• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Selasa, Januari 20, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home International

Nikki Haley VS Razzan Najar

by Adara Relief International
Juni 3, 2018
in International
Reading Time: 3 mins read
0 0
0
Nikki Haley VS Razzan Najar
13
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Sosok Nikki Haley Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB akhir-akhir ini sedang ‘naik daun’ karena kegigihannya menjadi corong Israel, penyambung lidah kepentingan israel dan tokoh utama pendukung kepentingan negara tersebut di PBB.

Saat 128 dari 193 negara menentang kebijakan keputusan Trump memindahkan kedutaan besarnya ke Yerussalem di Majelis Umum PBB. Dengan pongahnya Nikki menganggapnya sebagai penghinaan dan mengancam negara yang tidak mendukung masuk ke dalam catatan hitam mereka. Disusul cuitan dalam twitternya, “…Kami tidak mengharapkan mereka yang kami bantu justru menyerang kami dan mengkritisi pilihan kami.”

Politikus perempuan mantan Gubernur California Selatan (2011-2017) ini nyatanya memang cukup ‘tegar’ membela negara dan kepentingan sekutunya. Dalam sebuah video yang merekam protes mahasiswa Universitas Houston, saat kunjungannya ke perguruan tinggi di wilayah Texas tersebut, Nikki dipermalukan oleh sekolompok mahasiswa bangsanya sendiri. Tak tanggung-tanggung mereka mencap Nikki terlibat genosida dan tangannya berlumur darah. Nikki baru saja mengawali pidatonya dengan ungkapan kepenatan akibat persoalan yang sedang dihadapi Amerika di dunia internasional dalam pekan tersebut seolah berharap mendapat simpati namun justru tercekat dengan teriakan para mahasiswa tersebut. Wajah Nikki sempat memerah dan tersenyum kecut namun nampaknya protes mahasiswa Houston hanyalah angin lalu bagi Nikki.

Terakhir Nikki memveto keputusan Dewan Keamanan PBB menyusun rancangan resolusi (usulan) Kuwait untuk memberikan perlindungan Internasional dan kesejahteraan bagi warga sipil Palestina. Padahal Resolusi usulan Kuwait tersebut didukung 10 suara dari 15 anggota Dewan Keamanan PBB, hanya Amerika yang menentang, sementara 4 negara abstain termasuk Inggris.

Nikki kemudian mengusulkan draft resolusi tandingan dengan pihak Palestina (Hamas) sebagai tertuduh. Draft dibawa pada hari Jumat lalu namun hanya Amerka yang setuju, 3 suara negatif dan 10 suara abstain.

Atas tewasnya lebih dari 122 orang tanpa pandang bulu oleh sniper-sniper Israel dan terlukanya puluhan ribu orang tanpa satupun orang Israel yang terluka dalam Great March of Return, Amerika justru memandang Israel sebagai pihak yang membela dan mempertahankan diri karena itu berhak menembaki dan membom dengan membabai buta bangsa Palestina. Dan atas nyawa perempuan-perempuan dan anak-anak tak berdosa yang melayang serta derita berkepanjangan blokade Gaza yang amat mencabik-cabik rasa kemanusiaan siapapun yang jiwanya masih sehat, Nikki seolah buta dan tuli. Ia hanya mampu mendengar apa yang diderita Israel.

Di balik sosoknya yang lembut perempuan seringkali mampu lebih tegar dari laki-laki. Lain Nikki lain Razzan Najar. Sosok petugas medis dalam Great March of Return sama sekali tak kelihatan keras yang sangat Nampak dari perawakannya yang kurus. Dijuluki “malaikat kasih” ia terus menerobos kerumunan massa aksi untuk memberikan pertolongan pada siapapun yang terluka.

Baca Juga

Dukung Anak-Anak Gaza, Konten Kreator Ms. Rachel Dituduh Anti-Semit

Melebihi Tingkat Bencana, Lebih dari Setengah Pasokan Medis Gaza Tidak Tersedia

Sejak awal aksi 30 Maret 2018 Razzan (21 tahun) berkeras untuk tetap bertahan dan melakukan tugas kemanusiaannya meski beberapa kali terkena gas airmata yang membahayakan kesehatannya. “Saya akan tetap di sini hingga akhir,” menggambarkan kepedulian yang sangat tinggi atas musibah kemanusiaan yang ada di hadapannya.

“Di sini memang berat tapi saya merasakan ada kekuatan dan perasaan yang tak dapat diungkapkan,” Razzan mencoba menerangkan alasannya bertahan saat diwawancara. Menjelaskan betapa ia dengan sepenuh hati memenuhi panggilan jiwanya menolong umat manusia yang terluka dan membutuhkan pertolongan medis. Namun kerinduan langit atas dirinya kiranya telah menahannya di tanah tempat nafas terakhirnya dihembuskan. Sniper Israel jelas bukan salah sasar mengingat Razzan dan beberapa rekannya telah memberi sinyal bahwa mereka adalah petugas medis. Bagian tubuh yang ditembak sniper laknat itupun bukan main-main, dada. Jelas adalah tembakan mematikan.

Entah dengan cara apalagi menjelaskan, israel memang buta hingga tak mampu membaca apapun yang berarti kebenaran. Di dunia ini semua orang tahu ada Konvensi Jenewa 1949 yang melindungi petugas medis. Dan… Razzan tahu bahwa Israel memang brutal namun jiwa sucinya masih menyimpan sangka baik bahwa mungkin tersisa jiwa manusia dalam diri sniper-sniper Israel itu yang bisa membedakan mana peserta aksi mana petugas medis. Namun apa hendak dikata dunia menjadi saksi kebrutalan israel. Seperti halnya keluarga, kerabat dan rekan kerja Razzan bersaksi lewat tangis histeria tak tertahankan akan beratnya kehilangan sosok “malaikat kasih” yang memberi banyak pelajaran berharga bagi kemanusiaan.

Lain Nikki lain Razzan, siapa berdiri di mana menunjukkan siapa kita sesungguhnya. Atas nama cinta kasih atau kebengisankah pihak yang kita pilih.

Bravo Razzan, jiwa suci akan tetap suci, “wahai jiwa-jiwa yang tenang kembalilah kepada Rabbmu dalam keadan ridha dan diridhai.” Seperti halnya jiwa-jiwa yang akan direnggut paksa nyawanya oleh malaikat-malaikat ‘naazi’aat (pencabut nyawa dengan bengis).
Semua hanya soal waktu Nikki.

ShareTweetSendShare
Previous Post

Gugurnya Bunga Palestina

Next Post

ADARA RELIEF TUNAIKAN AMANAH

Adara Relief International

Related Posts

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar
Berita Kemanusiaan

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

by Adara Relief International
Januari 15, 2026
0
21

Surat kabar Israel Haaretz melaporkan bahwa Amerika Serikat berpotensi mendanai pembangunan pabrik baru kendaraan tempur lapis baja di Israel dengan...

Read moreDetails
Usai Dibebaskan, 10 Tawanan Gaza Dilarikan ke RS Al-Aqsa

Usai Dibebaskan, 10 Tawanan Gaza Dilarikan ke RS Al-Aqsa

Desember 30, 2025
19
Dukung Anak-Anak Gaza, Konten Kreator Ms. Rachel Dituduh Anti-Semit

Dukung Anak-Anak Gaza, Konten Kreator Ms. Rachel Dituduh Anti-Semit

Desember 8, 2025
18
Melebihi Tingkat Bencana, Lebih dari Setengah Pasokan Medis Gaza Tidak Tersedia

Melebihi Tingkat Bencana, Lebih dari Setengah Pasokan Medis Gaza Tidak Tersedia

Desember 8, 2025
13
Pohon Natal Kembali Bersinar di Betlehem

Pohon Natal Kembali Bersinar di Betlehem

Desember 8, 2025
17
Hampir Setahun Israel Menangkap Dokter Abu Safiya, Gaza Desak Tindakan Internasional

Hampir Setahun Israel Menangkap Dokter Abu Safiya, Gaza Desak Tindakan Internasional

Desember 8, 2025
18
Next Post
ADARA RELIEF TUNAIKAN AMANAH

ADARA RELIEF TUNAIKAN AMANAH

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antara Sastra dan Peluru (2): Identitas, Pengungsian, dan Memori Kolektif dari kacamata Darwish dan Kanafani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630