• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Senin, Januari 19, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Artikel

Maqlubah, Nasi Simbol Harapan, dan Baitul Maqdis

by Adara Relief International
Oktober 7, 2021
in Artikel, Seni Budaya
Reading Time: 4 mins read
0 0
0
Maqlubah, Nasi Simbol Harapan, dan Baitul Maqdis

Photo by Meruyert Gonullu from Pexels

785
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

“Setiap kali kalian menekan kami maka itu berarti kemenangan mendekat. Maka kami merayakannya di depan kalian dengan cara yang sama saat kami merayakannya dengan maqlubah” -Hanadi-

Bertahun-tahun lamanya, rakyat Palestina tentunya menentang penjajahan yang dilakukan di atas tanah mereka sendiri. Suatu ketika, mereka bergerak dengan membawa sepanci nasi maqlubah dan nampan untuk wadah membaliknya. Makanan ini dibuat dalam porsi besar dan hanya dalam acara tertentu. Mereka biasa menyantapnya bersama-sama dengan posisi melingkar. Di tempat asalnya, nasi maqlubah dihidangkan untuk dimakan dengan tangan. Nasi maqlubah juga biasa dinikmati dengan roti pita atau roti yang tipis. Bukan hanya di Palestina, nasi maqlubah juga menyebar ke negara lain. Di negara lain, seperti Oman, nasi maqlubah bisa dihidangkan bersama topping udang sebagai pengganti daging kambing dan disajikan dengan saus yang terbuat dari yoghurt. Sebenarnya apa itu nasi maqlubah dan seperti apa sejarahnya?

Baca juga: Filosofi Maqlubah

Kata “maqlubah” berasal dari Bahasa Arab yang artinya dibalik atau terbalik. Mengapa disebut terbalik? Itu bergantung cara masaknya. Nasi maqlubah ini memiliki cara yang unik dalam mengolahnya, susunan bahan-bahannya yaitu daging kambing bagian paha disimpan di paling bawah, di atas daging kambing disimpan sayuran, sayuran yang biasa digunakan adalah terung, wortel, tomat, dan kismis. Terakhir, disimpan nasi paling atas. Begitu disajikan, panci tersebut dibalik sehingga urutan bahan-bahan masakan tadi menjadi terbalik.

Sekilas, mungkin nasi maqlubah ini berbentuk seperti nasi tumpeng atau nasi liwet yang berasal dari Indonesia. Akan tetapi, jika nasi tumpeng merupakan tumpukan nasi kuning dengan lauk pauk yang tertata di sekelilingnya, lain halnya dengan nasi maqlubah yang lauk pauknya berada di bawah nasi yang nasi tersebut menggunakan rempah-rempah seperti kabsah, kari dan lain-lain. Nasi maqlubah ini juga ada yang menggunakan beras pati, beras pati memiliki indeks glikemik lebih rendah sehingga aman untuk penderita diabetes, lebih sehat, dan tidak begah di perut.

Nasi maqlubah ini memiliki sejarah yang menarik, konon, nama asli makanan khas Negeri Syam ini adalah Badzinjaniyah, Badzinjan adalah Bahasa arab untuk menyebut terung, karena terdapat terung di dalam nasi tersebut. Ketika Shalahuddin Al-ayyubi menaklukan Baitul Maqdis dari penjajahan pasukan salib, Shalahuddin Al-ayyubi oleh ibu-ibu di Baitul maqdis disajikan Badzinjaniyah (nasi maqlubah), Ketika disajikan kepada Shalahuddin Al-ayyubi, beliau bertanya. “Nasi apa ini? Mengapa disajikan terbalik?”. Kemudian ibu-ibu tersebut mengatakan bahwa ini adalah masakan yang memberi mereka harapan. Disebut harapan karena ternyata dunia ini hari-harinya dipergilirkan di antara manusia, ada kalanya manusia terpuruk, ada kalanya manusia bangkit dan berada di puncak kejayaannya, artinya jika sedang terpuruk jangan kehilangan harapan, jika sedang berada di atas jangan lengah. Harus selalu berada dalam kesadaran bahwa kita sedang menjalani takdir Allah SWT. Semenjak hari itu, orang-orang Baitul Maqdis selalu memasak Badzinjaniyah, karena disebut maqlubah (terbalik) oleh Shalahuddin Al-ayyubi saat beliau bertanya, maka mereka menyebutnya nasi maqlubah.

Berdasarkan filosofi nasi maqlubah, mereka mempunyai keyakinan, meskipun sekarang terjajah besok pasti akan bebas. Ini juga mengingatkan pada zaman Imam Al-ghazali yang mengalami masa-masa pahit. Dahulu, Imam Al-ghazali rela berkeliling memberitakan kepada kaum muslimin bahwa kita akan kehilangan Baitul Maqdis, akan tetapi mereka tidak percaya, begitu Baitul Maqdis diambil oleh pasukan salib pertama tahun 1099, mereka terpuruk. Tetapi Imam Al-ghazali terus memberi semangat dan harapan untuk membangkitkan jihad, walaupun orang-orang mengatakan pasukan salib itu sangat kejam, semua dipenggal, sampai Baitul Maqdis pada tahun 1099, saat pemimpin pasukan salib menaklukannya, pemimpin salib tersebut banjir darah sampai lutut karena orang yahudi, orang muslim, dan orang Kristen ortodoks dipenggal. Namun Imam Al-ghazali tetap memberi harapan.

Pada akhirnya nasi ini lah nasi simbol harapan. Nasi maqlubah, makanan tradisional khas Palestina yang paling disukai untuk ifthar di Masjid Al-Aqsa dan menjadi saksi perjuangan rakyat Palestina, aktivis, dan pejuang kemerdekaan menentang penjajahan dari dahulu hingga sekarang. Nasi maqlubah ini mengajarkan bahwa semua ada harapan, jangan hilang harapan saat terpuruk dan jangan terlena di saat kita berada di atas. Seperti kaum muslimin pada saat itu, pada awalnya mereka terlena ketika berada di atas karena mengira Baitul Maqdis tidak akan lepas dari kaum muslimin, tetapi ternyata lepas juga. Akhirnya mereka terpuruk dan berpikir mereka tidak akan bisa menaklukan Baitul Maqdis kembali. Namun akhirnya Baitul Maqdis bisa ditaklukkan oleh kaum muslimin.

Hidangan kemenangan ini bermakna, keteguhan, ketegaran, tekad, dan kekukuhan. Hanadi mengatakan, kami balikkan saat menghidangkannya di hadapan mereka, seolah kami mengatakan: “Amati sesuka hatimu karena waktu akan berganti, sang pemenang yang akhirnya akan menertawakanmu. Kami yakin hari akan berganti dengan semerbaknya kemenangan, ketentraman dan kebanggaan. Setiap kali kalian menekan kami maka itu berarti kemenangan mendekat. Maka kami merayakannya di depan kalian dengan cara yang sama saat kami merayakannya dengan maqlubah”.

Semangat rakyat Palestina dalam menjaga Al Aqsa dan sekelilingnya tak pernah diragukan. Tak ada kata lelah atau menyerah, semua dilakukan sesuai dengan risalah-Nya. Sebagai sesama muslim kita berkewajiban mengirimkan doa sebanyak-banyaknya kepada saudara-saudara kita di Palestina yang kini masih terjajah, agar mereka diberikan kekuatan oleh Allah SWT. Selalu ada harapan untuk kembali bangkit karena pertolongan Allah SWT dekat.

“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu bertemu pasukan (musuh), maka berteguh hatilah dan sebutlah (nama) Allah banyak-banyak (berzikir dan berdoa) agar kamu beruntung.” (QS. Al-Anfal Ayat 45-46)

Penulis: Irma Pebriyanti S.

 

Baca Juga

Banjir dan Badai di Gaza: Vonis Mati Tanpa Peringatan

Pemusnahan Umat Kristen: Bentuk Pembersihan Etnis Zionis yang Tak Pandang Bulu

***

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar  program bantuan untuk Palestina.

Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.

ShareTweetSendShare
Previous Post

Idul Adha 1442 H Adara Sasar 35.773 Penerima Manfaat Qurban di Palestina

Next Post

Kafiyeh: Simbol Perlawanan Palestina Yang Menembus Batas

Adara Relief International

Related Posts

Lukisan karya Maram Ali, seniman yang suka melukis tentang Palestina (The New Arab)
Artikel

In Honor of Resilience (1): Sepenggal Kenangan dari Syuhada Gaza, Mereka yang Bersuara Lantang dan Berjuang Mempertahankan Kehidupan

by Adara Relief International
Januari 14, 2026
0
24

Jika aku meninggal, aku ingin kematian yang menggemparkan Aku tidak ingin hanya menjadi berita utama,  atau sekadar angka dalam sebuah...

Read moreDetails
Sebuah grafiti dengan gambar sastrawan Palestina, Mahmoud Darwish, dan penggalan puisinya, “Di atas tanah ini ada hidup yang layak diperjuangkan”. (Zaina Zinati/Jordan News)

Antara Sastra dan Peluru (2): Identitas, Pengungsian, dan Memori Kolektif dari kacamata Darwish dan Kanafani

Januari 12, 2026
86
Banjir merendam tenda-tenda pengungsian di Gaza (Al Jazeera)

Banjir dan Badai di Gaza: Vonis Mati Tanpa Peringatan

Januari 7, 2026
59
Pemusnahan Umat Kristen: Bentuk Pembersihan Etnis Zionis yang Tak Pandang Bulu

Pemusnahan Umat Kristen: Bentuk Pembersihan Etnis Zionis yang Tak Pandang Bulu

Januari 7, 2026
30
Tawanan Palestina di penjara Sde Teiman (The Guardian)

Dari Tashrifeh Hingga Pembantaian: Penjara Israel Menjelma Neraka Bagi Tawanan Palestina

Desember 15, 2025
57
Seorang ibu di Gaza menunjukkan foto anaknya sebelum kakinya diamputasi karena serangan Israel (The New Arab)

“Pandemi Disabilitas” Ciptakan Penderitaan Tak Berujung Bagi Perempuan dan Anak-Anak Gaza

Desember 5, 2025
59
Next Post
Kafiyeh: Simbol Perlawanan Palestina Yang Menembus Batas

Kafiyeh: Simbol Perlawanan Palestina Yang Menembus Batas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantuan Sembako Jangkau Ratusan Warga Sumbar Terdampak Banjir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630