Pemerintah Kota Yerusalem (Al-Quds) mengeluarkan laporan tahunannya tentang kejahatan dan pelanggaran Israel selama tahun 2023. Laporan ini dikeluarkan oleh Unit Hubungan Masyarakat, menekankan bahwa serangan oleh otoritas Israel dan pemukim kolonial terus berlanjut di bawah pemerintahan sayap kanan yang menerapkan aneksasi, pengusiran, yahudinisasi, pengambilalihan tanah, serta kolonialisme dan apartheid. Berikut datanya:
51 Warga Al-Quds (Yerusalem) tewas
Pada tahun lalu, tercatat 51 warga Al-Quds, termasuk di antaranya 20 anak-anak, meninggal dunia. Jumlah ini ditambah dengan kematian 13 warga Al-Quds lainnya di Jalur Gaza selama agresi Israel yang masih berlangsung, serta 7 orang lagi yang meninggal di wilayah Al-Quds yang dijajah.
Serangan kolonial
Pemerintah Kota Al-Quds mencatat sekitar 224 serangan oleh penjajah, termasuk 50 serangan yang melibatkan penyalahgunaan fisik. Pada tahun yang sama, Pemerintah Kota Al-Quds mencatat cedera akibat penggunaan kekuatan berlebih oleh pasukan Israel terhadap warga Al-Quds. Tercatat 543 korban yang cedera akibat peluru langsung dan peluru karet serta pukulan keras oleh pasukan Israel, ditambah dengan ratusan kasus keracunan gas.
Kejahatan terhadap Masjid Al-Aqsa
Sebanyak 55.158 pemukim kolonial turut menyerbu Masjid Al-Aqsa dengan perlindungan dari pasukan khusus Israel yang bersenjata lengkap, sepanjang tahun 2023.
Penangkapan
Selama tahun 2023, sekitar 3.081 kasus penangkapan warga terpantau di semua wilayah Pemerintah Kota Al-Quds, dan di antara tawanan tersebut terdapat 318 anak-anak serta 135 perempuan.
Sumber:
https://english.wafa.ps/Pages/Details/140427
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








