Membuka sidang ICJ mengenai kebijakan dan praktik Israel di Wilayah Penjajahan Palestina, Menteri Luar Negeri dan Ekspatriat, Riyadh Al-Maliki, mengatakan
“warga Palestina telah dipaksa hidup di bawah apartheid.”
“Genosida yang terjadi di Gaza adalah akibat dari impunitas Israel selama beberapa dekade,” tambahnya, menyoroti bagaimana 2,3 juta warga Palestina dibom di Gaza, anak-anak menjadi yatim piatu karena kehilangan salah satu orang tua atau keduanya.
“Evakuasi dan pembunuhan terhadap rakyat kami merupakan praktik apartheid dan pembersihan etnis atau genosida,” kata Al-Maliki tentang pilihan yang dihadapi warga Palestina ketika Israel melanjutkan penjajahannya.
“Selama beberapa dekade Israel telah menduduki wilayah Palestina, dan ini dibiarkan,” katanya.
“Seperti yang Anda tegaskan 20 tahun lalu, rakyat Palestina punya hak untuk menentukan nasib sendiri,” tambah Al-Maliki.
“Israel menginginkan geografi Palestina tetapi bukan demografinya,” lanjutnya sambil menunjukkan peta Mandat Palestina dan membandingkannya dengan situasi saat ini.”
“Ini menunjukkan kepada Anda target jangka panjang apa yang ingin dicapai oleh penjajah Israel,” jelasnya sambil memperlihatkan gambar PM Israel Benjamin Netanyahu yang menunjukkan kepada PBB peta “Timur Tengah yang baru”, dengan wilayah Israel yang membentang dari sungai hingga laut tanpa ada tanah bagi warga Palestina.
sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








