Sebanyak tujuh siswa SD di Tasikmalaya, Jawa Barat keracunan setelah mengonsumsi es krim hidrogen atau dikenal dengan sebutan ciki ngebul. Keracunan ciki ngebul Tasikmalaya ini terjadi pada akhir November 2022 lalu. Para siswa dilaporkan mengalami mual, muntah, dan begah perut setelah mengonsumsi ciki ngebul.
Makanan yang dikenal juga dengan sebutan ice smoke ini banyak dijajakan kepada anak-anak. Es jenis ini bisa ditemukan di pasar, pasar malam, jajanan pinggir jalan, bahkan di mal besar. Ciki ngebul punya daya tarik tersendiri, yakni mengeluarkan asap saat dimakan. Hal ini yang mungkin membuat anak-anak bahkan tak sedikit juga orang dewasa yang gemar dengan camilan ini. Tapi, ice smoke atau chiki ngebul ini bisa berbahaya.
Pelaksana Tugas Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Yudhi Pramono dalam kegiatan Sosialisasi Kewaspadaan Dini terhadap Penggunaan Nitrogen Cair pada Produk Pangan Siap Saji di Jakarta, Rabu (11/1), mengatakan, fenomena ciki ngebul telah menjadi permasalahan keamanan pangan yang ditemui di masyarakat. Sejumlah kasus keracunan pangan pada anak sekolah dilaporkan setelah mengonsumsi jajanan siap saji tersebut.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menerbitkan surat edaran (SE) sebagai respons terhadap kasus anak keracunan makanan jajanan ciki ngebul. Kemenkes meminta dinas kesehatan di daerah membina dan mengawasi produk pangan siap saji yang menggunakan nitrogen cair yang beredar di masyarakat. SE tersebut diteken Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Dirjen) P2P Maxi Rein Rondonuwu pada 6 Januari 2023. Lewat SE itu, Kemenkes menjelaskan es asap yang ada pada makanan yang menimbulkan permasalahan kesehatan itu berasal dari nitrogen cair atau liquid nitrogen, yaitu nitrogen yang berada dalam keadaan cair pada suhu yang sangat rendah.
Kemenkes mengatakan bahwa penambahan nitrogen cair pada produk pangan siap saji yang tidak sesuai standar operasional prosedur (SOP) dapat menyebabkan gangguan kesehatan atau keracunan makanan. Beberapa gangguan itu antara lain radang dingin dan luka bakar terutama pada beberapa jaringan lunak seperti kulit dan kesulitan bernapas yang cukup parah akibat menghirup terlalu banyak uap yang dihasilkan oleh makanan atau minuman yang diproses menggunakan nitrogen cair.
Mitigasi risiko sangat diperlukan dalam penggunaan nitrogen cair pada makanan ataupun minuman. Peringatan dan saran harus dikeluarkan terkait bahaya penggunaan nitrogen cair pada produk pangan sebagai bentuk edukasi masyarakat. Oleh karena itu, Kemenkes meminta agar ada edukasi, terutama kepada pelaku usaha dan pihak-pihak terkait terhadap bahaya nitrogen cair terhadap pangan siap saji. Kemenkes menyatakan tidak merekomendasikan tempat pengelolaan pangan (TPP) selain restoran, seperti gerai pangan jajanan keliling menggunakan nitrogen cair pada produk pangan siap saji yang dijual.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








