Tentara Israel menyatakan bahwa ketika serangan darat dimulai artinya mereka telah memperingatkan warga sipil tentang tindakan militer di area tersebut, dengan mengklaim bahwa jalur lain akan dibuka untuk memungkinkan evakuasi warga sipil yang tidak terlibat.
UNRWA belum memberikan tanggapan terhadap serangan militer Israel di markas besarnya.
Pada Sabtu (6/7), militer Israel mengklaim bahwa mereka menargetkan pejuang Palestina di dalam Sekolah Al-Jaouni di Nuseirat, yang digunakan oleh pejuang Hamas sebagai pusat komando. Serangan ini dilaporkan membunuh 16 orang Palestina dan melukai 50 orang lainnya.
Pada hari sebelumnya, ribuan orang Palestina melarikan diri dari wilayah luas di barat daya Kota Gaza ketika pasukan Israel secara tak terduga menyusup untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga bulan dan membuka tembakan berat yang menargetkan jalan, rumah, dan bangunan hunian, mengakibatkan puluhan korban.
Seorang koresponden Anadolu melaporkan bahwa kendaraan militer Israel memasuki lingkungan Tel Al-Hawa, area industri, zona universitas, dan pinggiran selatan Rimal di bawah tembakan berat dari jet tempur dan artileri.
Saksi mata mengatakan pada Senin (8/7) bahwa pesawat dan artileri Israel melakukan serangan intens di barat daya Kota Gaza, dengan tembakan terus-menerus dari helikopter.
Mereka juga mengatakan bahwa semua fasilitas kesehatan di Kota Gaza tidak berfungsi karena pasukan Israel menyerbu rumah sakit di Jalur Gaza utara.
Secara terpisah, saksi mata melaporkan kapal perang Israel menembakkan senapan mesin berat ke pelabuhan nelayan di barat Kota Gaza.
Sumber: https://www.#
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








