv/ActiveStills)

Pemuda yang tergabung dalam Faksi Fatah memegang senjata mereka selama upacara peringatan untuk warga Palestina yang dibunuh oleh pasukan Israel di kamp pengungsi Balata di Kota Nablus, Tepi Barat (15/7). (Mohammad Nasser/APA)

Seorang arkeolog Palestina tengah memeriksa sarkofagus era Romawi yang ditemukan di pemakaman Romawi berusia 2000 tahun di Jalur Gaza pada Minggu (16/7). Penemuan tersebut merupakan yang kedua pada tahun ini. (Anadolu)

Beberapa orang sedang menikmati musim panas dengan berenang di Kota Ni’lin, Ramallah (17/7). Kolam renang ini dulunya adalah sebuah gua seluas 5000 m2. Mohammed al-Khatib bersama keluarganya, sebagai pemilik tanah, membutuhkan waktu empat bulan untuk mengubah gua menjadi kolam renang tersebut. (Xinhua, QNN)

Mahasiswa kedokteran Palestina dari Universitas Al-Quds pada Selasa (18/7) mengikrarkan Sumpah Dokter di Masjid Al-Aqsa (QNN)

Presiden Israel Isaac Herzog berpidato di depan khalayak ramai selama sesi bersama Kongres AS di Washington (19/7), tanpa adanya agenda yang membahas hak-hak Palestina. Herzog menerima banyak tepuk tangan meriah. Sementara itu, tiga anggota Kongres, Alexandria Ocasio-Cortez, Ilhan Omar, and Rashida Tlaib, memboikot dengan tidak menghadiri acara tersebut. (CNP, The Guardian, Times of
Israel)

Khader Salameh Palestina, pustakawan di Perpustakaan Khalidi di Kota Tua Al-Quds (Yerusalem), menunjukkan salinan Al-Qur’an yang disepuh emas, berasal dari abad ke-16. Salameh dengan tekun memeriksa manuskrip yang rusak sebagai bagian dari upaya memulihkan dan mendigitalkan dokumen bersejarah Palestina, yang membentangkan berbagai tema, mulai dari yurisprudensi hingga astronomi, biografi Nabi (Muhammad), dan Al-Qur’an. (Ahram)

Siswa Palestina di Jalur Gaza yang telah lulus dari Ujian Nasional (Tawjihi), menghadiri perayaan kelulusan (20/7) setelah dikeluarkannya pengumuman kelulusan oleh Kementerian Pendidikan Palestina. (Palinfo)

Perayaan kelulusan Ujian Nasional (Tawjihi) di Al-Quds yang diduduki dan di Tepi Barat, dilakukan dengan cara konvoi kendaraan bersama teman-teman dan keluarga. (Al-Qastal)

Muhammad Fuad Atta Al-Bayed, remaja Palestina berusia 17 tahun, dibunuh oleh pasukan pendudukan Israel di Desa Um Safa, Ramallah, Tepi Barat yang diduduki (21/7). Ia terkena peluru pasukan Israel yang digunakan untuk membubarkan warga Um Safa yang berunjuk rasa mengecam peningkatan serangan pemukim kolonial terhadap mereka. Ia dimakamkan di kamp pengungsi Jalazone (22/7), dekat Kota Ramallah, Tepi Barat (Al-Jazeera, Haaretz, APA)

Kementerian Luar Negeri Palestina menyerukan penyelidikan internasional atas pembunuhan terhadap seorang remaja Palestina oleh Israel di Kota Sebastia. Fawzi Hani Makhalfeh, remaja 18 tahun, dibunuh pada tengah malam ketika sedang menyetir (22/7). Ada lima puluh peluru yang menyasar mobil Makhalfeh, satu di antaranya bersarang di kepala. (Al-Jazeera)

Pemukim kolonial Israel membuang perabotan keluarga Palestina Ghaith-Sub Laban ke jalan (23/7), dua minggu setelah penjajah Israel dan pemukim mengusir keluarga Sub Laban dari rumah mereka di Al-Quds (Yerusalem) yang diduduki. Keluarga Sub Laban kemudian membuat pameran Nakba Palestina di atas perabot yang dilemparkan oleh para pemukim yang menggusur mereka. (WAFA, AP News)

Kendaraan lapis baja Israel dikerahkan selama serangan militer pada Senin (24/7) di kamp pengungsi Askar, timur Nablus, Tepi Barat. (Mohammed Nasser/APA)

Penghancuran besar-besaran terhadap infrastruktur yang ditinggalkan oleh serangan brutal militer Israel di kamp pengungsi Nour Shams, di Kota Tulkarm (24/7). Empat warga Palestina terluka akibat peluru tajam yang ditembakkan oleh tentara Israel dan sembilan lainnya terluka oleh pecahan peluru. (WAFA)

Pasukan pendudukan Israel mencegah staf medis dan jurnalis yang hendak mendatangi tiga pria Palestina yang dibunuh oleh pasukan pendudukan (25/7) di Jabal Jirzim, Nablus, Tepi Barat yang diduduki. Menurut sumber berita Palestina, ambulans Israel datang ke tempat kejadian dan membawa pergi ketiga jenazah yang diketahui bernama Nour al-Din al-Ardah, Muntasir Salama, dan Saad Al-Kharraz (MEE, Arab 48)

Keluarga menangisi jenazah Faris Sharhabeel Abu Samra, anak Palestina berusia 14 tahun yang wafat ditembak mati oleh pasukan pendudukan Zionis Israel (26/7), dalam serbuan ke Kota Qalqilya. (WAFA, MEE, Al-Jazeera)

Menteri Israel, Itamar Ben Gvir, masuk ke Masjid Al-Aqsa di Al-Quds dengan pengawalan pasukan pendudukan Israel yang bersenjata lengkap (27/7). Kunjungan yang diikuti oleh menteri-menteri Israel lainnya itu memicu amarah Palestina dan Yordania. (Jordan Times, Times of Israel, CNN)

Seorang lelaki mengibarkan bendera Palestina di hadapan pasukan zionis Israel (28/7) sebagai bentuk protes atas pembangunan pos terdepan Israel di atas tanah Beit Dajan, Nablus, Tepi Barat. (Palinfo)

Orang-orang Palestina mengumpulkan dana di pusat kota Nablus (29/7) untuk membangun kembali rumah keluarga pejuang Palestina yang dihancurkan oleh rezim pendudukan Israel sebagai bentuk hukuman kolektif. (QNN)

Petugas Palestina di Sulala Society for Training and Caring for Animals memandikan anjing liar ketika gelombang panas melanda Kota Gaza (30/7). (Omar Ashtawy/APA)

Asap hitam mengepul dari Ein al-Hilweh, kamp pengungsi Palestina terbesar di Lebanon yang terletak di kota pelabuhan, selatan Sidon. Hingga hari kedua (31/7) bentrokan telah menewaskan sebelas orang. (NY Times, Al-Jazeera, VOA)
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








